Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 17


__ADS_3

tiara segera menyusul erika yang sudah menunggu di ruang makan. sesampainya di sana erika segera berdiri menyambut tiara kemudian menggeser kursi untuk mempersilahkan nona nya duduk.


" nona, silahkan. "


" ya terimakasih erika. "


erika hanya menjawab dengan senyuman dan mengangguk.


" bagai mana keadaan orang itu apa dia baik. "


" setelah di tangani dokter dia baik baik saja nona, kurasa tak lama lagi dia akan sadar. "


" em ya sudah jika seperti itu. ayo makan saja. "


" ya nona. "


mereka berdua pun makan seperti peraturannya saat makan tak ada pembicaraan ketika makan.


di kamar orang yang di tolong oleh tiara sudah sadar dari pingsannya.


" dimana ini, aku tak mengenal tempat ini, apa gadis itu berhasil menyelamatkanku, tapi bagaimana bisa dia hanya gadis polos yang masih kekanak-kanakan, apa aku tertangkap lagi, tapi jika aku tertangkap tak mungkin ada di kamar ini., sebaiknya aku memeriksa keluar saja. "


setelah memutuskan untuk memeriksa dia bangkit dari tempat tidurnya kemudian menuju pintu untuk keluar setelah keluar alangkah terkejutnya karena dia berada di rumah super mewah yang indah. " ini rumah siapa, mengapa rumah sebesar ini begitu sepi, apa tidak berpenghuni ya. "


terus menyusuri rumah itu hingga telinganya mendengar suara antara dua benda beradu. karena penasaran dia mengikuti arah suara itu hingga sampai di ruang makan dia melihat dua orang sedang makan dengan tenang, dan diantara keduanya dia mengenal salah satunya. " bukan kah gadis itu yang menolong ku itu berarti aku ada di rumahnya, gila rumah sebesar ini hanya di tempati dua orang dan itu wanita semua. "


karena penasaran dia mendekat ke arah meja makan. tiara yang melihatnya menghentikan makanya dan meletakkan alat makannya kemudian melihat kearah orang itu.


" sudah sadar rupanya, silahkan duduk dan makanlah. "


orang itu hanya diam walau mendengar apa yang di katakan tiara dia masih tak menyangkal saja.


" hey apa dirimu mendengar apa yang di katakan nona duduklah, dia sudah baik padamu bisakah dirimu menghargainya. " erika yang kesal melihat orang itu berdiri seperti orang bodoh tak menghiraukan tiara.


" eh iya iya aku duduk. " terkejut dan sedikit tak nyaman dengan erika yang begitu tegas dan kata katanya tanpa basa basi.


tiara sendiri mulai mengambil kembali alat makannya dan melanjutkan makan tanpa berkata apa apa.

__ADS_1


erika yang melihat tiara sudah mulai makan mengurungkan niatnya yang awalnya ingin mengatakan sesuatu kepada orang itu.


erika pun segera melanjutkan makannya juga. tapi tak di sangka dan di duga tiba tiba saja orang itu berbicara. membuat erika ingin menegur tapi tiara masih melanjutkan makannya.


" terimakasih karena telah menolongku nona. " ucapnya tapi tak menerima respon apa pun dari tiara membuatnya bingung hingga membuatnya menoleh kearah erika, yang ternyata sudah melotot dan mengacungkan satu jarinya berdiri di bibirnya.


akhirnya orang itu mengerti dan segera saja bungkam dan menyesali ketidak tahunnya. untuk menutupi itu dia mulai mengisi piringnya dengan hidangan yang ada di meja.


beberapa menit kemudian acara makan itu pun berakhir tiara tidak pergi dari sana, tiara tetap duduk di kursinya.


" jadi ini peraturannya ketika siapa saja makan bersamaku, maka tak boleh berbicara jika ingin berbicara katakan nanti setelah menyelesaikan makannya. "


" itu iya maaf aku tak mengetahuinya. " menunduk tak berani menatap ke arah tiara


" ya ku maklumi itu karena dirimu baru pertama kali makan bersama denganku. oh ya, aku Terima ucapan Terima kasihmu. sekarang katakan siapa dirimu. "


" oh terimakasih kembali. namaku namaku iris haw. dirimu bisa memanggilku iris. "


" em nama yang unik iris, baiklah iris sekarang katakan padaku identitas mu selengkap mungkin. "


" baik baik lah aku berasal dari pinggiran kota yang mencoba peruntungan di kota besar dengan kemampuanku di bidang komputer. aku ini hanya seorang diri seluruh keluargaku meninggal saat perjalanan menuju pasar untuk berjualan. karena kecelakaan. itu saja yang bisa ku jelaskan. "


"sebelumnya aku tinggal di jalanan tidur di bangku taman. tapi setelah mendapat pekerjaan perusahaan memberiku tempat tinggal dengan alasan agar dekat. tapi sekarang aku sudah tak memiliki apapun lagi. "


" baik aku sudah mengerti. lalu sekarang apa keputusanmu. "


" itu aku tak tau jika aku berkeliaran di luar pasti aku akan di tangkap oleh mereka kembali. em...... "


" maukah dirimu bekerja untukku saja iris. " tawar tiara


" itu apa dirimu yakin, aku tak memiliki kemampuan lain selain komputer. "


" ya aku yakin, soal kemampuan itu mudah, sekarang apa dirimu mau bekerja denganku. "


" ya lagi pula aku tak memiliki tujuan lain, ya aku akan bekerja padamu saja. "


" karena dirimu sudah setuju maka dirimu juga harus tau aturannya.

__ADS_1


orang yang bekerja untukku tak akan pernah ada jalan kembali atau menyesal. jika dia melakukan pengkhianatan terpaksa di paksa atau memang sengaja mak dia akan mati.


itu lah aturan ku dan dirimu sudah termasuk bekerja denganku maka tak ada lagi jalan kembali.


" siap aku menerimanya" baru saja keluar dari mulut harimau kini sudah masuk lubang buaya sungguh sial nasibku. ucap iris di hatinya.


" bagus aku suka itu. tugas pertama dariku segera sembuhkan lukamu karena aku tak ingin mengurusi orang. " berlalu pergi dengan riang ala ala anak kecil yang bahagia


iris yang melihat itu tak percaya dirinya begitu di tekan oleh sosok tiara yang seperti anak kecil. tapi itu tak bertahan lama karena iris dikejutkan dengan suara erika. yang memanggilnya.


" hey iris hey... helloooo...."


" eh iya iya ada apa. "


" perkenalkan namaku erika, kuharap dirimu bisa bekerja dengan baik. "


" ya ya ya tentu saja aku akan bekerja dengan baik erika ya erika. " masih gugup


" ingatlah untuk jangan pernah membantah semua perkataan nona dan kuharap dirimu bisa menghormatinya. " menatap lurus dan tajam ke arah iris membuat orang yang di perlakukan seperti itu salah tingkah dan gugup


" iya iya tentu, aku mengerti.....


erika bolehkah aku bertanya. "


" ya silahkan tanyakan saja. "


" apa dirimu juga bekerja pada nona tiara....


sudah berapa lama dirimu bekerja dengannya....


dan menurutmu bagaimana nona tiara.... "


" iris dengarkan dengan baik. aku bekerja pada nona tiara, lebih tepatnya aku bekerja pada seseorang yang menghormati nona tara tapi dia memintaku untuk bersama dengan nona tara jadi sekarang aku bekerja padanya, aku juga baru beberapa hari bekerja padanya karena nona tiara baru saja tiba. untuk bagaimana nona tiara aku tak tau tapi di baik selama dirimu mengikuti semua yang dia katakan. " jelas erika panjang lebar kepada iris


" oh jadi seperti itu terimakasih sudah menjelaskannya padaku. dan satu hal lagi rupanya dirimu menyenangkan dan mudah akrab. aku pikir aku akan kesulitan di sini tapi melihatmu yang ramah dan baik itu semuanya sirna. walau nona tiara ini misterius tapi kurasa dia orang yang baik jadi ku pikir tentang lubang buaya itu tak benar. " ucap iris kepada erika dan pikirannya kepada dirinya sendiri.


" ya sudah aku pergi dahulu. kerjakan tugasmu dengan baik. ambillah kartu itu. nona memberikannya untukmu. "

__ADS_1


" ya ya ya. baiklah. Terimakasih. sejak kapan nona tiara meletakkan kartu aku tak menyadarinya. "


akhirnya mereka melakukan pekerjaan mereka masing masing iris juga kembali ke kamar karena tak ada yang bisa dia lakukan saat ini.


__ADS_2