Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 133


__ADS_3

pagi hari selepas sarapan semuanya berkumpul termasuk Siska yang pagi itu juga datang untuk memberikan laporan.


" Sintia bagai mana keadaanmu sekarang. "


" jau lebih baik nona. "


" kau hampir mati kemarin apa kau berniat untuk mati Sintia. "


" aku hanya terlalu bersemangat nona hingga lupa untuk menyerah. "


" hah ya sudah. lain kali ingat untuk memikirkan hal lainnya mungkin di lain waktu aku tidak ada jadi tidak bisa membantu mu. ini juga untuk kalian semuanya.


" baik nona kami mengerti. "


" Siska apa ada hal penting yang perlu aku ketahui. "


" benar sekali nona semalam ada seorang datang membawa banyak orang mereka meminta ku untuk menutup club dan kemudian memberikan nya pada mereka.


aku katakan jika aku bukan pemilik club black rose lagi. dan mereka meminta pemiliknya datang jika tidak club akan di ganggu dan di hancurkan secara perlahan. "


" hem apa kau tau siapa mereka. "


" sepertinya mereka pendatang di kota ini nona mereka menyebutkan namanya adalah asatsuki salah satu mafia dan juga pembunuh bayaran di negara sebelah. "


" sepertinya mereka sedang mencari teman bermain. baik aku Terima laporanmu itu akan segera selesai. "


" baik nona. "


" lalu apa ada hal lainnya lagi Siska. "


" satu hal lagi nona club kedatangan seorang yang membawa petarung hebat sampai saat ini tidak ada yang mampu mengalahkannya bahakan para juara juara ring semuanya kalah dengan luka cidera parah. itu membuat sedikit keributan karena orang itu dan petarungnya selalu bersikap sombong dan menghina orang.


aku juga sudah beberapa kali meminta ganti rugi cukup tinggi pada mereka tapi mereka tidak pernah jera dan melakukannya lagi dan lagi nona. "


" hmmm ini juga sangat menarik. itu juga harus di atasi agar tidak sampai tumpah dan menghancurkan semuanya. " ucap tiara


" benar sekali nona. "


" baik han, erika iris, sintia. apa kalian sudah bisa bermain sekarang. "


" kami siapa nona. " ucap keempatnya bersemangat


" bagus...... malam ini kalian yang urus para kartel mafia itu. aku dan hana akan mengurus yang di club terlebih dahulu. dan akan segera menyusul nanti. "


" baik nona. " ucap ketiganya


" kak ana apa dirimu aka kembali ke perusahaan. "


" ya nona aku harus terus memantau perkembangan dari obat itu. "


" baik lah kak. " ucap tiara.


" iris kirim paket itu sekarang pada orang itu. "


" baik nona. "


" ya sudah semuanya bersiap untuk nanti malam aku akan ke luar sebentar untuk jalan jalan. "


" baik nona. " ucap semuanya.


" nona tidak kah dirimu ingin membawa seseorang untuk ikut. "


" em boleh juga aku akan membawa hana sekalian juga mengajarinya mengemudi mobil. bagai mana hana. "

__ADS_1


" aku tidak keberatan nona. "


" bagus baik sekarang bisa bubar lakukan apapun yang kalian suka. "


" baik terimakasih nona. "


setelah itu tiara kembali ke kamarnya terlebih dahulu untuk bersiap setelah itu baru pergi dengan hana.


hana juga kembali ke kamarnya untuk bersiap dan mengganti pakaiannya


hana



lauren



" nona di mana kita akan belajar mobil. "


" em di tempat yang sama saat pertama kali aku belajar mobil. "


" apa nona dulu juga masih belajar. "


" ya tentu saja. tapi waktu itu aku belajarnya secara otodidak melihat di ponsel. kemudian mempraktekkannya. "


" oh seperti itu rupanya. aku rasa aku juga bisa. "


" ya cobalah. "


segera hana membuka layar ponselnya kemudian mulai mengetikkan beberapa kata kemudian tekan cari keluar lah berbagai video cara belajar mengemudi.


tiara juga memberikan waktu untuk hana belajar jadi tiara mengemudikan mobil cukup pelan.


" bagai mana apa ingin belajar sendiri atau di temani. "


" aku rasa sendiri saja nona. "


" baik aku akan menunggu di kursi itu kau belajarlah tak perlu terburu buru santai saja. "


" em aku mengerti nona. "


hana mulai mengemudikan mobil sesuai dengan apa yang ada di dalam kepalanya karena tiara juga tidak menjelaskan apa apa padanya.


dua putaran pertama mobil melaju pelan memperlihatkan bahwa hana memang benar belajar. kemudian dua putaran ke dua sudah semakin cepat menandakan hana sudah mulai terbiasa. kemudian di putaran ke tujuan mobil melaju sangat cepat sangat cepat bahakan di setiap tikungan akan terdengar dencitan ban dan aspal yang bergesekan. hingga di putaran ke sepuluh mobil berhenti.


tiara segera pergi menghampiri hana. hana juga segera keluar dari dalam mobilnya.


" cepat juga. "


" ternyata mudah sekali. "


" ya tentu saja mudah. apa kau masih ingin mencoba lagi. "


" aku rasa tidak nona, aku sudah merasa cukup. "


" baik lah lalu sekarang siapa yang akan mengemudi. "


" biarkan aku saja nona. "


" em ayo kita pergi buat surat mengemudi untuk mu. "


" baik nona. "

__ADS_1


kemudian hana dan tiara segera meninggalkan tempat latihan mobil itu. untuk pergi ke tempat jo-sep


" kak jo. "


" tiara tumben sekali menghubungiku. "


" ya aku berencana ingin ke tempat kak jo. "


" datang lah aku sedang tidak akan kemana mana. "


" em baik lah apa kak jo tida menginginkan sesuatu biar aku bawakan. "


" tidak perlu di sini semua lengkap datang saja lah. tak perlu membawa apapun tapi jika itu calon istri bawalah tak apa. "


" hah apa kak jo tak memiliki calon. "


" tidak. "


" mengapa pria setampan kak jo masih tidak memiliki calon. "


" hah mereka hanya melihat kedudukan dan kekayaan ku saja tiara aku malas untuk mereka. "


" ya sudah ku harap kak jo akan cepat memilikinya. "


" ya ku harap. "


" yasudah aku sedang di jalan. "


" ya


panggilan pun segera terputus.


" siapa dia nona. "


" kak jo. "


" oh apa dia sama dengan lauren. "


" em beda lauren adalah orang yang ada sejak aku masih kecil dan memiliki keluarga hinga sekarang sedang kak jo adalah murid dari guruku. "


" oh begitu rupanya. "


" eh hana kau tidak memiliki kekasih kan. "


" tidak nona. "


" nah kebetulan sekali mengapa kau tidak bersama kak jo saja. "


" eh mana bisa begitu nona. "


" em apa ada masalah hana. "


" bukan begitu nona. aku saja tidak pernah bertemu dengannya juga aku tidak tau aku akan menyukainya atau tidak karena percuma jika tidak ada rasa suka tidak akan pernah ada rasa sayang nona pada akhirnya salah satunya harus tersakiti. "


" jika begitu cobalah untuk dekat dan munculkan rasa itu lalu ubahlah menjadi sayang kemudian saling lah mencintai dan menikah dan memiliki anak. "


" itu........ "


" hahaha aku bercanda hana aku tidak memaksa mu itu kehidupanmu kau yang tentukan aku tidak memiliki hak apapun. "


" bukan begitu nona aku sudah menganggap nona keluarga ku saat ini jadi aku juga perlu restu nona tentang menjalankan hidup ku kedepannya. "


" ya itu juga tak masalah untuk ku. "

__ADS_1


__ADS_2