
hana dan tiara masih ada di jalan untuk menuju lokasi yang sudah iris berikan karena mereka juga sudah mulai bergerak untuk merayakan kelompok baru yang bernama asatsuki itu.
" hana pertahankan kecepatan kita akan menjadi pemain belakang saja biarkan mereka yang melakukannya. "
" aku mengerti nona. "
lalu tiara melakukan panggilan pada erika untuk memberitahu sesuatu.
" erika tak perlu menungguku jika kalian sudah tiba segera bergerak saja. "
" baik aku mendengarkan nona. "
" bagus tetap hati hati. jangan ceroboh walau kemampuan kalian tinggi. "
" aku mengerti nona. "
" ya sudah. " tiara segera memutuskan panggilan.
di jalur lain di mobil yang di kendarai erika dan han
" apa nona memberi perintah lain. "
" ya nona meminta kita untuk bergerak setelah sampai tak perlu menunggu nona. "
" oh baik lah jika begitu. "
setelah itu tak ada lagi pembicaraan antar ke duanya. sedangkan han yang seperti sedang ingin mengatakan sesuatu masih menimbang nimbang apa harus berbicara atau tidak. tapi tak lama setelah berpikir akhirnya han memutuskan untuk bertanya.
" erika. "
" em. " sibuk membolak balik belati.
" apa ku boleh bertanya. " sudah mulai berkeringat karena gugup
" ya tanyakan lah. " masih sibuk dengan belatinya.
" erika apa kau memiliki seorang yang dekat atau kekasih. " tanya han berusaha selugas mungkin untuk menyembunyikan kegugupannya.
erika yang tidak menyangka pertanyaan han membuatnya berhenti dengan aktifitasnya yang kebetulan sedang mencoba ketajaman bilah dari belati akibat pertanyaan dari han tanpa sengaja jari erika tergores.
perasaan aneh yang sangat kuat hingga jantung erika tiba tiba saja berdetak sangat kencang.
han yang memberi pertanyaan mencoba fokus untuk menyetir untuk menghilangkan kegugupannya sehingga han tidak melihat ke arah erika. han bertanya begitu karena sejak kejadian yang menimpa siang tadi terus mengganggu hati dan pikirannya dan rasa suka pada erika semakin kuat sebenarnya jan sudah sejak lama menyukai erika tapi menepisnya.
tapi setelah kejadian siang tadi han yakin jika perasaan suka itu bukan perasaan biasa saja jadi han mencoba kelelakiannya untuk mengungkapkan kan itu dan han sudah menyiapkan mental dengan semua yang akan terjadi.
sedang erika dia seperti tenggelam dalam pertanyaan han bayangan saat saat kebersamaannya dengan han dan adegan tadi siang muncul di kepalanya seperti layar proyektor.
han yang merasa ada yang aneh karena erika tidak menjawab. jadi han sejenak meliah erika yang terdiam melamun sebentar dan kembali lagi mengemudi itu terjadi sebanyak tiga kali dan mata han menangkap darah dari luka erika membuat han langsung membanting stir kemudian menepi. erika yang tidak siap akan hal itu terkejut dan kembali sadar dari lamunannya.
" han. " ucap erika terhenti karena jari yang terluka sudah merasa hangat ketika melihat nya han sudah memasukkan jari erika kedalam mulutnya.
erika di buat mematung dan jantungnya semakin berdetak kencang karenanya suaranya juga sangat keras hingga erika berharap jika han tidak mendengarnya.
" han. " ucap erika yang sudah sadar dari lamunannya.
" han. " tapi han tidak menjawab, erika yang kesal karena tidak di jawab segera menarik jari yang di hisap han. itu membuat terlepas secara paksa dan han tersentak kaget .
" erika lukamu. " ucap han tampak khawatir.
__ADS_1
" luka ini hanya luka gores, siang tadi aku sudah terluka cukup parah tapi kau tidak seperti saat ini. "
han segera menjadi salah tingkah dia segera bersikap untuk segera melajukan mobil lagi menyusul yang lainnya.
" oh eh maaf erika ayo kita jalan lagi. " ucap han untuk mengembalikan suasana.
" han. "
" ya. " ucap han yang sudah gugup.
" han. "
" ya... erika apa mobil ini ada masalah mengapa tidak mau jalan. " ucap han yang berkeringat.
plaaak...... suara tamparan renyah dan cukup keras terdengar.
" kau bodoh han mobil ini tidak akan pernah melaju kau saja tidak menyalakannya. "
" eh apa benar begitu. "segera han menyalakan mobil dan itu benar
tapi erika kembali mematikan mesin dan menatap han dengan tatapan rumit yang sangat susah di artikan oleh han.
" erika apa yang kau lakukan kita harus menyusul mereka. "
tapi erika diam saja terus menatap hana. han segera menyalakan mobil lagi tapi kembali lagi erika mematikannya.
" han aku tidak memiliki orang yang dekat denganku ataupun ke kasih. " ucap erika dengan tatapan tajam melihat ke arah wajah tampan han. sedangkan han dia tidak berani menatap langsung erika.
" oh ya sudah jika begitu. lupakan itu ayo kita jalan lagi. " ucap han
" han apa maksud dari pertanyaan itu. " ucap tiara karena pertanyaan han membuat erika merasa aneh jadi erika akan menyelesaikannya sekarang jika erika tidak merasakan apa apa erika akan biasa saja pada han.
" tidak ada erika aku hanya sekedar bertanya saja. "
" tidak ada erika. " han terus berkelit dan tidak ingin mengungkapkan perasaannya, dia sudah takut saat ini.
" han. "
......... han semakin di buat rumit
"han."
.......... han bingung
" han. "
........
" han. " ucap hana kemudian menarik krah baju han dengan kasar agar han mau menatap erika.
han yang mendapatkan lonjakan emosi dari dalam akibat tamparan dan panggilan erika membuat dirinya memanas sehingga hati dan pikirannya mengeras.
" aku menyukaimu erika. aku sangat menyukai mu. " ucap han dengan penuh emosi dan tatapan tajam yang juga bertemu dengan tatapan erika.
erika sedikit terkejut dan ada hawa hangat merasuki hatinya membuatnya tersenyum tipis kemudian melepaskan krah baju han.
" ayo jalan. "
han menjadi bingung dan tidak mengerti dirinya begitu di tekan tadi dan pada akhirnya hasilnya begitu hambar tidak ada kejutan samasekali. erika tidak memberikan jawaban yang memuaskan menurut han kepalanya berdengung hatinya tidak Terima dengan ini.
__ADS_1
" what.... "
" ya ayo jalan. " santai erika
" erika. " han masih mengharapkan jawaban yang memuaskan
" ya. "
" apa maksud semua ini. "
" apa. " hana kem bali bertanya pada han seperti menantang han.
han yang merasa lonjakan emosi lagi segera menarik wajah erika mendekat ke wajah han jarak mereka sangat dekat bahkan nafas keduanya saling bertabrakan.
" ada apa han. " erika kini lebih santai.
" bukan jawaban seperti ini yang aku ingin darimu. " ucap han sangat emosi
" lalu apa han....
kau bertanya aku memiliki kekasih atau tidak sudah aku jawab tidak lalu kau mengatakan kau menyukaiku ya suah lalu apa lagi han. " ucap erika semakin enteng saja.
" aku.... " bingung
" apa han. " tantang erika
" aku...... "
" ya apa han. " erika semakin berani dia mendekatkan wajahnya dan itu kini saling bersentuhan.
" erika ku menyukaimu aku ingin kau menjadi kekasihku. " ucap han dengan nafas berat dan memaksa batinnya untuk berani mengungkap kan perasaannya.
" tidak. " singkat erika.
seperti di sambar petir han merasa sangat sakit tapi tetap tenang dia sudah menyiapkan ini sebelumnya jadi han merasa dia sudah bisa menerimanya. han setelah mendengar jawaban dari erika segera menjauhkan wajahnya kembali bersikap normal dan dingin tapi kali ini lebih dingin auranya juga keluar mengubah udara di sekitarnya.
erika juga biasa saja dia kembali duduk dengan benar.
di mobil lainnya Sintia dan iris yang kehilangan mobil han sedikit bingung tapi terus melaju.
" iris di mana kak han dan kak erika. "
" entahlah mana aku tau. "
" apa kita tunggu saja. "
" tidak perlu. "
" ya sudah jika begitu. "
mobil terus melaju meninggalkan han semakin jauh
" iris mereka belum juga terlihat. "
" hmmm mungkin mereka masih melakukan sesuatu. "
" tapi ini tidak wajar iris. "
" di mana letaknya Sintia. "
__ADS_1
" ya tidak biasanya mereka begini iris mereka selalu mempersiapkan dengan matang dalam setiap hal. jadi sesuatu apa yang membuat mereka menghentikan perjalanan. "
" entah..... sudah mereka pasti akan menyusul sebentar lagi. "