Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
Akhir untuk Awal


__ADS_3

satu minggu sudah berlalu tiara masih terbaring di tempat tidur, dia tidak sama sekali membuka matanya sejak kembali dari pasar gelap. tristan yang senantiasa ada di sampingnya selalu bersama tanpa pernah lama meninggalkan tiara sendiri, dia sungguh sangat khawatir takut tiara tidak akan pernah bangun lagi.


" daddy... " panggil airin yang baru saja memasuki kamar tiara dan tristan.


" eh airin....


iya sayang ada apa....


kemari lah.... " ujar tristan.


airin segera mendatangi tristan kemudian tristan mengangkatnya dan duduk di pangkuan tristan. " daddy, tenanglah mama hanya kelelahan saja jadi mama butuh istirahat beberapa waktu. " jelas airin melihat tristan kemudian beralih melihat tiara.


" hem...... daddy hanya takut mama meninggal daddy sayang. " ujar tristan begitu dalam dan khawatir.


" sudah sekarang lebih baik daddy membersihkan diri dulu, siapa tau mama sebentar lagi bangun dan ketika mama melihat daddy yang berantakan pasti mama sedih. " jelas airin meminta.


" hah..... " tristan hanya menghembuskan nafas dirinya sangat berat untuk pergi hanya sekedar membersihkan diri.


" daddy... tolong dengarkan airin. hanya sebentar saja, biarkan mama bersama airin saja. " bujuk airin pada tristan.


" ya sudah daddy titip mama.


tolong segera panggil daddy jika terjadi sesuatu. " ujar tristan masih dalam menatap tiara.


" tenang saja daddy ada airin. " ujar airin dengan tersenyum.


" anak pintar....


daddy menyayangimu...... " ujar tristan memeluk airin kemudian mengecup ubun ubun airin.


" ya sudah daddy tinggal sebentar untuk mandi. " ucap tristan kemudian menurunkan airin dari pangkuannya.


tristan masih berpesan bahwa dirinya akan pergi sebentar dan akan segera kembali pada tiara setelah itu tristan mengecup kening tiara.


setelah itu tristan pergi airin segera berbaring di samping tiara. airin membisikkan tiara untuk segera bangun.


" mama cepatlah bangun airin dan daddy selalu menunggu mama untuk bangun. apa mama masih senang di sana apa mama tidak lagi ingin kembali. jika begitu mengapa mama tidak membawa airin juga. bangun ma airin merindukan mama. "


" mama...... mama..... mama...... mama..... "


airin yang kini ada di kegelapan tidak bisa melihat apapun hanya duduk memeluk lututnya sudah sejak lama dirinya di sana tanpa bisa berbuat apa apa kakinya sudah lelah karena tanpa henti berjalan untuk menemukan cahaya hingga akhirnya memutuskan untuk duduk saja.


tapi saat di akhir keputusasaan tiara sayup sayup mendengar suara seorang anak kecil yang memanggilnya mama.


" airin sayang airin dimana kamu nak.... " ujar tiara kemudian menangis kakinya yang sakit di paksa untuk bergerak.


" airin mama di sini nak...


dimana kamu sayang.....


jangan takut mama akan segera menemukan airin sayang..... " ujar tiara tapi kemudian terjatuh kakinya sudah benar benar sakit untuk berjalan. tiara hanya bisa menangis dengan terus memanggil nama airin.

__ADS_1


suara seruan mama kembali terdengar dan itu semakin jelas. tiara yang tidak mau kehilangan suara itu segera merangkak dengan bantuan tangannya kakinya kini sudah mati rasa.


di dunia nyata tiara yang berbaring tampak cairan bening dari sudut matanya keluar. airin yang melihat itu tidak berhenti membisikkan kata kata mama di telinga tiara.


dewa yang baru saja keluar dari kamar mandi sedikit kaget melihat tindakan airin tapi ketika matanya menangkap cairan bening yang keluar dari sudut mata tiara. tristan segera melakukan hal yang sma dengan apa yang di lakukan airin.


" sayang tiara bangunlah aku sangat merindukanmu. " ujar tristan berbisik. sedang airin sama sekali tidak terganggu airin terus saja membisikkan kata mama.


kembali dengan tiara yang masih terus bergerak dengan merangkak, sudah tidak tau berapa jarak yang di tempuhnya tangannya juga mulai kesakitan tapi tiara tidak peduli tiara terus mengikuti arah suara itu.


tidak lama suara lain terdengar itu suara orang yang paling tiara cintai.


" tristan tolong aku aku sudah tidak sanggup lagi tolong. "


" airin tolong mama nak. "


" bagai mana caranya aku bergerak aku sudah tak bisa merasakan kaki dan tanganku. tolong.... tolong. "


" tristan..... "


" airin..... "


" hahahaha........ kau akhirnya meminta tolong...... " ujar suara yang tidak memiliki wujud.


" siapa kamu.. " tiara.


" aku adalah kegelapan yang ada di dalam tubuhmu. aku adalah kejahatan, aku adalah dendam, aku amarah, aku kebodohan, aku juga kematian, aku dirimu, " ujar suara tanpa nama itu.


" hahahaha..... itu mudah. kau hanya perlu katakan saja meminta tolong padaku maka aku akan menolong bagai mana. " penawaran mahkluk tanpa wujud itu


" aku tau tidak ada makanan gratis pasti kau memiliki niat lain kan.... " ujar tiara tapi dirinya tidak berhenti untuk terus bergerak.


" hahaha..... kau tau rupanya. ya benar aku menginginkan tubuhmu jadi berikan saja tubuhmu padaku maka aku akan membawamu pulang untuk menemui anak dan suamimu. "


" dengarlah suara mereka. tampaknya mereka sangat merindukanmu, jadi lebih baik kau berikan saja tubuhmu padaku. "


" tak akan pernah. "


" kamu bodoh mau sampai kapan kau melakukan itu. "


tak lama setitik cahaya muncul jauh dari ke gelapan tanpa ujung itu. Tiara yang melihat itu segera memutuskan untuk menuju titik cahaya itu.


" oh apa kau ingin ke sana......


lihatlah betapa kecilnya titik itu. jika kau terus menggunakan cara itu kau akan lama untuk sampai. "


" aku tidak peduli. "


" keras kepala ya sudah. "


tiara terus bergerak air mata tidak henti hentinya mengucur. hingga lama merayap di maka tubuh tiara susah mencapai batasnya. tampak cahaya itu sudah sebesar 2 genggam tangan.

__ADS_1


" bagai mana apa kamu sudah menyerah lihatlah itu masih sangat jauh. aku yakin tidak lama lagi kamu akan mati karena kelelahan jadi........ "


" tidak akan pernah sekalipun jika taku harus mati untuk menolak pertolongan mu lebih baik aku mati. "


" kau keras kepala sekali........


kau tidak akan pernah sampai di cahaya itu aku jamin kau akan mati sebelum sampai di cahaya itu.


" aku tidak takut jika aku harus mati selama itu tidak di kendalikan oleh mu tubuhku ini. ".


" kau kenapa keras kepala. jika kau mati aku


juga akan mati lebih baik Terima tawaranku saja. kau masih akan tetap menikmati kebersamaan mu dengan keluargamu. bagai mana. "


" tidak. " ujar tiara kini dirinya sedang berguling. rasa sakit di tubuhnya tidak menghentikan dirinya untuk mendatangi cahaya itu. *karena suara itu semakin nyaring ketika tiara semakin dekat.


waktu berlalu entah tiara sudah berapa banyak berguling kini tubuhnya benar benar hanya tinggal satu gulingan lagi maka dirinya akan segera memasuki caya yang sangat besar itu. tapi tubuhnya benar benar sudah tidak mampu lagi tiara semakin menangis sejadi jadinya memohon untuk satu kali lagi agar tubuhnya bisa di gerakkan*.


di dunia nyata.


" mama kembalilah. " airin.


" sayang kembalilah. " tristan.


keduanya tanpa lelah terus membisikan kata di telinga tiara. air mata masih terus mengalir dari sudut mata tiara. menunjukkan jika tiara sedang berjuang untuk kembali.


" mama berusahalah mama kuat mama pasti bisa airin menunggu mama. " airin


" sayang ayo lebih kuat lagi aku di sini ayo sayang. " tristan.


di tempat tiara.


tiara yang mendengar itu semakin menangis tiara benar benar ingin menyerah dirinya sudah tidak bisa bergerak lagi.


" aku tidak bisa..... aku tidak bisa...... maaf...... " ucap tiara begitu sedih.


tapi dari dalam cahaya muncul dua sosok dengan senyuman indahnya. sosok yang sudah lama hilang dari kehidupan tiara. sosok yang tidak bisa di gantikan. sosok yang amat teramat begitu berarti bagi tiara.


" ayah..... ibu.....


apa kalian akan menjemput tiara. " ujar tiara senang melihat ayah dan ibunya.


" tidak sayang ini bukan waktu mu. perjalananmu masih panjang jadi sudah seharusnya kamu kembali. " ujar sang ibu.


" benar sayang kasihan anakmu jika dirimu pergi sekarang dia pasti akan sangat sedih. " ujar ayah tiara.


" tiara sudah merasakan kehilangan itu. " imbuh ibu tiara.


" tapi.... tapi... tapi... tiara sudah tidak kuat lagi bagai mana cara tiara harus kembali. "


ibu dan ayah tiara tersenyum kemudian keduanya menjadi cahaya yang secara mengejutkan tiba tiba saja memasuki tubuh tiara.

__ADS_1


__ADS_2