
hari itu juga setelah airin setuju untuk ikut tiara menyiapkan segala sesuatunya ke pantai bukanlah agenda sebenarnya hanya mengikuti tristan yang mengadakan pertemuan yang dekat dengan pantai sehingga muncul inisiatif sekalian ke pantai mengingat airin sangat suka dengan pantai.
tiara tidak lupa mengajak serta adel agar airin memiliki teman bermain nantinya. tak lupa juga tiara meminta hana untuk menemaninya selama tristan masih ada dalam pertemuan.
" halo hana apa dirimu sudah selesai berbulan madu dengan kak demian. " ucap tiara melalui telepon
" eh nona maaf itu demian begitu terburu buru jadi tidak sempat untuk memberi tau nona tentang pernikahan ini. " jelas hana sedikit gugup dan salah tingkah.
" ya sudah jika dirimu tidak sibuk tolong susul aku ke pantai menemani airin. "
" ba bai........ "
" tiara hana libur hari ini aku masih ada sesuatu yang harus di kerjakan bersamanya apa bisa. " ucap demian segera merebut ponsel dari hana sehingga hana tidak bisa meneruskan kata katanya.
" hah ya sudah terserah kalian saja lanjutkan lah. aku akan meminta Sintia saja untuk menemaniku. "
" kau sangat baik tiara. " balas demian
panggilan pun terputus setelah itu.
" demian apa yang dirimu lakukan mana bisa dirimu begitu dengan nona. " ucap hana kesal.
" hey sayang ingat dirimu tidak sendiri lagu dirimu sudah bersuami. " jelas demian.
" aku tau tapi yang dirimu tolak itu nona. " balas hana kesal.
" tiara sudah setuju tentang itu jadi tak ada masalah sekarang yang menjadi masalah adalah kita harus segera memiliki anak. " ucap demian lalu membawa hana dalam gendongannya dan membaringkan hana di kasur.
di rumah.
" airin apa sudah siap sayang. "ucap tristan.
" sudah daddy apa kita akan langsung berangkat atau masih menunggu tante Sintia, dan adel. " ucap airin kemudian bertanya.
" kita langsung berangkat sayang. tante Sintia dan adel akan berangkat dari rumah mereka nanti jadi kita akan bertemu di pantai nanti. " ucap tristan menjelaskan.
" ya sudah ayo daddy airin sudah siap. tak sabar rasanya ingin bermain di pantai. " ucap airin yang memang sudah tidak sabar sejak mendengar nama pantai.
" sayang apa dirimu sudah siap. " tanya tristan pada tiara yang baru saja keluar dari ruang ganti.
" sudah....kita bisa jalan sekarang saja tristan. " ucap tiara.
" sayang apa apaan dandananmu ini mengapa dirimu begitu cantik aku merasa tak tega membawamu ke laut. " ucap tristan.
" apaan sih tristan aku hanya memakai baju sederhana tanpa berdandan apanya yang menarik. " balas tiara.
" hah aku tidak peduli nanti malam kita harus melakukan itu. " ucap tristan.
" tristan....
airin sini sayang sama mama kita jalan yuk. " ajak tiara mengalihkan.
__ADS_1
" tidak ma hari ini airin mau di gendong daddy. ayo daddy gendong airin. " ucap airin membuat tiara membuatkan matanya tidak percaya.
" oke ayo tuan putri. " jawab tristan segera menggendong airin. airin yang di gendong tristan tampak sangat bahagia.
tiara yang melihatnya di buat tersenyum dan merasa hangat melihat kedekatan ayah dan anak itu.
" terimakasih sudah mengirimkan suami dan anak yang baik. aku akan menjaga keduanya dengan segenap jiwa dan ragaku. " batin tiara
berangkat akhirnya merek ini sudah ada di jalan dalam perjalanan ke pantai airin begitu semangat di minim airin tidak ada henti hentinya menyanyi.
tiara dan tristan hanya menikmati itu, mereka menjadikan nyanyian airin sebagai bagai nilai plus dalam perjalanan mereka. bukan karena suaranya tapi kata kata kata acak yang keluar dari airin.
sedangkan yang mereka tidak sadari kini mereka sedang di ikuti dari jarak yang cukup jauh sehingga tidak mudah di ketahui jika sedang di ikuti.
" aku akan segera menyelesaikan tugas ini sudah dua hari aku menunggu mereka keluar baru hari ini mereka keluar aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini sekarang. " ucap orang itu dengan aura gelap yang berputar di sekitaran mobilnya.
" Tuan sepertinya kesempatan itu datang hari ini target sudah terlihat. " ucap orang itu berbicara.
" bagus aku berharap banyak padamu dapatkan anak itu dan bawa padaku. aku akan memberikan sesuatu yang menarik jika dirimu berhasil nanti. " ucap darwin di kedalaman pasar gelap.
" tenang saja tuan aku akan segera kembali dengan hasil. "
" em..... "
kembali ke mobil yang di kendarai tristan, tiara dan airin.
" mama bisakah airin berbicara dengan adel menanyakan dia sedang ada di mana sekarang. " ucap airin pada tiara.
" em..... "
📞.........
panggilan keluar
Sintia.
" ya nona ada apa. "
" Sintia apa adel bersamamu....!!!
airin ingin berbicara dengan adel. "
" oh adel ya nona dia sedang bersamaku kami sudah dalam perjalanan nona. iris memutuskan untuk ikut. "
" oh bagus lah akan ada yang menemani anak anak hatinya jika iris ikut. "
" iya benar sekali nina. " jawab Sintia lalu menyerahkan ponselnya pada adel.
" sayang ini adel sudah ada. " ucap tiara menyerahkan ponselnya pada airin.
" terimakasih mama. " ucap airin. "
__ADS_1
" sama sama sayang. " ucap tiara.
" halo adel. "
" halo airin. "
" apa dirimu sudah jalan. "
" ya aku sudah jalan. bagai mana dengan mu. "
" aku juga. "
" adel apakah nanti kita akan mandi. "
" tentu saja ayah ikut bersamaku jadi aku akan memintanya menemani kita mandi nanti. "
ya begitulah kiranya omongan receh ala anak lima tahunan mereka hanya membahas tentang bermain saja.
singkatnya kini sudah tiba di tempat mereka akan menginap seperti villa dengan disain menarik di pinggir pantai.
" sayang dengarkan daddy.
daddy hari ini masih ada sedikit urusan jadi airin bersama mama dahulu setelah daddy selesai daddy akan segera kembali lalu bermain dengan airin. apa airin mengerti sayang. " ucap tristan yang akan pergi kembali untuk menghadiri pertemuan.
" ya airin mengerti daddy. lekaslah dan bermain bersama airin di sini. "
" tentu sayang. daddy akan secepatnya menyelesaikan urusan daddy dan kita akan bermain sampai puas. ya sudah airin sekarang masuklah untuk bersiap dan menunggu adel datang daddy masih ingin berbicara dengan mama. ok. " ucap tristan.
Airin mengangguk kemudian masuk kedalam villa meninggalkan tiara dan tristan di luar.
" sayang aku berangkat. " ucap tristan yang mengunci tiara dalam pelukannya.
" ya berangkatlah dan lekas kembali kasian airin. " ucap tiara.
" em.... tentu...
berikan aku hadiah. agar aku tidak berat meninggalkan istri cantik ku ini sendiri. " ucap tristan
" itu hanya akal akalan mu saja. " ucap tiara tapi tidak menolah segera menautkan bibirnya pada bibir tristan.
lama saling menautkan tiara melepaskan itu sedangkan tristan seperti masih tidak rela.
" sudah sana berangkat kita lanjutkan nanti malam saja. " ucap tiara.
" oke sayang sesuai permintaan mu ku harap siapkan dirimu jangan sampai seperti terakhir kali sampai dirimu pingsan. " ucap tristan.
" tristan..... "
" hehehe ya sudah aku berangkat. bersenang senanglah sayang. " ucap tristan mengecup kening tiara lalu pergi.
" hah dasar suami mesum. untung sayang. " ucap tara segera memasuki villa menyusul airin
__ADS_1