
tak lama iris kembali dengan dua gelas air putih dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman
" silahkan minuman sudah siap untuk dua wanita cantik. "
" iris dirimu bilang jus buah mengapa air putih. "
" ya sebening air ini lah perasaanku pada kalian berdua. "
" iris kau mulai lagi. " kesal erika sedang hana sudah tersipu kembali
" maaf maaf Sintia aku tidak tau untuk membuat jus. "
" lalu mengapa kau menawarkan jus tadi. "
" hehe itu hanya untuk agar aku terlihat keren saja. "
" lalu sekarang apa kau keren dengan menunjukkan kelemahan mu. "
"hehe hana apa aku masih terlihat keren. "
" eh itu me.. itu. ya. " dengan wajah menunduk karena malu dan tidak menyangka jika iris akan bertanya seperti itu padanya
" lihat sinti aku masih keren katanya. sudah sekarang kau saja yang membuatnya biarakan aku yang menemani hana di sini. "
" dasar itu hanya alasanmu saja untuk menggoda hana. iya kan. "
" tidak Sintia...... sudah sana pergilah. " usir iris
" hana jangan termakan ucapan manisnya. "
" eh. iya. "
sintia segera pergi ke dapur meninggalkan iris dan hana di ruang tamu berdua saja. tapi tak lama setelah kepergian Sintia tiara datang ke ruang tamu.
" selamat siang maaf membuat lama menunggu. "
" selamat siang juga nona tak apa tidak lama juga. "
" eh nona silahkan duduk nona. "langsung berubah 90 derajat setelah mendengar suara tiara.
" iris dimana Sintia. " tanya tiara
" Sintia membuat minuman nona jadi aku membantunya di sini. "
" oh baik lah. " ucap Sintia kemudian beralih melihat hana.
" ada yang bisa aku bantu. "
" sebelumnya aku minta maaf karena lancang dan berani menemui mu nona tapi aku benar benar butuh pekerjaan. "
" ya tak maslah bukankah aku yang mengatakan jika dirimu mengalami masalah datang lah. jadi sekarang perkenalkan nama mu dan semua tentangmu serta jelaskan apa yang di alami oleh mu. "
" baik nona namaku Hana Lafira, sebelumnya aku bekerja di mall di salah satu toko. semenjak kedatangan nona dan kepuasan nona atas pelayanan ku di toko membuat menejer toko itu menyukaiku dan menaikan jabatan ku walau aku masih baru di toko itu. tapi setelah itu semua karyawan lama tidak menerimanya terus berusaha menjatuhkan ku dengan segala cara. tapi karena aku sudah lelah dengan semua itu aku putuskan untuk memundurkan diri dan berhenti bekerja saja.
jadi begitulah nona. "
" ya keputusan yang tepat untukmu sekarang. lalu apa saja kemampuan yang kau miliki. "
" tak banyak nona salah satunya aku pandai dalam bahasa pemrograman, aku juga bisa membuat masakan, juga daya ingat yang tinggi nona. "
" hmm iris juga pandai dalam pemrograman. bukan begitu iris. "
" benar sekali nona. "
" jadi sekarang kau akan bisa bekerja sama dengan iris dan juga memasak bersama erika dan Sintia nantinya. "
" oh baik nona aku siap aku siap. "
" nona. " ucap Sintia datang membawa jus kemudian di letakkan di dekat hana dan tiara.
__ADS_1
awalnya iris sudah siap menerima jus itu tapi melihat Sintia menaruhnya di dekat tiara iris pun mengurungkan niatnya. "
" silahkan di minuman. " ucap Sintia.
" Sintia mana milikku. "
" buat aja sendiri sana aku malas denganmu. "
" uuu kau jahat Sintia
" iris jika mau kau bisa minum milikku. " ucap tiara yang hanya meminumnya sedikit.
" eh tidak nona aku bisa membuatnya di dapur. " dengan ketenangan dan kepercayaan diri.
" apa kau yakin iris. "
" yakin nona. "
erika dan hana di buat geli di perutnya melihat iris yang begitu yakin menolak tawaran tiara.
" ya sudah jika begitu. hana ini untuk mu dan mintalah Sintia mengantarmu di kamar selebihnya tanyakan saja pada Sintia. Sintia apa kau keberatan. "
" tidak nona semuanya beres denganku. "
" hana. "
" baik nona aku mengerti. "
" ya sudah aku kembali ke kamar dulu Sintia sudah masuk waktu makan siang siapkan lah. "
" baik nona. " ucap ketiganya bersamaan.
" iris karena dirimu tak menginginkan jus ini aku bawa saja ke kamar. " tiara pergi tanpa menunggu jawaban iris
setelah itu hana dan Sintia tertawa melihat iris yang tampak menyedihkan.
" kalian jahat padaku menertawakan ku dengan keras. "
" kalian pikir siapa aku mana sebanding dengan nona sampai berani minuman milik nona. "
" hahaha ya ya ya bagus kau sadar rupanya. yasudah hana ayo biar ku antar ke kamar mu saja. "
" baik tapi bagai mana dengan ini. "
" hana kartu itu di berikan nona untuk mu jadi ambillah kami semua mendapatkannya juga. " iris
" oh benarkah. "
"ya tentu saja ambillah jangan ragu. " sintia
" baiklah. " ucap hana
setelah beberapa waktu akhirnya waktu makan siang tiba tiara juga sudah ada di ruang makan begitu pun yang lainnya
" apa sudah siap semua. "
" sudah nona. " ucap semuanya bersama.
" ayo makan sekarang. "
semuanya pun makan dengan lahap, hana walau masih termasuk wajah baru dalam meja makan dia sudah tampak terbiasa setelah banyak tau dari Sintia, dan mulai mengenal yang lainnya juga.
" sudah selesai semuanya. aku berencana untuk keluar siang ini aku akan keluar bersama iris. sebelum itu apa ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan. " tiara.
" jika tidak ada yang mau di sampaikan ayo iris kita bisa berangkat sekarang. "
" baik nona. " jawab iris
kini iris dan tiara sudah ada di jalan mengunakan mobil sport.
__ADS_1
" nona kemana kita akan pergi. "
" jalan saja sampai menemukan sesuatu yang menarik. "
" baik lah nona. "
" iris bagai mana hasil latihan mu. "
" semakin sulit saja nona. walaupun aku yang membuatnya tapi ini sulit sekali kerena pengaturan nona dalam menciptakan sungguh luar biasa. "
" ya itu lah tujuanku semakin sulit yang kau lewati semakin kau akan terbiasa sehingga tidak lagi merasa terbebani dengan kesulitan itu. "
" em aku mengerti nona. "
" bagus lah. "
" nona sepertinya di depan ada pengalihan jalur. "
" kita coba tanyakan mengapa ada pengalihan jalur. "
" baik nona. "
kini mobil berjalan secara perlahan menghampiri salah satu petugas.
" selamat siang Pak mengapa jalanan di tutup dan di alihkan. " ucap iris yang keluar dari mibilnya
" ya selamat siang. di depan sekitar 200 meter terjadi kecelakaan beruntung kami masih menunggu bantuan datang. "
" oh seperti itu rupanya. ya sudah terimakasih pak kami pergi dulu. "
" ya silahkan hati hati di jalan. "
iris kemudian kembali kedalam mobilnya.
" ada apa di depan sana. " tanya tiara
" oh itu nona di depan terjadi kecelakaan beruntun kini mereka sedang menunggu bala bantuan datang juga ada korban yang terhimpit. "
" ya sudah kita lewat jalur lain saja. "
" baik nona. "
akhirnya tiara dan iris memilih melalui jalur lain yang terbilang jauh dan memutar juga merupakan jalur yang membelah hutan. ternyata hanya mobil tiara yang melalui jalur itu sedang yang lainnya seperti putar arah untuk kembali.
setelah cukup jauh ini mobil sudah memasuki jalur yang membelah hutan sebelah kanan dan kiri mereka merupakan hutan. keadaan yang sepi menemani perjalanan tiara dan iris.
hinga secara mendadak iris menginjak rem karena di kejutkan sesuatu yang melintas di depan mobilnya kemudian terjatuh.
" iris ada apa. "
" maafkan aku nona. aku melihat seekor singa yang tiba tiba keluar dari dalam hutan kemudian melintas di depan mobil tapi belum juga melewati mobil singa itu terjatuh. "
" apa kau menabraknya iris. "
" tidak nona. "
" ya sudah ayo kita lihat terlebih dahulu. "
" nona apa dirimu yakin untuk melihatnya ini singa nona bukan rusa. "
" ya aku yakin. pa beda singa dan rusa mereka tetap lah hewan kita manusia lebih terhormat. "
" nona mana ada hewan mengerti dengan rasa hormat. " ucap iris di dalam hatinya kemudian mengikuti tiara yang turun dari mobilnya
" tunggu nona. "
" ada apa lagi iris. "
" tunggu biarkan aku di depan mu nona jika singa itu tiba tiba menyerang biarkan aku yang menghadapinya. "
__ADS_1
" ya terserah kau sajalah ayo jalan segera lah periksa singa itu. "
" baik nona. "