
" nona mengapa tidak langsung membunuh orang itu. "
" itu urusan keluarga mereka jadi tak perlu aku yang menyelesaikannya. cukup membuka jalan saja selebihnya terserah mereka. "
" em aku mengerti nona. "
" lalu sekarang kita akan kemana. "
" pulang saja."
" baik nona. "
erika segera mengemudikan mobil kearah jalan kembali untuk pulang.
...****************...
Di kota sun
" sialan bukan hanya data data perusahaan dan lainnya yang mereka serang bahkan hampir seluruh uangku mereka ambil. "
" apa yang harus kita lakukan tuan
" diam, ya kita untuk saat ini diam jangan lakukan apapun sepertinya orang ini sangat kuat aku rasa dia salah seorang dari orang pemerintahan. "
" baik tuan. "
" tapi gadis itu begitu menarik jika nanti aku bertemu lagi dengannya aku akan berusaha untuk mengenalnya. "
" apa tuan tertarik dengan gadis itu. "
" ya aku tertarik. "
" akhirnya tuan muda tertarik pada seorang wanita. "
" alex apa maksudmu aku ini tidak normal dan tidak tertarik pada wanita. "
" eh bukan begitu tuan muda semua orang mengatakan itu karena tuan begitu menghindari wanita. "
" lalu apa itu bisa di katakan aku tidak normal. "
" hehehe sedikit tuan. "
" alex kau berani. "
" tidak tidak tuan muda maaf maaf aku menyesal. "
" hah sudah lah. "
" tapi tuan muda di perusahaan semua wanita begitu cantik bahkan mereka begitu sexy tapi mengapa tuan tidak tertarik pada mereka. "
" apa lagi yang bisa aku lakukan bahkan mereka tak mampu membuat mataku untuk melihat mereka bagai mana aku akan tertarik. "
" lalu bagai mana dengan gadis itu. "
" entahlah dia memiliki sesuatu yang membuatku begitu tertarik. "
" hah sungguh aneh gajah yang di depan mata tidak terlihat tapi kodok di sebrang lautan terlihat. "
" alex aku rasa ada yang salah dengan pribahasa mu. "
" itu versi ku tuan muda versi lama sudah tidak update lagi. "
" hah. ya sudah terserah kau saja. "
" tuan muda kemana kita akan pergi. "
" entah lah aku sedang suasana buruk. "
" ah baiklah bagai mana jika ke club atau tempat lainnya. "
" tidak tertarik. "
alex pun diam saja menunggu perintah selanjutnya saja.
__ADS_1
di rumah lebih tepatnya di dapur.
" hana. "
" iris mengapa kau tiba tiba bersuara kau membuatku terkejut bagai mana jika ini tumpah. "
" eh maaf aku sengaja. "
" iris...... "
" sudah jangan marah kau semakin cantik saja jika marah. "
hana segera berbalik menghindari wajah iris setelah mendengar kata kata iris.
" kemari biarkan aku membantumu. "
" tidak aku tidak butuh pergilah sekarang
" benarkah aku sudah bermaksud baik ingin membantu tapi kau mengusir ku. "
" ya akun tidak percaya kau akan membantu ku iris. "
" kau terlalu berprasangka pada ku hana. "
" sudah sana pergi. "
" ya baiklah aku pergi. " ucap iris
" eh ini enak.
hana bolehkah aku membawanya bersamaku. "
" ya bawa saja dan lekas lah pergi. "
" terimakasih hana. " iris pun pergi dari sana
hana kemudian berbalik maju dua langkah memastikan jika iris sudah pergi.
" hah dasar iris tak bisakah dia menggodaku. jika setiap hari seperti ini lama lama aku juga akan meleleh. tapi iris juga tampan. " ucap hana pelan kemudian berbalik cepat untuk melanjutkan pekerjaannya tapi saat berbalik hana menabrak sesuatu. yang membuat wajahnya terbenam wangi maskulin bercampur mint segera masuk kedalam hidungnya. saat hana mendongak dan melihat siapa orang yang sudah berdiri di belakangnya tanpa bersuara.
" halo hana apa kau baik baik baik saja. "
hana segera menunduk dan menjaga jarak wajahnya memanas ketika melihat ketampanan iris secara dekat.
" mengapa kau berdiri di belakangku. "
" hehe aku ingin meminta teh padamu. "
" pergilah akan segera aku buatkan. "
" eh apa kau baik baik saja hana. "
" aku baik pergilah. "
" eh ya baik lah aku akan menonton TV kau bisa membawa tehnya ke sana nanti. "
"em."
iris pun pergi setelah mendengar jawaban hana. sedang hana begitu malu dan memikirkan sesuatu.
" ini gawat apa iris mendengar semua yang aku katakan itu sungguh memalukan bagai mana aku akan menghadapi nya nanti pasti dia akan lebih sering menggodaku nantinya. mengapa aku begitu teledor dan mudah sekali terbawa perasaan. tapi iris memang tampan dia juga wangi. " suara hati hana dengan ekspresi wajah yang tidak menentu
" hana. " panggil iris dari belakang mengejutkan hana lagi
" iris kau sungguh keterlaluan kau sudah tiga kali mengejutkan akau. "
" eh maaf aku sudah memanggilmu beberapa kali tapi kau tetap melamun aku datang hanya ingin mengatakan tehnya jangan terlalu manis saja. "
" eh benarkah. "
" tentu saja apa yang kau pikirkan han mengapa melamun. "
" kau. eh tidak tidak pergi sana. " ucap hana keceplosan kemudian panik mengusir iris
__ADS_1
" em ya sudah aku pergi. " iris yang mendengar sedikit terkejut tapi karena pembawaannya yang tenang jadi tidak terlihat iris memutuskan pergi saja.
hana kemudian mulai membuat teh yang di minta iris tapi kemudian ada yang menepuknya halus dari belakang.
" iris mengapa kau kembali lagi dan apa kau menepuk ku pergilah. " tanpa melihat ke belakang. kemudian hana merasa jika kembali di tepuk.
" iris apa kau..... eh Sintia. "
" hana ada apa denganmu apa kau ada masalah dengan iris. "
" eh itu.... "
" apa iris menggoda mu lagi. "
" em. "
" hahahahaha yang sabar hana sepertinya itu akan berulang terus. "
" Sintia kau ini. "
" sudah lah biasakan saja. "
" ya aku akan mencobanya. "
"iris ini sungguh keterlaluan sampai membuat hana seperti ini jika terus berlanjut hana bisa bisa kecantol sungguhan dengan iris. tapi apa salahnya jika sudah takdir. " hati Sintia.
" hana apa teh itu milik iris. "
" ya. "
" kemari biarkan aku saja yang mengantarnya kau bisa melanjutkan pekerjaanmu aku akan segera kembali. "
" baik lah terimakasih Sintia. "
" em. "
Sintia kemudian pergi membawa teh untuk iris.
" ini teh mu. " ucap Sintia menyerahkan teh pada iris setelah tiba.
" eh Sintia di mana hana. "
" dia sibuk jadi aku membantunya. "
" oh terimakasih Sintia. "
" ya. "
" Sintia. "
" cukup aku tidak akan terbuai dengan kata katamu aku pergi. "
" ya baik lah. " jawab iris setelah Sintia melenggang pergi.
...****************...
tiara yang ada dalam perjalanan pulang kini sudah tiba di rumah seperti biasa tiara akan memejamkan matanya
" nona. "
" aku tau. " Tia membuka matanya kemudian keluar dari mobil
" erika bersiap untuk nanti malam bersama Sintia akun akan memberikan sesuatu untuk mu. "
" baik nona akan aku sampaikan pada Sintia
" ya sudah aku akan ke kamar. "
" ya nona. "
" segera panggil aku jika ada sesuatu yang penting."
" em baik nona. "
__ADS_1
tiara pun pergi setelah mengatakan itu erika juga kembali kedalam mobil membawa mobil ke dalam garasi.
setibanya di kamar tiara langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya