
" ya aku mendengarkan sekarang matilah terlebih dahulu untuk menyambut kedatangan malaikat maut di tempat ini. " tiara merobek perut orang itu secara vertikal dari atas kebawah dengan pisaunya sehingga menumpahkan seluruh isi perutnya.
" kau kalian. ada penyusup ada penyusup. " seseorang yang melihat apa yang di lakukan tiara berteriak lari kedalam mengatakan penyusup. "
" yah ketahuan... han apa kau siap. "
" hehehe aku selalu siap nona jika bersama denganmu. "
" bagus ayo kita jalan santai saja. "
" ayo nona apa aku boleh di depan nona. "
" ya kau perlu belajar jadi di depan lah. "
" hahaha baik nona aku akan belajar dengan benar malam ini. " ucap han senang.
han pun memimpin dalam perjalanan berdarah itu tiara mengikuti han dengan santai mulutnya bersenandung walau pelan itu masih terdengar. itu terdengar seperti lagu kematian yang terdengar begitu dingin merdu tapi menusuk di hati.
setiap langkah sepanjang jalan yang di lalui han selalu menghabisi siapa saja yang menghalangi jalannya dan tiara hingga tak lama setelah berjalan kini tiara dan han sudah tiba di sebuah ruangan luas seperti arena pertarungan di mana setibanya di sana han dan tiara di kepung dari segala sisi.
tak lama seorang paruh baya dengan bertelanjang dada datang dari salah satu sisi kepungan orang orang dia datang dengan merokok berjalan santai kemudian berdiri dengan renang melihat ke arah tiara dan han.
" kalian berdua ada apa datang ke tempat raja ini dan membuat kekacauan. " ucap orang yang menyebut dirinya raja dengan suara santai tapi mengerikan bagi orang biasa.
" aku datang mencari seseorang dia dulu bernama josep tapi sekarang dia bernama si iblis. " tiara
" keluarlah siapa yang di sebutkan oleh gadis ini. "
" oh itu aku raja. " segera sosok josep keluar dari sisi lain
" oh kau rupanya coba cari kejelasan untuk masalah ini. "
" baik ketua.... " ucapnya
" hey kalian siapa ada apa mencari ku. "
" paman apa kau lupa dengan keponakan mu yang dulu keluarganya kau bantai. " kemudian tiara membuka topengnya.
" kau kau apa kau tiara. "
" aaa apa paman ingat sekarang. "
" sedang apa kau di sini apa kau tau tempat apa ini. "
" ya aku tau orang di depan sudah memberitahuku. "
" raja dia anak dari orang itu. "
__ADS_1
" oh kau anaknya rupanya apa kau datang untuk balas dendam. "
" ya tepat sekali pak tua aku datang untuk itu apa kau terlibat juga. "
" hahaha ya aku terlibat itu karena aku yang menginginkan kekuasaan dia tapi sayang aku tak mendapat apa apa. "
" oh jadi kau juga harus mati pak tua. "
" oooo aku takut. haha.....haha.....haha.......
" ya kau harus takut pak tua. " ucap tiara
" kau terlihat begitu berani apa kau tak lihat kau bisa mati kapan saja sebelum berhasil menyentuh ku. "
" oh apa kah mereka semua aku bisa membunuh mereka dengan hanya menyebutkan kata mati saja. apa kau percaya. " tiara sudah menciptakan udara tajam di setiap leher orang yang mengepungnya.
" hahaha apa kau sedang membual anak kecil. "
" oh apa kau tak percaya pak tua lihat ini. " ucap tiara
" kau... " tunjuk tiara pada salah seorang. " MATI " segera orang itu mati dengan kepala terpisah dari tubuhnya.
semua orang di buat terkejut dan tak percaya tak terkecuali josep dan si raja itu sendiri
" bagai mana pak tua apa kau percaya. "
segera Queen menguasai tubuh tiara dengan senyum membunuh Queen mengatakan mati
" MATI "
maka semua orang yang berlari menyerang kini semuanya jatuh dengan kepala mereka terpisah dari tubuh mereka. sang raja yang melihat itu di buat terpaku tidak percaya dia baru kali ini melihat kematian secara bersamaan tanpa adanya duel atau pertarungan
" yah sudah habis sekarang tinggal kalian berdua saja bagai mana kalian ingin mati. "
" tiara tiara paman hanya di minta olehnya dengan di ancam akan di bunuh paman sangat takut jadi paman melakukannya kau tau kan paman sangat menyayangimu paman selalu menuruti semua keinginan mu. "
" oh maaf paman nasi sudah jadi bubur akun tidak bisa mengubahnya lagi. karena setiap hari malaikat maut datang kepadaku menanyakan kapan aku akan menjemputmu orang yang sudah terlalu banyak dosa. "
" tiara apa kau tak bisa memaafkan paman mu ini sungguh paman tidak bermaksud. "
door.....
door....
door...
" matilah bajingan kau terus saja membual. " ucap sang raja. yang rupanya melakukan itu.
__ADS_1
" uh sudah mati, terimakasih sudah membantuku melakukannya sekarang tinggal dirimu saja katakan bagai mana kau ingin mati. "
" hahaha aku sang raja mana mungkin aku mati yang mati itu harusnya kalian. "
door... door.... door.... door..... .......................... door... hingga peluru dari pistolnya habis. Queen menangkis seluruh peluru biru dengan pisaunya karena apa saja yang nampak di matanya akan selalu terlihat lambat.
" sudah habis apa ada lagi ayo coba keluarkan semuanya aku masih menunggu. "
" sial kau gadis kecil kau mempermainkan ku dengan wajah mu itu. ayo bertarung dengan ku akan ku buat kau mati. "
" han ayo saatnya kau belajar hadapi dia beritahu dia siapa aku. "
" baik nona. " jawab han
" kau bajingan tua ayo lawan aku dan lewati aku sukur jika dirimu bisa membunuhku. "
" sialan kau. akan ku bat kau menyesal. "
hiaaaaa.......
segera raja itu maju menyerang han han sendiri tidak diam dia juga maju. segera keduanya beradu pukulan saking serang saling tangkis sedang Queen duduk diam seperti bermeditasi membiarkan han melawan si raja.
adu tehnik bertarung terus di lakukan sesekali han yang di pukul mundur sesekali juga sang raja yang di pukul mundur keduanya begitu berimbang tinggal menentukan kekuatan fisik mereka saja yang akan melemah. Queen masih saja tidak melakukan apapun
" aku pikir dulu kau sangat mengerikan tapi tidak ku sangka aku bisa satu lawan satu denganmu sekarang. hahaha. " ucap han sambil menyerang dan menangkis
" kau akan menyesal karena telah datang dan melawan raja ini. "
" jika itu aku yang dulu mungkin aku takut tapi aku yang sekarang tidak. hahaha.
" sialan apa kau sedang merendahkan raja ini. "
" apa kau merasa seperti itu. maka itu benar. "
haaaaaaaaa........ sang raja bertambah marah ketika mendengar ucapan han serangannya semakin menggila dan semakin kuat. tapi bukan han namanya jika langsung melemah hanya karena musuh yang semakin menguat han sudah banyak belajar dari tiara bahkan han sudah pernah sampai di titik hidup dan mati.
pertarungan masih berlanjut tanpa ada tanda dari salah satunya melemah suara pukulan yang lolos dari pertahanan saling bersahutan.
satu jam kemudian keduanya memutuskan untuk menjaga jarak sang raja sudah di penuhi luka begitupun dengan han juga tapi han masih tersenyum dengan nafas yang masih teratur. sedangkan sang raja dengan posisi membungkuk memegangi dadanya dengan nafas yang berat dan cepat.
" kau hebat juga bisa melawan ku sampai selama ini dan kau masih begitu tenang. baiklah ayo kita serius ku rasa pemanasan nya sudah selesai. "
" han sudah cukup dia bukan lagi lawan mu. duduk saja biarkan aku kali ini yang melawannya " ucap Queen yang masih terpejam dengan duduk meditasi. "
" baik nona. " han dengan patuh duduk.
han tidak akan pernah melihat jika kini di tubuh si tua itu seperti tengah di bakar oleh api berwarna putih. fisiknya menipu lawannya agar bertindak bodoh tapi tidak dengan Queen walau sedang terpejam Queen tau semuanya karena energi di sekitar adalah mata dan telinga bagi Queen.
__ADS_1