Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 84


__ADS_3

Setelah cukup dekat dengan singa yang tengah terbaring lemah di aspal hanya menunjukkan sisi permusuhan saat melihat kedatangan iris dan tiara mengeluarkan suara khasnya jika sedang marah atau mengintimidasi.


eeerrrr...... eerrrrr..,...


" nona tampaknya dia sekarat. "


" ya aku tau kau juga melihatnya. mendekat dan periksalah secara teliti. "


" nona ini. "


" kau terlalu banyak berpikir iris lihat dan perhatikanlah. "


segera tiara maju setelah mengatakan itu dengan tatapan mata yang saling beradu. tira terlihat mendominasi untuk mematahkan intimidasi dari si singa.


" diam dan berbaringlah aku hanya ingin membantumu. "


singa yang juga mendengar apa yang di katakan tiara seperti terkejut membelalakkan matanya tak percaya kemudian mengaum..


seperti yang mengerti ucapan tiara singa itu kembali dengan wajah sendunya yang sudah sekarat tinggal menunggu mati saja.


" lukamu cukup parah apa yang membuatmu hingga terluka seperti ini, baik akan ku obati sekarang. " ucap tiara singa itu hanya diam patuh seperti anak kucing.


tiara segera mengeluarkan kotak dari balik bajunya mengeluarkan satu set jarum perak. tanpa berlama-lama lagi tiara langsung memulai proses pengobatannya. langkah pertama yang tiara lakukan adalah melakukan akupuntur pada singa itu langkah kedua tiara menyembuhkan luka yang di derita singa itu dengan energinya.


" sudah selesai sekarang kau akan baik baik saja jadi pulang dan kembalilah sekarang. "


bukannya pergi singa itu malah meletakkan dagunya di telapak kaki tiara setelah mengaum kecil.


" tidak bisa kau harus kembali jangan ikut denganku. "


singa itu seperti memohon agar tiara mau membawanya dengan terus mengaum kecil


" kau harus tetap liar di tempatmu tempatku tidak cocok dengan mu itu mengurangi keperkasaan mu yang menyandang raja hutan. jadi kembalilah dan jadi raja hutan yang sebenarnya. "


setelah merasa sudah tidak bisa ikut dengan tiara singa itu bangkit lalu menatap tiara lama kemudian berbalik untuk pergi tapi sebelum pergi singa itu berbalik lagi melihat apa tiara berubah pikiran ingin membawanya pulang.


" pergilah sampai jumpa lagi. "


setelah mendengar kata kata itu singa itu mengaum dengan keras kemudian mulai berlari ke dalam hutan dan menghilang.


" nona mengapa dirimu berbicara kepada singa itu apa nona bisa berbahasa hewan. "


" iris apa aku berbicara seperti hewan sedari tadi. kau berani padaku iris. " ancam tiara


" eh.... uh...... anu.... itu nona bukan begitu maksudku nona singa itu tampak bisa mengerti dengan semua ucapan mu nona, itulah mengapa aku bertanya aku mana ada berani padamu nona sungguh aku tak bohong. " jelas iris gugup


" ya baik aku mengerti maksudmu aku hanya mempermainkan mu saja. bukan sudah ku katakan kita itu mahluk yang lebih sempurna maka tunjukan itu pada hewan apapun tapi jangan munculkan sisi membunuhmu pada mereka karena mereka lebih peka dengan yang di sebut aura. manusia memiliki suara yang bisa dirasakan hewan. itu hanya masalah hati dari masing masing manusia untuk di tunjukkan pada hewan. "


" oh seperti itu rupanya nona lalu apa semua orang bisa melakukannya nona. "


" bisa tapi akan sulit, sudah jalan lagi lama lama aku bisa kelelahan karena menjelaskan semuanya padamu iris. "


" baik baik nona. "1


" nona ini sungguh orang yang luar bisa sekali kemampuannya memang benar benar di luar kemampuan manusia pada umumnya. aku semakin kagum saja pada nona. "


" iris berhentilah berfikir kotor tentangku ayo segera jalan. "


" eh baik nona kita jalan. "

__ADS_1


walau begitu iris masih terus membicarakan tiara di dalam hatinya. iris benar benar di buat kagum dengan tiara.


jalur yang panjang membutuhkan banyak waktu untuk melewatinya dengan mobil yang di kendarai dengan kecepatan sedang. tapi siapa duga ada mobil mewah yang keluar dari dalam hutan.


" apa di dalam hutan sana ada rumah mengapa ada mobil yang ke luar dari dalam hutan. "


" entah lah nona aku juga tidak mengetahui nya yang aku tau jalur ini hanya untuk pengendara yang sudah biasa lewat daerah sini dan juga tidak sendirian. "


" ya sudah jika begitu. tambah lah kecepatannya sekarang. "


" baik nona. " ucap iris


" nona bolehkah aku bertanya. "


" ya. "


" nona aku lihat tadi singa itu seperti ingin ikut benarkah nona. "


" ya. "


" lalu mengapa nona tidak membawanya saja. "


" karena tidak ingin saja. "


" nona bukankah hebat jika nona memiliki peliharaan yang berbeda dari yang lainnya apa lagi itu si raja hutan pasti sangat keren. "


" aku lebih suka dia liar di alam bebas dari pada menjadi peliharaan yang penurut. "


" begitu rupanya aku mengerti nona. "


" em. "


" iris kita pergi ke kafe aku ingin menikmati suasana hari ini. "


" sesuai permintaanmu nona. "


iris segera melajukan mobilnya lebih cepat untuk mencari kafe yang pas yang di inginkan tiara untuk menikmati suasana siang.



di kafe kini tiara dan iris sedang duduk menunggu pesanan mereka. tapi tiba tiba saja tiara merasakan aura membunuh tapi pemilik auranya sangat jauh dari tempat tiara berada.


tiara melihat sekitarnya melihat siapa yang akan menjadi target pembunuhan. setelah melihat sekitar tiara menemukan titik target yang akan menjadi pembunuhan . itu tepat berjarak beberapa meja dari tiara, seorang pria dengan baju yang cukup rapi dengan menggunakan topi. dan orang satunya mengenakan jas hitam sepertinya seorang asisten pribadi, pengawal atau yang lainnya.


" iris sebentar lagi akan ada pembunuhan dan targetnya orang yang duduk di belakang mu itu, empat meja dari tempat kita sekarang. "


" ah benarkah nona di siang bolong begini ada yang berani melakukannya. coba biar kulihat siapa targetnya. " ucap iris kemudian menoleh. kemudian melihat kembali ke arah tiara


" nona apa lelaki itu targetnya. "


" ya dia yang akan di bunuh. "


" lalu pembunuhnya di mana nona


" sekitar 500 m dari tempat kita. "


" itu berarti penembak jitu nona. "


" aku tidak tau. tapi datangi lah dia lalu katakan semuanya jika saat ini dia sedang jadi target pembunuhan. "

__ADS_1


" haruskah nona. bagai mana jika dia ditargetkan karena dia jahat. "


" kau ingin membantah ucapan ku iris.


" siap nona aku akan segera pergi menemuinya. "


segera iris berdiri dari duduknya kemudian meninggalkan kursinya berjalan menghampiri orang yang akan menjadi target pembunuhan.


iris yang mendekat dengan wajah penuh ketenangan membuat seseorang yang bersama lelaki itu bangkit menghalangi iris yang mencurigakan.


"hey lepaskan aku aku hanya bermaksud baik. "


" tidak bisa silahkan pergi saja. sebelum aku berbuat kasar padamu. "


" tapi ini sungguh penting jika terlambat akan buruk kedepannya. "


" alex biarkan saja aku tidak merasakan niat buruk dari nya. " ucap lelaki itu


" ah baik lah tuan muda. " ucap si alex


" tuan terimakasih karena sudah memberikan waktumu untukku bolehkah aku duduk. "


" ya duduk lah. " ucap lelaki itu


" ada apa kau datang dan memaksa untuk bertemu denganku. lalu siapa kau. "


" siapa aku itu tidaklah penting yang harus tuan dengarkan adalah saat ini nyawa tuan sedang terancam sekitar 500 meter dari sini ada orang dengan dengan sniper sedang menargetkan tuan. " jelas iris


" benarkah siapa kau sebenarnya. "


" itu tidak penting sekarang aku pergi kembali ke meja ku tugasku hanya itu semoga beruntung tuan. tetaplah bersikap biasa tuan agar dia tidak curiga. "


lelaki itu menganggukkan menyetujui kepergian iris iris sendiri tersenyum lalu pergi.


" nona sudah aku lakukan sekarang apa yang harus kita lakukan. "


" panggil lah pelayan dan minta berikan kertas ini pada orang itu. "


" baik nona. "


sedangkan lelaki itu tengah berbincang dengan alex.


" tuan muda ini sangat berbahaya. "


" ya aku tau. jika aku melakukan hal yang mencurigakan dia akan langsung menembak ku. "


" lalu apa yang harus kita lakukan tuan. "


" diam dan tenanglah. " kemudian menoleh ke belakang melihat ke tempat iris yang sedang duduk bersama seorang gadis.


"permisi tuan seseorang menitipkan ini untukmu. " ucap pelayan yang datang


" oh baik terimakasih. " segera lelaki itu melihat kertas itu yang rupanya di dalam ada sebuah pesan


" jika kau mendengar suara petikan jari segeralah menunduk. " isi surat


lelaki itu segera menyimpan kertas itu di sakunya. mulai menajamkan indra pendengarannya.


" iris pergi temukan pelakunya lalu amankan dia. "

__ADS_1


" baik nona. "


__ADS_2