
" Tidak ada apa apa nona kami hanya menunggu nona saja. " iris
" benar sekali nona. " erika begitupun yang lain mengangguk.
" ya sudah ayo masuk saja. "
" baik nona. "
" iris apa dulu dirimu kabur melalui jalan ini. " tiara
" tidak nona aku melewati lorong yang di sebelah sana karena saat aku akan melewati lorong yang ini aku melihat banyak orang dengan senjata bahkan jeritan. "
" oh. lalu di mana tempat mereka melakukan operasi dan di mana sangat bos berada. "
" mengikuti lorong ini kita akan menemukan ruangan bos dan sisanya ruang operasi nona. "
" oh. "
setelah selesai mengatakan itu tepat saat akan berbelok rentetan tembakan terdengar hujan peluru menembus dinding tiara yang di depan segera mundur untuk berlindung.
" sepertinya mereka sudah menunggu kita.
silahkan kalian atasi aku akan menunggu. "
" baik nona. " ucap semuanya
iris segera menggunakan tenaga dalamnya menyelimuti tubuhnya. bergerak sangat cepat keluar dari tempat berlindung nya kemudian di susul dengan tembakan.
pihak musuh yang tidak menyangka jika akan ada perlawanan tidak bisa berbuat banyak sekitar sepuluh orang mati akibat tembakan yang iris lakukan selebihnya mereka berlindung menghindari tembakan iris.
erika dan yang lain melihat musuh yang mulai meredakan tembakan segera menyusul iris memberikan serangan balasan. sedang tiara masih duduk santai mengelap senjatanya sambil bersenandung.
sekitar 10 menit beradu tembak akhirnya tidak ada lagi suara tembak menembak itu menandakan jika pertarungan itu sudah usai. tiara yang duduk segera bangkit keluar menyusul yang lainnya.
" nona di sini ruangan bos itu dan yang di sana itu merupakan ruang operasi. " ucap iris.
" ya sudah kalian urus si bos itu aku akan ke ruangan operasi. ingat jangan membunuh si bos bawa dia pada ku. "
" aku mengerti nona. "
" kami mengerti nona. "
" bagus. " kemudian tiara menyerahkan senjatanya pada erika tiara sendiri mengambil belati yang erika miliki. "
__ADS_1
" sekarang bergerak lah dan tetap berhati-hati. "
" baik nona" kemudian mereka berpencar tiara bergerak sendiri sedangkan yang lainnya bergerak bersama.
di rumah hana yang melihat CCTV yang sudah di retas di buat tak percaya dengan apa yang di lihat.
" sepertinya aku datang ketempat para pahlawan super. apa aku juga akan menjadi seperti mereka yang membunuh orang. tapi mereka tidak membunuh sembarangan mereka hanya membunuh sampah sampah penyakit, tapi tetap saja itu pembunuhan. sedangkan aku saja tak pernah membunuh bahkan bertarung saja tidak. tapi jika di bully sering. hem mungkin ini sudah takdirku di pertemukan dengan mereka agar aku bisa berubah mengangkat diriku agar tidak ditindas lagi. hah sudah di putuskan aku akan terus bersama mereka walau harus menjadi seperti mereka. " hati hana
kembali ke lokasi di mana kini tiara sudah memasuki ruang operasi. bau darah sangat tajam menusuk ke hidung tiara yang pada dasarnya lebih peka dari orang biasa lainnya.
di lantai juga masih ada genangan darah dan di meja operasi juga masih ada orang yang terbaring dengan dada terbelah dia seorang wanita. selain di meja operasi ruangan sekitarnya sangatlah redup minim sekali pencahayaan.
tiara juga bisa merasakan niat membunuh yang kuat dari beberapa orang serta aura di sekitarnya mengandung unsur kesedihan yang dalam. dan tanpa aba aba Queen segera menguasai tiara menandakan bahaya sudah mendekat dan nyawa adalah taruhannya.
tak lama sekelebat bayang lewat yang secara tidak di duga seseorang dari arah belakang bergerak sangat cepat berhasil menyayat lengan Queen. seperti orang pada umumnya darah segera keluar. Queen juga meringis ke sakitan. kemudian berputar melihat sekitarnya mencari siapa yang menyerangnya.
belum juga berputar secara penuh serangan lainnya datang tepat mengenai betis dari Queen kembali Queen mengadu kesakitan. dan kembali lagi melihat sekitarnya dengan waspada dan mengeluarkan belati yang di ambil dari erika.
" siapapun kalian keluarlah jangan menyerang ku dari kegelapan. " Queen
tapi tak lama serangan kembali lagi di lancarkan tepat mengenai lengan tiara yang memegang belati. darah segar kembali keluar akibat sayatan itu raut wajah kesakitan tampak di wajah Queen.
" keluar ayo hadapi aku. "
sekitar 1menit kemudian serangan sudah tidak ada lagi tak lama dari sisi kegelapan keluar 5 orang dengan pakaian yang sama.
" hahaha. bagai mana gadis kecil apa kau sudah sekarat sekarang cepatlah mati agar aku bisa mengambil bola matamu yang indah itu. "
" haha kau sedikit hebat juga masih bisa bertahan sampai di titik ini. segeralah mati aku sangat ingin otak mu. "
begitu pun seterusnya di ikuti yang lainnya mengharapkan Queen untuk segera mati. tapi mereka tidak tau saja Queen yang sedang menundukkan kepalanya dengan darah terus mengalir di setiap lukanya. dan seperti sangat kesakitan, tapi di balik wajah yang menunduk ada senyum jahat yang tersirat.
" kalian berlima aku akui kalian hebat bisa menyatu dengan kegelapan sehingga tidak terlihat. "
" aku juga akui kalian sangat cepat dan kombinasi serangan kalian sangat bagus. "
" kalian juga akan sangat menyulitkan jika hanya di hadapi satu orang bahkan jika lima orang sekalipun. "
" tapi apa kalian sadar jika ada yang salah. "
" apa karena kesombongan kalian itu. atau kemampuan kalian yang masih di tingkatan tengah itu. "
" apa kalian tidak sadar sebenarnya aku yang mengatur kalian untuk melukai bagian bagian tubuhku yang tidak vital. "
__ADS_1
" ya jika itu orang lain mungkin kalian hebat sempurna dan kemampuan kalian tinggi tapi bagiku kalian seperti siput. "
" aku tau semuanya kalian bersembunyi di mana dan kapan akan menyerang ku. "
" aku juga sudah mengarahkan kalian untuk melukaiku di bagian yang sudah aku mau lalu sekarang kalian masih sombong." Queen segera kembali lagi berdiri dengan wajah sumringah sudah tak tampak lagi wajah kesakitan sudah tak ada lagi rintihan kesakitan senyum merkah tercetak jelas di wajahnya.
" sekarang giliranku. " ucap tiara yang sudah hilang dari posisinya dia menyatu dengan sekitarnya.
" apa kalian terkejut. maka kalian juga akan merasakan takut sebentar lagi. " ucap tiara tanpa ada perwujudannya
" kau pikir kau lebih hebat dari kami. "
" kau pikir dengan caramu mengikuti cara kami kau bisa menyerang kami. "
" apa kau tidak lihat kau sendiri dan kami berlima. "
bukan menjawab tiara malah tertawa cekikikan yang begitu menyeramkan suaranya menggema pecah di seluruh ruang seperti tiara tidak berdiam di satu tempat tapi dia ada di mana mana.
suara senandung yang lembut halus dan dingin mulai terdengar di kuping 5 orang itu setiap nada nya membangunkan bulu kuduk mereka punggung mereka pun mulai terasa dingin.
tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara pintu yang terkunci dan tampak Queen sudah berada di pintu kemudian berbalik melihat ke arah lima orang itu setelah mengunci pintu.
kemudian hilang lagi, kembali suara senandung terdengar seperti lagu kematian di telinga mereka mereka berlima mulai menempel satu sama lainnya saling beradu punggung. masing masing mata dari mereka mengawasi sekitarnya.
" bersiaplah aku akan mulai. " ucap Queen
" sialan apa kau mencoba menakuti kami itu tidak akan berpengaruh. "
" kau yang pertama. " cras.......
Aaaaa.... paha bagian depannya sudah tersayat rapi.
" sial ini sakit. " ucap orang itu yang terluka.
craaaaaas.... kembali lagi salah seorang dari mereka tersayat bagian dada atas sebelah kirinya
craaaaaas......
craaaaaas......
craaaassss.....
setiap lima orang itu kini sudah mendapatkan luka di tempat yang berbeda di tubuh mereka. suara teriak kesakitan bersautan bergantian.
__ADS_1
Queen juga tidak diam kembali lagi dia melakukan serangan yang di mana tiara sudah ciptakan energi tajam pada setiap lima orang sebanyak 20 energi tajam di setiap tubuh mereka jadi tiara hanya diam duduk melihat mengendalikan energi tajam itu untuk bergerak.