Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 70


__ADS_3

di negara lain tepatnya di kota hanzong di kediaman AUSTIN , arlan yang tengah bersiap untuk berangkat mengurus sesuatu di datangi pelayan rumah dengan membawa sebuah amplop coklat.


" tuan muda maaf mengganggu ada paket untuk tuan muda. "


" oh ya terimakasih siapa pengirimnya. "


" tidak jelas tuan muda hanya seorang kurir yang di minta seseorang untuk mengantar paket ini untuk tuan muda. " jelas pelayan itu


" ya sudah kamu sudah bisa kembali ke tempatmu. "


" baik permisi tuan muda. "


" ya. "


" siapa orang yang sudah mengirim paket padaku tanpa nama pengirim membuatku penasaran saja. " suara hati arlan


arlan segera membuka amplop itu dengan menyobek salah satu sisi dari amplop kemudian mengeluarkan isinya yang ternyata berisi flashdisk dan juga surat. arlan yang memang sudah penasaran segera membaca suratnya.


" *ini hanya sekedar pelajaran untukmu karena sudah mengusik ku, aku kembalikan semua data milik mu yang hilang dan lain kali ingatlah jangan pernah mengulanginya lagi keluarga austin tidak lah sulit untuk ku hilangkan dalam semalam tanganku tidak sebersih kelihatannya. " isi surat yang langsung di tulis tangan oleh tiara


" siapa sebenarnya wanita ini, dia begitu misterius bahkan keluargaku tidak ada di matanya. hah....... sepertinya kedepannya akan sulit untuk mengenalnya. " hati arlan*


kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi jo.


" jo datang lah ke rumah utama sekarang. "


" baik tuan aku akan segera datang. "


segera setelah itu panggilan pun terputus kini arlan mulai berperang antara hati dan pikirannya mengingat surat yang berisi peringatan dan ancaman pada keluarganya serta mengingat bagai mana tiara membantunya waktu itu membuat arlan semakin yakin untuk tidak menyentuh tiara lagi. arlan juga berpikir jika tiara ini bukanlah seorang gadis pada umumnya.


tak lama jo datang langsung menemui arlan yang tengah tenggelam dalam pikirannya. jo memang tidak tinggal bersama di ke diaman utama jo tinggal di apartemen. karana arlan membebaskan jo untuk juga bisa bersenang senang di luar.


" tuan aku datang. "


" oh jo sudah tiba rupanya duduk lah. "


" terimakasih tuan. "


setelah jo duduk arlan menyerahkan surat dan flashdisk padanya.


" bacalah surat itu kemudian minta seseorang untuk mengurus flashdisk itu. "


" baik tuan. " setelah mengatakan itu jo pun membaca surat yang di berikan tiara pada arlan. sejenak jo akan menampilkan wajah mengernyit kemudian serius kemudian tidak percaya.


" apa pendapatmu jo. " tanya arlan yang sudah melihat jo melipat kembali surat itu.


" aku rasa gadis itu sangat lah berbahaya untuk tuan dan keluarga sepertinya dia memiliki seseorang yang kuat di belakangnya. "


" ya itu juga ada dalam pikiranku jo. " ucap arlan kemudian membuang nafar dengan lesu


" jangan pernah lakukan apa lagi jo aku tidak ingin melibatkan keluarga hanya karena kesalahan kecilku. "

__ADS_1


" baik tuannya akan ku segelas kerjakan


" yasudah ayo sekarang kita pergi melihat hasil dari penempaan batu yang aku dapat kemarin. "


" bai tuan. " segera jo bangkit dari duduknya di ikuti arlan yang langsung melangkah untuk segera pergi.


sedang tiara yang sudah tidak memiliki kegiatan apapun memutuskan untuk menemui erika dan Sintia yang tengah berlatih.


tiara yang sudah tiba segera masuk melihat latihan keduanya. tiara yang mengamati rupanya Sintia cukup berbakat dalam belajar dasar ilmu beladiri dan juga begitu keras dalam berlatih.


setelah lama memperhatikan tiara pun memutuskan duduk seperti sedang bermeditasi. tapi memang nyatanya tiara tengah bermeditasi. tiara sedang membentuk tempat latihan bertarungnya dalam alam bawah sadarnya. Tempat ini sebenarnya adalah hasil dari olahraga pikiran tiara yang mengembangkan dari hasil olahraga dirinya menyatu dengan energi alam.


tiara yang bisa di bilang ada di dalam dunia buatannya itu tengah bertarung awalnya satu lawan satu kemudian dua lawan satu terus berlanjut hingga tidak terasa tiara sudah menghabiskan waktu 3 jam.


erika dan Sintia yang sudah selesai satu jam yang lalu. melihat tiara yang duduk tenang tapi di basahi keringat membuat keduanya bingung dan penasaran.


taka lama tiara menyudahi latihannya dengan membawa kesadarannya kembali pada tubuhnya. kemudian tiara membuka matanya yang secara langsung melihat dua orang yang tengah memperhatikannya.


" apa kalian sudah selesai berlatih. "


" eh iya sudah nona. "


" em sudah berapa lama aku duduk di sini. "


" nona sudah duduk sekitar 3 jam. " erika


" oh hanya sebentar saja rupanya. "


" nona sebenarnya nina sedang melakukan apa hingga nona begitu lama duduk tanpa bergerak dan nona juga berkeringat. " Sintia dan erika yang bersahutan.


" tidak." jawab keduanya sama


" oh baik lah suatu hari nanti kalian akan mengerti. " ucap tiara.


" Sintia duduk lah disini dahulu erika ayo bangun sekarang. "


" baik nona. " ucap keduanya


" sekarang erika bersikap lah dalam posisi bertarung. " ( erika segera siap dalam posisi bertarung kuda kudanya sudah di kokoh kan) " erika pandangan lurus lah ke depan sekarang bayangkan seseorang untuk di jadikan lawan mu. " ( erika mulai berfokus mengabaikan sekitar mencoba membayangkan tiara dalam pikirannya.) " sekarang setelah bayangan itu nyata dalam pikiranmu coba wujudkan di di hadapanmu. "


( erika mulai mencoba mewujudkannya. untuk awal tiara membantu dengan mengumpulkan energi alam untuk mewujudkan apa yang di pikirkan erika.)


segera setelah itu bayangan sosok tiara yang transparan muncul di hadapan erika. Sintia sedikit terkejut awalnya melihat sosok yang muncul menyerupai dirinya. Sintia juga melihat itu terkejut bukan main karena baginya bukan sosok tiara yang membuatnya terkejut tapi ketidakmungkinan menciptakan sosok dari dalam pikiran ke dunia nyata. itulah yang membuat Sintia terkejut.


" setelah muncul mulai lah bertarung dengan sosok itu rasakan itu seperti nyata. " ( erika yang mendengar apa yang di katakan tiara mulai menyerang sosok bayangan tiara begitupun sosok itu ikut menyerang erika.)


pertarungan itu seperti nyata di mana erika benar benar terluka, memuntahkan darah bahkan terlempar, tapi erika bukannya melemah dia malah bersemangat dengan memunculkan senyum jahat di sudut bibirnya.


tiara yang melihat tidak bisa untuk tidak percaya dengan erika yang begitu gigih dan keras kepala melawan sosok bayangan dirinya. sedang Sintia hanya melongo dengan mulut terbuka sedikit menunjukkan sisi cantik dan manisnya dari keindahan yang di milikinya salah satunya bibir.


satu jam kemudian erika masih tidak bisa menang melawan sosok itu " erika berhenti sekarang lanjutkan besok ini hari pertamamu tidak baik. " (erika yang mendengar segera berhenti memberikan penghormatan pada sosok itu kemudian konsentrasinya kembali lagi pada dirinya sendiri. membuat bayangan itu pecah kemudian hilang. )

__ADS_1


" duduk dan bersihkan dirimu dahulu. "


erika duduk dengan patuh sesuai perintah tiara.


" Sintia bagai mana denganmu aku lihat dasar mu sudah mulai terbentuk jadi kurasa sudah bisa apa dirimu mau mencoba. "


Sintia penuh dengan semangat mengangguk setuju segera bangkit kemudian berjalan lalu bersikap siap bertarung.


sama dengan proses yang di lakukan erika Sintia pun melakukannya tapi sedikit lebih lama dan sosok yang muncul bukan tiara lagi melainkan sosok erika yang menjadi lawannya kali ini. pertarungan segera berlangsung dengan Sintia yang menyerang dahulu.


Setelah satu jam tiara juga menghentikan pertarungan Sintia dan memintanya duduk. sama dengan erika Sintia juga babak belur .


" bagai mana apa kalian sudah mengerti dengan apa yang aku jelaskan tadi tapi bedanya hanya kalian melakukan dalam sadar aku tidak. "


" ya kami mengerti nona. "


" bagus jadi aku sudah tidak berhutang penjelasan kepada kalian bukan. "


" ya nona. "


" nona. " celetuk erika karena masih ada yang membuatnya penasaran.


" ya erika. "


" nona apa kita masih bisa berlatih seperti tadi lagi. "


" bisa. " diam sejenak. " tapi itu akan sangat lama kalian butuh konsentrasi penuh dan keyakinan hati jika sosok yang ada di depan kalian nanti nyata juga harus sering melatihnya agar bisa mendapatkan cara kalian masing masing. apa sudah mengerti. "


" kami sudah mengerti nona, terimakasih sudah memberikan pelajaran berharga untuk kami. "


" ya itu hanya hal kecil saja. " santai tiara seperti tidak ada yang spesial dari pengetahuan yang di ajarkan pada erika dan Sintia.


berbeda dengan keduanya yang menganggap pengajaran tiara lebih berharga dari sebongkah emas.


" kurasa sampai di sini saja untuk hari ini aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan diri. "


" baik nona silahkan. "


setelah kepergian tiara erika dan Sintia tidak segera pergi melainkan masih mengobrol bersantai ria.


" kak erika kau sungguh berani memikirkan nona dalam latihan tadi. "


" aku tidak bermaksud hanya saja orang pertama yang muncul adalah nona dan itu sangat nyata. "


" lalu bagai mana saat pertarungan tadi apa kak erika sungguh merasakan sakit. "


" mengapa kamu bertanya padaku Sintia bukankah kau melakukan nya juga. "


" iya sih tapi itu benar benar nyata aku sungguh merasa sakit tadi. "


" aku juga sama. "

__ADS_1


" di umur nona yang masih muda sudah menguasai beladiri yang di luar nalar bahakan pelatihannya saja tidak membutuhkan lawan tanding. " Sintia


" ya aku juga semakin kagum dengan nona. "


__ADS_2