
ucap Queen setelah berhasil menghindar dari serangan dadakan yang di lakukan si bos itu.
" sial rupanya kau begitu berbakat dan berkemampuan. baiklah sepertinya aku mengaku kalah saja karena percuma aku takkan menang. " ucap si bos membuang pedangnya dan berjalan ke arah meja nakas di samping tempat tidur mengambil air untuk minum seperti tidak merasakan sakit dengan luka yang di derita di punggungnya.
" kau sudah memainkan trik licik denganku dan mengaku kalah. lalu kata apa yang pas untuk menyebut dirimu itu. " ucap tiara masih dengan lagak santai dan lugu nya.
si bos itu masih belum berbalik dia menunduk dan tersenyum. " kata yang pas untukku ya. " diam sebentar, kemudian berbalik. " kurasa tidak ada yang pas. "
door.... door... door.... door.... door.....
si bos itu menembak kearah Queen secara beruntung hingga peluru dalam pistolnya habis.
tapi sama halnya seperti sebelumnya Queen menahan setiap peluru yang datang dengan pedangnya.
" sudah ku katakan di awal gerakan mu sangat lambat dan peluru ini juga masih kalah cepat dengan mataku jadi sia sia saja usahamu. "
" ya kau benar kau menipuku dengan wajah mu yang polos dan lugu hingga aku meremehkan mu. sekarang aku sudah tak memiliki trik lagi untuk membunuhmu, apa kau ingin membuatku sekarang maka bunuh lah atau kau ingin pergi pergilah aku tak perduli atau kau ingin menyiksaku maka siksa lah. aku sudah lama tak pernah merasakan apa yang namanya rasa sakit aku memiliki kelainan di mana aku tak bisa merasakan sakit. " jelas bos itu
tapi Queen tak menjawab dia hanya mengangkat pedangnya secara horizontal menghadap lurus tepat pada si bos itu. lalu entah bagai mana tiba tiba pedang yang di pegang oleh Queen sudah tidak ada.
tapi pedang itu tidak kemana, kini pedang itu tepat tertancap dan tembus di bahu sebelah kanan bos itu.
bos itu baru sadar ketika melihat pedang yang di pegang oleh Queen telah hilang setelah pedang yang menancap pada dirinya itu membuat dirinya terdorong kebelakang.
" sejak kapan. " ucap bos itu tak percaya.
" sekarang apa kau percaya aku bisa membunuhmu sejak tadi hanya saja aku tak ingin jadi berhenti mengatakan kematian. lalu sekarang kau mengatakan ingin mengetahui apa itu rasa sakit. Datanglah padaku atau aku yang datang padamu. "
karena merasa tertantang dan juga penasaran dengan angkuhnya maju menghampiri Queen dan dengan tenangnya mencabut pedang yang menancap di bahunya kemudian menancapkan kembali di lantai.
ketika berdiri tepat di hadapan Queen orang itu begitu tinggi dan Queen hanya sedada bos itu.
" sekarang apa yang ingin kau lakukan aku sudah maju dan berdiri di hadapanmu. "
" nona. "
" diam lah di tempatmu erika cukup lihat saja jangan lakukan apa pun. " sedari tadi erika sudah menyiapkan senjatanya tapi ucapan Queen selalu terngiang di telinganya untuk diam. jadi erika tak melakukan apapun hanya diam han melihat saja.
__ADS_1
" baik nona. "
Setelah itu Queen mulai bergerak sangat cepat menotok setiap syaraf milik si bos itu yang menyebabkan si bos itu bisa kembali merasakan sakit.
di mulai dari ubun-ubun kemudian kepala bagian belakang leher belakang leher samping kanan leher samping kiri belakang telinga kanan dan kiri secara bersamaan selanjutnya dahi tengah dada dan terakhir pusar.
ahk.... ini sakit sekali aaaaaahkkkkkk..... sakit
teriak si bos itu kesakitan setelah Queen menotok syarafnya.
" bagai mana apa kau suka dengan rasa sakit itu lah rasa sakit yang kau bayangkan dari dahulu nikmatilah. "
" hah hah hah... ini sungguh menyakitkan tapi aku masih sanggup untuk menahannya. sekarang ayo bertarung dengan tangan kosong akan perlihatkan kekuatan bertarung ku padamu. "
" ya majulah. " ucap Queen santai.
orang itu mulai menyerang Queen dengan pukulan tendangan dan lain sebagainya rupanya si bos ini selain ahli berpedang dia juga ahli bertarung tangan kosong.
tapi Queen menghadapinya dengan santai
" bergerak seperti angin bertiup seperti udara mengalir seperti air kokoh seperti karang keras seperti batu tajam seperti pedang gelap seperti malam terang seperti siang sejuk seperti pagi tenang seperti mati. "
mulut si bos itu mengeluarkan darah tapi dia masih hidup dan ingin berbicara.
" jika ada kehidupan kedua di dunia ini setelah aku mati aku hanya ingin menjadi pengikut mu. " dengan suara tersedat karena banyaknya darah yang keluar dari mulutnya
tiara tidak meresponnya dia melihat ke arah erika kemudian mendekat.
" ayo pergi erika karena dia sudah mati. "
" bagai mana dengan dua wanita itu nona. "
" jika kau ingin bunuh saja mereka jika tidak buatlah dia diam agar tak mengatakan apapun" setelah mengatakan itu tiara keluar dari kamar menyisakan erika dan dua wanita itu, sedang si bos sudah di pastikan mati.
erika mendekat kearah wanita itu kemudian menatap mereka lama.
" ampun ampuni kami, kami hanya pemuas nafsu saja kami juga baru datang ketempat ini kami tidak tau apa apa. "
__ADS_1
" ya baik lah kalian bisa pergi setelah menyuntikkan ini pada diri kalian sendiri. " melemparkan dua jarum suntik pada wanita itu
ke dua wanita itu sedikit ragu untuk menyuntikkan nya.
" kalian akan tetap hidup jika itu di suntik kan tapi jangan pernah mengatakan apapun tentang kejadian ini jika tidak kalian akan mati. "
kedua wanita itu segera menyuntikkan jarum suntik itu pada tubuh mereka masing masing.
" ambillah uang orang itu di dalam dompetnya atau di manapun lalu kalian pergi dari sini sejauh mungkin. dan jika aku masih bertemu kalian atau orang ku melihat kalian di kota ini maka saat itulah kematian kalian di tentukan. "
" baik baik kami akan pergi jauh dan tidak akan kembali. Terima kasih Terima kasih. "
" ya. " setelah itu erika pergi begitu saja
lalu apa yang di berikan erika pada kedua wanita itu kenapa tidak di jelaskan. itu akan terungkap nanti dan itu merupakan satu bagian dari erika sendiri.
" bagai mana apa sudah. " tanya tiara yang rupanya sudah kembali menggantikan Queen.
" sudah nona aku tidak membunuh mereka karena mereka juga hanya wanita panggilan yang tak mengerti apa jadi aku meminta mereka pergi saja dari kota ini. "
" ya terserah dirimu saja. dan satu hal lagi ambil semua memori dari CCTV di sini dan aku akan mengambil seluruh senjata yang mereka simpan untuk diperjual belikan. "
" baik nona. "
kini erika dan tiara berpencar tiara mencari lokasi di mana senjata senjata tersimpan sedangkan erika mencari ruangan kontrol.
kita fokuskan saja pada tiara yang sedang mencari senjata.
erika mulai memanfaatkan energi sekitarnya untuk mengetahui letak ruang penyimpanan senjata. setelah beberapa detik erika mulai menemukan titik tempat penyimpanan senjata erika segera mengikuti benang energi yang menuju titik tempat penyimpanan senjata itu.
rupanya itu ada di sebuah kamar dengan keamanan yang sangat canggih. tapi sayang bagi tiara tiada lah guna tiara menggunakan energi nya membuka secara manual dan tak butuh waktu lama kamar itu terbuka dan ternyata itu sangat lah berbeda dari ruang senjata lainnya di mana ruangan itu berbentuk tangga yang menurun di kanan kirinya tersusun berbagai senjata dan di setiap tangga ada tumpukan kotak yang di dalamnya berisikan senjata semuanya.
tiara yang tak mau ambil pusing dengan senjata itu mulai menerbangkan semua senjata di tempat itu bahkan yang di dalam kotak pun keluar dari kotaknya dan ikut terbang.
setelah itu tiara berjalan keluar dari kamar itu dan seluruh senjata itu mengikuti tiara dari belakang. berjalan tak begitu lama sampailah tiara di mobilnya dan mulai memasukkan senjata senjata yang di dapatnya. untung saja tiara membawa mobil seperti biasanya bukan mobil sportnya
tak butuh waktu lama kini mobil sudah di penuhi dengan senjata dan hanya menyisakan ruang di bagian pengemudi dan di sebelah pengemudi.
__ADS_1
tiara hanya menanti kedatangan dari erika setelah beberapa menit erika keluar dari dalam markas menghampiri tiara