Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
178. ibu tristan


__ADS_3

hari hari dilalui hingga berganti bulan tiara dan tristan semakin saling mencintai. mereka sering menghabiskan waktu berdua saja tak jarang juga mereka mendapatkan serangan mendadak tapi tiara yang memiliki kemampuan tak terlihat selalu membantu tristan ketika hanya sedang berdua saja.


bahkan satu persatu musuh tristan hilang secara misterius tanpa di ketahui. ya secara perlahan tiara terus bergerak membantai setiap musuh tristan.


hari ini tiara sedang mengikuti tristan untuk menemui ibu tristan yang sedang sakit rencana itu sudah ada sejak lama hanya saja baru bisa di lakukan mengingat beberapa bulan belakangan musuh musuh tristan yang terus bermunculan.


jadi ke duanya masih sibuk untuk mengurus para musuh itu dan sudah 1 minggu para musuh tidak lagi muncul jadi tristan memutuskan untuk menemui ibunya bersama tiara.


" apa kita berangkat sekarang. " tanya tiara.


" ya kita berangkat sekarang saja. " jawab tristan


" perlukah membawa seseorang untuk berjaga jaga. "


" em boleh saja. "


" ya sudah aku akan minta hana saja. karena hanya dia yang masih sendiri jadi tidak akan ada masalah yang rumit harus terjadi. "


" ya aku rasa itu lebih baik. " ucap tristan


singkatnya kini mereka sudah dalam perjalanan hana yang membawa mobil menuju lokasi yang sudah tristan beritahukan pada hana. hana yang memiliki daya ingat super sekali tristan menjelaskan hana langsung mengingatnya tanpa ada yang di lupakan setiap detailnya.


" hana... " panggil tiara.


" ya nona. "


" tidak kah dirimu ingin seperti yang lainnya yang berpasangan. "


" aku tidak terburu buru nona aku mengikuti alurnya saja. fokus ku saat ini adalah dirimu saja nona selama dirimu baik baik saja aku akan baik juga. "


" apa tak ada orang yang bisa melunakkan hatimu hana. "


" sampai saat ini tak ada nona. naga ini masih menjunjung tinggi kehormatannya. "


" hah ya kau memang naga. " ucap tiara


hana hanya tersenyum saja karena memang benar hana masih tidak memikirkan itu yang ada di pikirannya hanya ingin selalu mengikuti tiara saja.


" hana.... " panggil tristan.


" ya tuan. "


" apa ada kriteria khusus untuk pasanganmu nanti. " tanya tristan


" setidaknya dia bisa menahan imbang aku saja tuan dan yang penting jangan pernah menyakiti aku atau pun nona. "


" em.... menahan imbang ya. aku rasa itu akan sulit.


benarkan sayang. " tanya tristan melempar pada tiara.


" tidak sulit. "


" aku sudah beberapa kali melihat hana bertarung tidak ada musuh yang berhasil melakukan serangan padanya jadi akan sangat sulit menemukan pasangan yang bisa menahan imbang dia. "


" itu karena duniamu terlalu sempit. dunia ini luas bukan tidak mungkin ada orang yang kuat bisa menahan bahkan mengalahkan hana. "


" iya tapi siapa. "


" em ada satu orang mungkin. "


" siapa. "


" biarkan takdir yang berbicara. "


tristan dan hana di buat berpikir keras dengan apa yang di katakan tiara kira kira siapa orang itu dan bagai mana tiara bisa tau.


di tempat lain di bandara seorang laki laki tampan dengan tubuh yang tegap baru saja turun dari pesawat


__ADS_1


segera setelah itu lelaki itu melepaskan kaca matanya sorot mata yang tajam dan juga dalam sangat terlihat. aura yang terpancar mampu membuat siapapun merinding.


" apa kau sudah yakin untuk pergi sekarang. " ucap seorang pria tua


" ya aku ingin menikmati hidupku setelah sekian tahun lamanya. "


" tapi apa kau akan membantu pasukan perbatasan jika dalam masalah. "


" tidak ada yang akan mampu melewati perbatasan. aku sudah menaruh 25 orang di sana. bahkan satu orang di sana bisa menghabisi satu batalion dengan dirinya saja tanpa membawa apapun. "


" hah ini hanya jika saja. "


" ya hubungin aku saja jika itu terjadi. "


" ya sudah nikmati lah hidupmu. jika di kemudian hari dirimu tak ada rumah kembalilah rumah itu akan selalu terbuka untuk mu. "


" ya. "


" ya sudah aku hanya sampai di sini saja. baik baik lah. "


" em. "


akhirnya keduanya berpisah di bandara itu dia segera keluar dari bandara dan menaiki sebuah mobil yang memang sudah di siapkan.


" aku datang adik, apa kabarmu sekarang. tunggulah aku akan segera menemukanmu. " ucap lelaki itu yang kini sudah memacu mobilnya


saat sudah jauh tiba tiba saja dia berhenti karena ada seorang kakek yang berdiri di tengah jalan. segera lelaki itu keluar dari mobil karena dia sangat tau siapa orang yang sudah menghentikannya.


" guru.... "


" apa dirimu sudah putuskan. "


" sudah guru. "


" hmm ya sudah itu terserah dirimu saja. "


" plaaak..... dia bukan adikmu. "


" aduuuuh... pukulan guru masih saja sakit sama seperti dulu. dia memang bukan adik sedarahku guru tapi aku sudah menganggapnya adik. "


" hah ya sudah terserah dirimu saja. adik mu itu sudah menikah sekarang. "


" apa....


bajingan mana yang sudah memaksa adikku menikah akan ku buat dia menjadi bubur. "


" plakkkkk...... itu sudah takdir adikmu menikahi lelaki itu karena hanya lelaki itu yang mampu. "


" oh begitu rupanya. aku miris sekali sebagai kakak. hatiku seperti di cabik cabik. "


" plaaaak. "


" aduuuuh guru sakit jika sekali lagi guru melakukan itu kepala ku ini akan pecah aku masih tidak memiliki istri. "


" aku bahkan bukan hanya ingin sekali memukul kepalamu aku ingin memukulnya setiap saat. "


" eh ampun guru. " segera bergeser jauh.


" kau ingin memiliki istri rupanya. "


" ah benar guru aku kan dewa perang harus memiliki istri yang bisa menemaniku" ucap lelaki itu tapi sudah bersiap jika gurunya itu akan memukulnya


" dia sudah ada. " ucap lelaki tua itu kemudian pergi begitu saja


" apa maksudnya guru. " bertanya tapi tidak berusaha mengejar.


tapi lelaki tua itu terus berjalan tidak mempedulikan lelaki muda itu.


" hah guru memang selalu misterius kepadaku. " kembali memasuki mobil dan melakukannya.

__ADS_1


sedangkan tiara dan tristan kini sudah tiba di tempat di mana ibu tristan berada. tiara yang melihat tempat tinggal itu sedikit terkejut karena rumah itu sama seperti rumah yang tristan tinggali bersama tiara saat awal menikah dulu.


" tristan bukankah rumah ini. "


" ya rumah ini sama dengan rumah kita hanya saja di tempat yang berbeda. "


" aih begitu rupanya. "


" tuan sudah kembali. "


" tuan......


......


......


.....


.....


......


......


" ya. " jawab tristan


itu adalah red, blue, dan black beserta orang orang lainnya.


" kalian di sini. " ucap tiara.


" benar nona kami semua di sini di bagian belakang rumah ini lebih tepatnya jadi sedikit tersembunyi . " jawab red


" oh. "


" yasudah ayo masuk saja ke dalam. " ucap tristan


" em. " jawab tiara langsung saja merangkul lengan tristan


sedangkan hana masih berbicara bersama red jadi tidak mengikuti tiara.


" sayang apa hana mengenal red. "


" entah lah aku tidak tau. "


" tapi kelihatan mereka sepertinya pernah bertemu."


" ya sudah asalkan tidak saling pukul dan bunuh tak perlu di pikirkan. "jawab tiara


" ah benar juga. "


akhirnya keduanya masuk ke dalam rumah tiara di buat lebih terkejut lagi karena semua yang ada di dalam itu sama seperti rumah tristan tidak ada yang berbeda dalam detailnya.


" kita langsung saja temui ibu saja ayo. "


" ya. " jawab tiara mengikuti tristan ke sebuah kamar mandi.


" eh kenapa ke kamar mandi. "


" ini bukan kamar mandi biasa ini life bawah tanah. "


" eh benarkah. "


" tentu saja. "


segera tiara dan tristan dikirim ruang bawah tanah. setibanya di sana tristan langsung membawa tiara ke sebuah ruangan yang rupanya kamar di sana terbaring wanita paruh baya tapi masih terlihat sangat cantik dan muda.


" tristan pulang. " ucap tristan. mendekati ibunya yang terbaring.


" ibu tristan sudah pulang lihat tristan sudah memiliki istri yang cantik dan baik sama sepeti yang ibu inginkan namanya tiara. " jelas tristan mengenalkan tiara.

__ADS_1


__ADS_2