
Dekan li masih bersabar menghadapi tuan muda ini dan terus merendah saja agar tidak timbul masalah lainnya karena danish adalah tuan muda yang tidak bisa menerima apa saja jika salah satu keluarganya mengalami masalah. maka dia akan sangat brutal dan bisa membunuh siapa saja yang melakukan hal itu tanpa pandang bulu.
" tuan aku memiliki seseorang dia adalah seorang jenius medis di umur yang masih sangat muda. " ucap dokter li dan itu berhasil membuat danish dan lainnya tertarik mereka mendengarkan dengan baik setiap kata li suan.
" tapi sayang dia bukan dokter atau tabib dia hanya orang biasa jika tuan mau dan mengijinkan dia untuk mengobati tuan besar aku akan berusaha membujuk nya agar mau datang. " ucap dekan li
" ho kau mau membawa bawa seseorang itu sama saja pada akhirnya kau juga akan mati jika kakekku meninggal."
" terserah kau saja tuan muda aku tidak lagi peduli dengan hidup dan mati ku. "
" kau matilah. "
door......... suara tembakan itu menggema di dalam rumah sakit membuat semua orang panik bahkan dokter yang ada di ruang ICU sudah pasrah mereka sudah yakin jika dekan li mati mereka hanya tinggal menunggu giliran saja
" danish dasar kau bodoh bukan ini caranya. "
" dia terlalu berani ayah dia hanya seorang dokter apa dia tidak melihat siapa kita sampai berani berkata seperti ini. "
plaaaak........
" anak tidak tau diri kau membuat masalah yang rumit kali. " ibu danish sudah tidak tahan dengan danish yang terlalu brutal.
" maaf ma. " danish langsung menunduk dia hanya takut terhadap dua orang yaitu ibu dan kakeknya jika ayahnya dia hanya menghormatinya saja.
" dekan li. " ucap ayah danish
" simpan itu dan jangan pernah gunakan lagi di sini. "
" baik ma. " patuh
" dekan li bagai mana dengan luka anda. " ibu danish juga ikut menimpali suaminya dimana li suan sudah tertembak di bagian lengan sebelah kirinya.
" tak apa tapi ku mohon cukup aku saja yang mengalami ini jangan sampai yang lainnya juga jika itu terjadi aku akan melapor pada persatuan dokter seluruh dunia agar tidak lagi menerima kalian berobat di manapun. " ucap li masih berusaha untuk menggertak agar status mereka tidak lagi di gunakan untuk menekan seseorang.
" kau masih beruntung tidak mati tapi masih mengancam keluargaku kali ini kau akan mati dokter sialan. "
" danish. " ucap sang ibu dengan suara dingin yang segera membuat danish berlutut hanya dengan itu. " sekali lagi kau bersuara bahkan jika kau anak satu satunya aku sendiri yang akan membunuhmu. " danish benar benar gemetar takut bahkan tidak lagi bersuara.
" dekan li tolong maafkan anakku ini dia begitu menyayangi kakeknya aku akan memberikan kompensasi untuk ini dan juga aku akan membayar dua kali lipat untuk pengobatan ayahku. "
"benar dekan li maafkan dia. dia masih terlalu muda untuk mengerti situasi kuharap dekan li tidak memperpanjang ini. " ibu danish
" dekan li gawat pasien semakin kritis bagai mana ini. " ucap salah satu dokter keluar. "
" apa bagai mana bisa. " li sangat terkejut dan panik dia melupakan rasa sakit nya segera masuk kembali ke dalam untuk memeriksa li sudah tak memperdulikan orang di sekitarnya.
" dengar ini anak bodoh jika kakekmu meninggal hari ini orang pertama yang akan menyusulnya adalah dirimu. " ucap dingin ibu danish yang berusaha ditenangkan oleh suaminya.
" sudah jangan begitu dia anak mu. "
" ya dia anak ku tapi dia terlalu dimanja olehmu lihatlah harusnya kau sebagai ayahnya bisa tegas kalian sama saja. "
dua orang laki laki itu hanya diam saja karena tidak lagi berani melawan singa betina yang sedang marah.
di dalam ruangan ICU
li sibuk mempertahankan nyawa dari pasien dia seakan tidak terluka dokter lainnya juga sibuk karena mereka sudah merasa bersalah menyerahkan itu semua pada li suan.
" hah aku tidak tau ini akan bertahan berapa lama. " ucap li suan yang sudah berkeringat dam mulai merasakan nyeri di lukanya. "
" dekan li..... "
__ADS_1
" sudah ini hanya luka kecil tolong suntikkan aku pereda nyeri ini sudah sangat menyiksa.
" baik dekan li. "
setelah sepuluh menit li suan kembali ke luar lagi untuk meminta ke putusan dari pihak keluarga. li keluar hanya dengan ke mejanya yang satu lengannya sudah di lipat, jasnya sudah tidak di gunakan lagi karena sudah penuh dengan darah.
" dekan li bagai mana. "
" aku masih bisa mempertahankan hidup tuan besar tapi aku tidak tau sampai berapa lama. keputusan ada pada kalian jika kalian menyerahkan tuan besar pada kami maka hanya bisa menunggu keajaiban. tapi jika kita memanggil orang itu kita juga bertaruh semoga keajaiban itu datang. "
" jika menurut dekan li orang ini bisa maka kami berharap dekan li bisa mendatangkan nya kami bergantung pada dekan li sekarang. "
" baik lah jika begitu. tapi kuharap kalian tidak mengusik orang ini karena terakhir kali dia yang mengusiknya langsung bernasib mengenaskan. terutama tuan muda perjalanannya masih panjang jangan sampai terputus hanya karena mengusik orang yang salah. " nasehat dan juga peringatan dari li yang masih peduli walau sudah di tembak.
danish sendiri sebenarnya ingin menimpali tapi takut dengan tatapan ibunya jadi dia hanya diam dan menunduk saja
" baik dekan li kami mendengarkan. danish ayo katakan. " ibu dari danish
" aku mengerti. " terpaksa. "
" kuharap dia baik baik saja nanti. " ucap li suan.
" ya sudah aku akan coba meng hubunginya dahulu. "
" silahkan silahkan dekan li. "
sedangkan tiara baru saja tiba, tiara juga sudah memarkirkan mobil tapi ketika dia akan membuka pintu untuk masuk ponselnya berbunyi
dokter li...... nama yang tertera di layar ponsel tiara tiara yang sudah tau siapa yang menelpon segera menerimanya.
" ya dokter li ada apa. "
" nona ini aku aku...... "
" itu nona bisakah nona membantuku. aku sedang kesulitan karena ada pasien yang tidak bisa aku tangani mungkin nina bisa walau tidak sembuh total. "
" oh ya sudah aku akan kesana. "
" tapi nona pasien sudah sangat kritis. "
" ya sudah aku akan secepat mungkin tiba di sana. "
" baik terimakasih nona. "
panggilan terputus dan tiara segera memasuki rumah dia tidak terlalu terburu buru untuk ke rumah sakit tiara masih ke kamarnya mengganti pakaian dan mengenakan jaket kemudian masker.
" nona dirimu akan keluar lagi. " hana
" iya hana aku akan ke rumah sakit seseorang membutuhkan kan ke ahlian ku. "
" boleh kah aku mengantarmu nona. "
" ya boleh saja. "
akhirnya hana dan tiara pun pergi menuju rumah sakit. sedangkan di rumah sakit kini li dan yang lainnya masih menunggu kedatangan tiara.
" dekan li bagai mana apa dia bersedia datang. "
" ya dia bersedia kita hanya menunggunya saja. "
" syukurlah jika dia bersedia kuharap dia bisa menangani ayah. "
__ADS_1
tak butuh waktu yang lama tiara sudah tiba di rumah sakit dia segera menuju ruang ICU sesuai yang di katakan li suan.
" nah itu dia sudah datang ucap li suan. "
" yang mana. "
" yang mengenakan jaket dan masker. "
" dia masih sangat muda aku rasa. "
" ya benar dia memang sangat muda. " jawab li
" dokter li. "
" nona terimakasih sudah datang. "
" eh ada apa dengan lengan mu dokter li mengapa sampai di perban dan bayak bercak darah. "
" oh tidak apa nona hanya kesalahan pahaman kecil saja aku baik baik sja nona. "
" apa mereka yang melakukannya. "
" itu..... " li sedikit tidak enak untuk menjawab karena takut tiara terganggu.
" itu karena aa........ " ibu dannish berusaha menjelaskan tapi kata katanya sudah di sambar danish sehingga terpotong.
" aku menembaknya kenapa apa ada masalah dengan itu. " ucap danish yang terlihat arogan.
" aduh dasar anak sialan jika kau sudah tidak sayang dengan nyawa kakekmu tak apa katakan itu. masalah ini akan rumit aku tidak tau harus apa. sudah dua kali aku meminta bantuannya dan di sambut dengan hal yang tidak enak terus. " hati lisuan menggerutu
" dokter li lebih baik lupakan kita pergi saja dan copot nama dokter yang melekat padamu. karena mereka yang butuh kita tapi mengapa mereka yang mengatur kita. "
" nona tapi...... " ucap li
" ayo pergi dokter li bisa bekerja padaku akan ku buatkan rumah sakit yang lebih baik lagi. "
" anak kurang ajar dia benar benar ingin mati di tanganku ya. " ibu danish sudah geram dan gemetar tapi masih di tahan dan suaminya juga menahannya.
" baik lah nona. "
" ya pergilah dasar kalian sampah tak berguna. " ucap danish
" dan.......... " ucap ibunya tapi terhenti karena danish sudah dikirim terbang menabrak dinding hingga muntah darah.
" kau katakan sekali lagi kau akan mati. kau pikir kau siapa. seenak jidatmu memaki maki dan memarahi orang apa karena setatus dan jabatan keluargamu itu yang sangat berpengaruh. jika nona ku meminta untuk membereskan keluarga kalian satu malam sudah cukup untukku sendiri jadi lain kali perhatikan kata katamu sampah. " hana yang sudah sangat marah dengan danish yang keterlaluan. danis sendiri masih sadar dan merintih kesakitan kali ini dia menyesal sudah.
" nona muda tolong maafkan sikap anakku yang buruk ini setelah ini aku akan memberinya pelajaran. " ucap Ibu danish
" benar nona muda aku mohon maafkan lah. " suaminya.
" sudah lupakan ayo pergi hana sudah cukup. "
" baik nona. " li dan hana sama sama mengatakan.
" dekan li tolong lah. ucap Ibu danish
li berhenti dan menoleh.
" bukan sudah aku katakan di awal tapi apa ini sudah terjadi aku tak memiliki kemampuan apapun untuk menolong kalian lagi jika kalian mau silahkan coba sendiri. " kembali lagi mengejar langkah tiara.
" kau anak sialan kemari dan ikut lah kau denganku. " ucap Ibu danish yang kemudian menyeret danish dengan mudah.
__ADS_1
" istriku..... istriku...... dia anak mu berilah sedikit kesempatan. "
" diam juga kau sialan. " bentak Ibu danish pada suaminya membuat suaminya diam. danish sendiri hanya diam karena danish sangat takut pada ibunya.