
di meja makan semua orang sudah duduk haya tinggal menunggu ke datangan tiara saja. mereka saling mengobrol satu sama lainnya erika dan han juga sangat natural tidak terlalu menunjukkan hubungan mereka karena ini terlalu awal menurut mereka biarkan waktu saja yang menentukan.
" pagi semuanya. " tiara datang dengan penampilan sederhana tapi tidak mengurangi kecantikannya juga wajah polos dan lucunya benar benar menutupi sifat asli dari tiara
" pagi nona. " serempak
" kalian tampak bersemangat hari ini. oh kak ana tidak ikut. "
" lauren semalam sudah datang dan pagi buta tadi dia pergi untuk melakukan perjalanan untuk mengatasi peluncuran produk baru perusahaan katanya nona. " erika.
" oh.... ya sudah ayo kita makan. "
setelah ada perintah makan makan semuanya mulai menyiapkan makanan di piring mereka masing masing termasuk tiara. mereka sarapan seperti biasanya tidak ada perubahan karena itu sudah ketetapan yang di buat tiara.
30 menit kemudian.
" sintia, iris bagai mana pekerjaan kalian. "
" sesuai pengaturan nona kami sudah menyelesaikan semuanya nona jadi tidak ada masalah. " jawab sintia lugas dan tegas.
" bagus... lalu iris apa paket itu sudah dikirim. "
" sudah nona dan aku rasa hani ini orang itu akan menerima paket itu. "
" em..... " lalu tiara melihat ke arah han menatap lama tidak bicara.
han yang di lihat seperti itu oleh tiara merasa sedikit salah dan menunduk.
" nona maaf kan aku jika berbuat salah. " ucap han sudah gemetar ke takutan. "
" bagai mana keadaanmu han. " ucap tiara
" aku sudah baik nona. "
" em bagus lain kali jangan ceroboh lagi. "
" baik aku mencatatnya nona. "
" aku sudah lama tidak mempertanyakan tentang seluruh aset yang aku dapatkan dari hasil taruhan coba berikan laporan padaku han. "
" baik nona. untuk semua bisnis berjalan normal tidak ada kendala dan pendapatan harian sudah langsung masuk ke no rekening nona. juga untuk bangunan bangunan rumah, vila, mansion, dll masih terawat dengan baik nona. "
" em bagus itu berarti kau tidak longgar dalam pekerjaanmu erika bantu han mengurus semuanya aku rasa kau memiliki bidang dalam hal ini. "
" baik nona aku mengerti. "
" ya sudah kalian bebas melakukan apapun tapi jika senggang teruslah berlatih. "
" baik non. "
tiara pun pergi dari sana menuju kamarnya dia merasa bingung harus apa hari ini karena hampir setiap hari dirinya sudah mengelilingi kota suzan.
" oh ya bukankah aku mendapatkan buku manual teknik. lebih baik aku mengolahnya kemudian mengajarkannya pada mereka. "
tiara segera bersiap untuk melatih manual teknik di tempat biasanya tapi baru saja melakukan satu tarikan nafas ponselnya berdering seseorang sudah menghubungi tiara.
tiara membuka matanya kemudian melihat ke arah ponselnya dan bangkit menghampiri ponselnya untuk melihat siapa yang sudah menghubunginya.
__ADS_1
" kakek ken...... ada apa pagi pagi sekali menghubungi ku. "
segera tiara menerima panggilan yang rupanya datang dari kenzie luan.
" ya kek.... adakah yang bisa tiara lakukan. "
" tiara tidak bisakah dirimu datang ke sini. "
" bisa saja kek ada tolong jelaskan. "
" itu cucuku sekarang dalam ke adaan kritis dan vitalitas nya turun drastis tolong lah datang tiara bukankah dirimu mengatakan bisa menolong cucuku. "
" oh sudah dalam fase hidup dan mati. kakek aku bukan penentu takdir aku manusia biasa aku akan datang dan mencoba sebisaku tapi jika takdir berkata lain ku harap kakek tidak membenciku. "
" ah tidak akan aku sudah menjadikanmu sebagai cucuku jadi tidak ada masalah dengan yang lainnya aku sudah siap menerima takdir jika harus kehilangan cucuku. aku akan berbicara dengan kedua orang tuanya agar tidak terjadi salah paham nantinya. "
" baik lah kek aku akan secepat mungkin ke sana. "
" ya lekaslah aku menunggu. "
tiara segera bersiap untuk pergi tiara bergegas ke garasi mengambil mobil secara acak tanpa memilih seperti biasanya.
saat ini tiara sudah ada di dalam perjalanan untuk pergi ke rumah ken tiara sudah melajukan mobil di atas rata rata kecepatan mesin mobil berpacu sangat keras kali ini karena tiara tidak pernah menurunkan kecepatan.
di tempat lain roland yang baru saja akan berangkat kerja menerima sebuah paket misterius. kerena penasaran roland kembali kedalam dan mengabaikan alex yang sudah membuka kan pintu mobil untuk nya. "
" tuan muda. " ucap alex. tapi di abaikan.
kerena merasa ada yang salah alex segera saja mengikuti roland ke dalam untuk memastikan dan menyiapkan diri jika di butuhkan.
roland segera membuka isi suratnya dan membacanya.
" kau berani mencari tau tentangku itu sebuah keberanian yan lumayan. ini hanya sebuah peringatan aku hanya mengambil data dan uangmu lain kali nyawamu juga bisa ku ambil. jangan samakan aku pembunuh bayaran bodoh itu aku bisa membantai seluruh keluargamu hanya dalam semalam. jadi ingat ini jangan pernah mencobanya lagi karena aku tidak sebaik kelihatannya. "
" tuan muda apa dirimu baik baik saja. " ucap alex yang sedari tadi melihat perubahan ekspresi dari roland
roland tidak menjawab dia memberikan surat itu pada alex. " orang ini sangat berbahaya dan ancamannya bukan bualan saja tapi bukan roland namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkan termasuk orang ini. tunggulah aku akan datang dan dirimu tidak akan bisa melakukan apapun lagi. " ucap roland di dalam hatinya
" tuan muda ini. "
" ya orang itu mengembalikan semua data kita dan mengancam. "
" lalu bagaimana tuan. "
" tidak ada aku akan tetap melakukannya tapi dengan caraku sendiri. "
" tapi ancaman itu bagai mana tuan muda. "
" aku tidak takut. "
" tapi ini membawa keluarga tuan apa tuan yakin akan hal itu. "
" aku yakin bisa mengatasinya. "
roland masih dengan sikap keras kepalanya dan dia masih ingin mencari tau tentang tiara dan hatinya ingin mendapatkan tiara.
( macem - macem lubang belum tau aja tiara orang seperti apa nyesel lu entar.) " author. "
__ADS_1
" sudah ayo kita berangkat sekarang aku rasa kita sudah terlambat. "
" baik tuan mari silahkan. "
" hah ada apa memangnya dengan kata terlambat bukankah tuan muda pemilik perusahaan jadi tak ada masalah kan. " bisik alex di dalam hatinya.
kembali dengan tiara yang masih membelah jalan untuk segera sampai tujuan. karena jarak yang jauh walau sudah dengan kecepatan penuh tapi masih membutuhkan waktu yang lama mengingat ini masih dalam waktu kerja sehingga jalanan masih padat dengan kendaraan.
sekitar satu jam tiara sudah tiba dan di depan pintu kenzie sudah berdiri sepertinya memang menunggu tiara.
" kakek. "
" tiara syukurlah dirimu sudah datang. aku sudah menunggumu. "
" oh maaf kakek jalanan begitu padat jadi aku tidak leluasa. "
" ya tak apa. "
" ya sudah ayo kek kita kedalam aku takut aku semakin terlambat. "
" eh tunggu dulu tiara. "
" ada apa lagi kek kita bisa bicara nanti yang pertama kita harus menyelamatkan cucu kakek. "
" itu benar tapi baru saja ibunya membawa seorang yang katanya mampu mengatasi penyakit cucuku. "
" siapa ayo segera masuk jangan sampai ada kesalahan aku tidak menjamin keselamatan cucu kakek lagi jika itu terjadi. "
" oh baik lah ayo kita kedalam. "
tiara dan ken segera kedalam dengan langkah yang terburu buru ken masih dengan wajah yang campur aduk sedang tiara biasa saja tapi otaknya sedang menyusun skema pengobatan pada cucu ken dengan segala kemungkinan yang akan di temui di dalam nantinya.
" Linda, torez. apa yang kalian lakukan di sini mengapa tidak di dalam.
" ayah itu kami di minta keluar menurutnya dia butuh fokus yang ekstra untuk mengobati rara di dalam. " ucap Linda ibu dari rara.
" ayah siapa dia apa dia orang yang ayah maksud. "
" ya ini..... "
" kalian bodoh percaya dengan orang itu. " ucap tiara memotong perkataan ken dan berlari ke arah kamar yang di kunci dan menendangnya segera pintu terbuka dengan suara yang keras.
ken beserta orang tua rara di buat terkejut dengan tiara yang bergerak sangat cepat orang tua dari rara merasa marah dan segera menyusul tiara kedalam kamar
tapi ketika mereka tiba di kamar mereka melihat pemandangan yang lebih membuat mereka marah di mana rara yang tidak sadarkan diri sudah di tindih oleh orang yang mengobatinya semua pakaian luarnya sudah di lepas hanya menyisakan pakaian dalam saja.
tiara tidak ambil pusing bergerak sangat cepat kemudian melakukan serangan telak yang membuat orang itu terlempar dan jatuh ke tanah.
" siapa kau bukan kah sudah aku katakan tidak ada yang boleh masuk kedalam kamar ini. "
" kau apa yang kau lakukan pada anakku. "
" tuan torez aku sedang mengobatinya setelah memeriksanya tadi satu satunya cara adalah menyatukan tubuhku dengan tubuhnya karena aku memiliki tubuh khusus yang bisa menyembuhkan cidera dengan cara berhubungan badan. "
" bajingan pengobatan mu itu terlalu tidak masuk akal. itu hanya akal-akalan mu saja untuk menjarah tubuhnya kan. " ucap tiara dingin kemudian menyelimuti tubuh rara
" kakek aku sudah lama belajar medis dan pengobatan dia tidak ada dalam pengobatan medis manapun. jadi dia hanya mengambil ke untungan. " ucap tiara pada ken
__ADS_1