
hana yang masih mematung mendengar apa yang di katakan demian sampai demian keluar pun hana masih diam.
demian melangkah dengan pasti pergi karena sepertinya harapannya sudah cukup sampai di sini saja. tak perlu lagi lebih jauh ini sudah lima tahun tanpa hasil apapun.
" demian........ " teriak hana memanggil demian.
demian menoleh saat suara hana memanggil dirinya. dan berbalik melihat ke arah hana yang berdiri dengan air mata.
" demian kau bajingan kau tau kau berhasil membuatku jatuh cinta hari ini.
kau bajingan demian aku tak pernah menangis selama ini tapi hanya dengan kata katamu aku menangis.
kau bajingan demian kau berhasil membuatku takut kehilanganmu saat kau katakan kau akan pergi dan menghabiskan sisa hidupmu di perbatasan. " ucap hana sambil terus berjalan mendekat ke arah tristan yang masih dengan ekspresi datar. hana kemudian memukul mukul dada demian dengan air mata yang masih berderai.
" kau sialan kau bajingan setelah aku jatuh cinta kau akan pergi mengapa kau tidak bunuh aku dulu setelah itu kau pergi hah.
setelah lima taun kau berhasil membuatku jatuh cinta dan kau akan pergi ayo bunuh aku sekarang. "
" hey tenang lah ada apa denganmu hana. " ucap demian membiarkan dadanya terus di pukuli oleh hana.
" apa kau masih akan pergi. " ucap hana lirih dengan masih berderai air mata.
" ya.... " singkat demian
" kau berhasil membuatku jatuh cinta dan kau masih akan pergi. " tanya hana kembali.
" ya.... " jawab demian.
" kenapa. " tanya hana.
" bukankah dirimu yang katakan jika aku bodoh dan menjatuhkan harga diriku lalu apa lagi yang perlu aku lakukan di sini. " balas demian lugas tanpa beban.
" pergilah jika begitu. maaf sudah menahan mu. " ucap hana berbalik pergi ke arah jurang tanpa menunggu jawaban demian.
hana berjalan setapak demi setapak ke tepi jurang sesampainya di sana hana tidak membuka pintu mobil tapi masih sedikit maju berdiri tepat di bibir jurang.
" mungkin aku sudah terlalu dalam menyakitinya jadi tak ada alasan untukku menahan dia lebih lama demi keegoisan ku semata. cinta ini sudah tumbuh dan tidak akan mati ini ini hanya akan menjadi penyesalan seumur hidup.
lebih baik aku bunuh mati rasa ini sekarang sebelum tumbuh semakin dalam ya...... itu yang harus aku lakukan. satu satunya cara yang terbaik adalah aku harus mati. baru lah rasa ini bisa ku bunuh dan mati. " ucap hati hana.
hana memejamkan matanya dan merentangkan tangannya kemudian melompat ke dalam jurang itu.
1.....2.....3.......4........5......
hana membuka matanya karena ada sesuatu yang menahannya untuk sampai di dasar jurang. hana melihat ke atas rupanya tangannya sedang di genggam erat oleh demian agar tidak jatuh ke dasar jurang.
" demian..... "
__ADS_1
" ya ini aku apa kau senang aku kembali. "
" lepaskan aku demian. "
" untuk apa kau terjun ke jurang ini. "
" untuk apa kau tanya untuk apa....
aku ingin membunuh mati perasaan cinta ini. "
" kenapa harus di bunuh dengan dirimu yang ikut terbunuh. "
" hati ku tak sekuat dirimu demian. sudah lepaskan aku. kau bisa kembali ke perbatasan. "
" sepertinya aku batal untuk kembali ke perbatasan. di sana aku hidup kesepian.
aku ingin mencoba hidup bersamamu apa kau mau hana. "
" kau membual demian hanya untuk menahan ku agar aku tidak bunuh dirikan. "
" tidak aku tidak sedang membual aku serius. " ucap tristan menarik hana seperti menarik sekantong pasir.
setibanya di atas demian meletakkan hana di tanah kemudian menindihnya dan melahap bibir hana dengan lembut.
hana yang tidak memperkirakan adegan ini sedikit terkejut dan melebar kan matanya tapi detik berikutnya hana merasakan kehangatan hana mulai memejamkan matanya mengikuti permainan halus demian.
" apa kita ke balai nikah sekarang atau kita bulan madu dahulu. " ucap demian menyeringai.
" kau mesum demian...... " ucap hana membuang muka karena malu.
" jadi bagai mana menurut mu. " ucap demian di leher hana yang membuat seluruh tubuhnya menegang dan bergetar spontan terdengar suara merdu yang lirih tapi syahdu di telinga.
" demian hentikan itu kau ingin membuatku gila di sini. " ucap hana tersegal segala dengan surat berat.
" ah aku rasa tidak apa di sini tidak ada orang bukan. dan lagi tubuhmu ini begitu harum dan menggoda sekali hana jika dirimu mengizinkan bolehkah aku mencumbu nya. " ucap demian yang sudah seperti harimau kelaparan.
" berhenti demian. kita ke balai nikah sekarang lepas itu aku menjadi milikmu seutuh nya milik mu dan diriri mu bebas mencumbu setiap inci tubuhku. " uap hana sudah hampir mencapai puncaknya jari kakinya begitu keras seperti mencengkram.
tubuhnya memohon untuk di selesaikan matanya sudah mulai remang. tapi detik berikutnya demian dengan mudah nya menggendong kemudian membawa hana ke mobil.
" kita lakukan di mobil saja. sepertinya dirimu sudah tidak tahan. " goda demian.
" jangan ayo ke balai nikah dan cari hotel terdekat saja. " ucap hana yang masih berusaha waras.
" aku rasa saran itu bagus ayo. " ucap demian
singkatnya keduanya sudah selesai dari balai nikah dan dalam perjalanan menuju salah satu hotel milik tiara di kota suzan.
__ADS_1
" demian.... mengemudilah dengan benar. "
" aih aku sudah tidak sabar. "
" demian aku tidak akan lari. "
" aku tau tapi kau terlalu menggoda hana. "
" cukup demian.
itu hotelnya.... "
singkatnya setalah sedikit a i u e O di bagian resipsionis kini keduanya sudah ada di dalam kamar demian mengunci hana di tembok dan mulai menanggalkan satu demi satu pakaian yang melekat di tubuh hana.
sebaliknya pun hana dia juga mulai menanggalkan pakaian yang di kenakan demian.
dari tembok sofa kemudian meja sekarang adalah kasur super besar dan lembut.
" ini yang pertama untuk ku demian lakukanlah dengan perlahan oke. "
" baik lah aku akan lakukan. "
terjadilah pertempuran panas antar keduanya suara suara aneh mulai memenuhi ruangan cuaca yang cerah tapi hujan di dalam.
pagi hari di dalam kamar.
" pagi sayang. " ucap demian
" em... pagi juga sayang. " balas hana
" boleh kita lanjutkan yang semalam. " ucap demian.
" demian..... apa dirimu gila. aku membantai jutaan orang tidak kelelahan tapi melawan mu satu orang membuatku kelelahan dan tubuhku merasakan sakit semuanya.
dengan mudahnya dirimu bilang ingin melakukannya lagi.....
apa dirimu ingin membunuhku. " ucap hana tak habis pikir.
" hah oke oke maaf. tubuhmu terlalu nikmat untuk di diamkan terlalu lama.
rasanya aku sudah kecanduan dengan tubuhmu. " ucap demian kemudian memainkan tangannya.
" stop demian ok.
beri aku jeda untuk istirahat. " ucap hana
__ADS_1