Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 25


__ADS_3

" kartu saja. " menyerahkan kartunya dengan sombong


petugas kasir masih menerima kartu yang di berikan oleh orang itu dengan ramah dan mulai proses pembayaran. proses pembayaran pertama gagal kemudian mencoba yang kedua kalinya masih gagal lalu yang ketiga kalinya sama juga masih gagal


" hey apakah ke raja mu terlalu santai mengapa begitu lama. " ucapan orang itu


kasir yang sudah kesal dengan sikap orang itu pun membalas.


" oh maaf nona kartumu sepertinya bermasalah mungkin karena saldo dalam kartumu sudah habis karena belum di isi. "


dengan suara sedikit keras sehingga di dengar oleh pelayan dan pembeli lain


" apa maksud mu kartu ini selalu terisi jadi tidak mungkin. "


" oh maaf nona di toko kami semuanya canggih jadi tak mungkin ada kesalahan jadi yang bermasalah itu kartu nona


" hey apa kau mencoba menindas ku agar aku malu. "


" maaf nona kami semua di sini professional jadi kami tidak akan menindas nona. sebaiknya nona menghubungi seseorang terlebih dahulu tentang masalah ini biarkan nyonya di belakang nona melakukan pembayaran. "


" kau awas kau... "


orang itu pun menyingkir dari kadir dan memperhatikan pembayaran orang lain sembari menghubungi seseorang


" papa apa papa lupa mengisi kartuku. saat ini aku sedang membeli tas yang sangat bagus dan tak bisa melakukan pembayaran. "


" ya memang tidak papa isi karena kamu hanya tau cara menghabiskan uang apa diri mu tak sadar tas sepatu baju dan lainnya hanya kamu beli pakai sekali setelah itu kamu menaruhnya sembarangan seperti tak terpakai jadi pakailah yang sudah ada. "


" tapi pa aku sungguh sangat ingin. "


" tidak" lalu sambungan pun terputus. "


" pa papa papa papa. "


" jadi bagai mana nona apa dirimu ingin membelinya atau tidak. "


orang itu tak menjawab dia sudah malu dan marah dia pergi begitu saja tanpa menjawab dengan wajah menunduk dan menangis


tiara kini sudah ada di tempat awal di mana sudah di tentukan untuk bertemu. tiara melihat sekitar rupanya han sudah ada di tempat itu. tiara menghampiri han dan duduk di hadapannya.


" eh nona sudah tiba rupanya. apa nona ingin makan atau minum saja. "

__ADS_1


" aku minum saja han. apa kau sudah sedari tadi di sini. lalu dimana barang belanjaan mu mengapa hanya membawa satu. "


" aku baru saja nona. itu aku mengirim semua barang barang ku nona. ini hanya untuk menghilangkan perhatian orang lain kepadaku karena begitu lama berkeliling dan memasuki beberapa to tak membawa apa apa jadi ku putuskan satu untuk di bungkus. "


" alasan yang tak masuk akal terserah dirimu saja lah han. "


" hehehe itu... "


* permisi tuan dan nona. apa ingin memesan sesuatu aku akan mencatatnya. " suara pelayan menghentikan omongan han


setelah melakukan pemesanan pelayan itu pun pergi meninggalkan tiara dan han. tak butuh waktu lama pesanan tiara dan han sudah tiba


tiara langsung saja meminum pesanannya begitupun han.


" han kau begitu lama berkeliaran di luar apa kau tau tempat tempat yang cocok untuk keluar saat malam. "


" ada tiga tempat nona. tempat pertma kasino Casablanca, merupakan kasino terbesar di kota suzan di sana tempat para orang kaya berjudi. kedua klub black rose di sana merupakan tempat orang orang dengan orang orang super kaya di sana mereka bisa melakukan apa saja bertarung berjudi bertaruh dan sebagainya yang ketiga tempat yang sangat bahaya bahkan diriku saja tak pernah masuk ke dalamnya tempat itu adalah pasar gelap dimana semuanya ada dan bercampur menjadi satu


" hmm menarik ayo kita datangi tempat itu satu persatu. "


" apa dirimu serius nona. "


" apa aku terlihat bercanda . "


keduanya kemudian mulai menikmati minuman mereka dan menghabiskannya. setelah habis keduanya memutuskan untuk kembali ke rumah .


di jalan menuju rumah di dalam mobil yang dikemudikan oleh han dengan kecepatan sedang dan tiara di kursi belakang. tidak ada pembicaraan apa pun antar keduanya han fokus mengemudi tiara sedang melihat jalanan dari balik jendela mobil.


setelah beberapa saat mengemudi akhirnya mereka tiba di rumah.


" han tak perlu turun aku keluar sendiri saja kau bawa mobil ini ke garasi saja. "


" ah baik lah nona. "


tiara segera masuk kedalam rumah setelah keluar dari mobil. tiara langsung saja menuju kamarnya untuk membersihkan diri bersiap keluar lagi.


" ah aku lupa jika aku akan keluar lagi. "


tiara kembali untuk menemui han dan kebetulan sekali han baru saja masuk setelah memarkirkan mobil di garasi.


" oh han aku lupa nanti kita pergi ke kasino yang kau katakan itu aku ingin menguras semua harta orang yang ada di sana. "

__ADS_1


" eh baik lah nona tapi apa dirimu benar benar bisa bermain. "


" itu mudah bukankah dirimu ikut denganku jadi kurasa dirimu lah yang harus memberi tahuku semuanya nanti. " jelas tiara


" baik lah nona dirimu bisa serahkan itu padaku. "


setelah itu tiara kembali lagi menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya karena sudah merasa lengket karena keringat.


Di mobil dalam perjalanan pulang.


" erika aku sungguh puas hari ini. aku bisa membeli apa yang selama ini aku inginkan bahkan aku bisa membuatnya lebih. hahahaa....... "


" iris apakah itu begitu menyenangkan hingga kau bersikap berlebihan seperti ini. aku merasa jijik melihatmu yang seperti ini. " jelas erika yang melihat sikap iris


" uhhh kata kata itu sungguh menusuk ku tapi karena aku senang aku tak perduli. "


" ya terserah dirimu saja. "


" erika nona begitu baik ya. aku benar benar mendapatkan berkah Tuhan di pertemukan dengan nona. "


" kau yang hanya orang biasa mengagumi dan menghormati nona tara aku sudah biasa tapi yang tak biasa menurutku adalah nona tara yang begitu hormat pada nona muda tiara. " jelas erika


" hah itu yang sampai saat ini tak pernah kita ketahui karena tak ada yang berani bertanya pada nona. "


" jangankan bertanya bahkan mendengar nona bicara saja aku kadang masih gemetar aku selalu ingat saat pertama kali mencoba menentang perkataan nona. itu membuatku merinding dan berkeringat dingin


" jelas erika yang sedang bernostalgia dengan ingatannya.


" maksudmu kau berani menentang nona, kau sungguh hebat erika. "


" waktu itu aku baru saja bertemu nona jadi tak mengetahui kebiasaannya. "


" hah itu akan menjadi kenangan mu erika. "


" ya tentu saja itu akan menjadi pengingat


ku untuk selalu patuh terhadap nona. "


" ya kurasa aku juga harus. "


di rumah tiara sudah selesai mandi dan sebagainya kini tiara sudah merasa segar kembali dahulu saat di hutan tiara selalu membersihkan dirinya di air terjun dan berendam di kolam pemandian air hangat yang hanya tiara dan kakek yang mengetahui tempatnya.

__ADS_1


" hah segar sekali. ini masih sore masih cukup lama untuk malam. oh ya apa kah erika dan iris sudah kembali atau belum.


__ADS_2