
" sudah pagi rupanya. "
" benar nona. entah waktu yang terlalu cepat atau kita yang terlalu asik hingga lupa waktu. "
" aku rasa kita lama karena operasi yang di lakukan kau itu yang lama han. "
" hehehe namanya saja belajar nona. "
" ya... ya.... ya..... terserah kau saja han. "
setelah itu han mulai fokus menyetir agar tetap aman karena dirinya juga manusia biasa tidak tidur semalaman juga mempengaruhi fisiknya.
sedang tiara di kursi belakang seperti biasa memejamkan mata seperti orang yang tengah tertidur. author juga gak ngerti kebiasaan tiara ini jadi gak bisa di jelasin apa yang di lakukan tiara saat memejamkan mata.
sedang di rumah Sintia dan erika yang sudah terbangun sejak tadi masih tidak melihat tanda akan kedatangan dari tiara.
" Sintia nona masih belum kembali. "
" belum kak erika. kira kira kemana nona pergi kak. "
" entahlah nona tidak pernah mengatakan tujuannya di sini nona akan mengatakan dalam perjalanan. "
" oh seperti itu lalu terakhir kali nona pergi bersama nona pergi kemana. "
" em aku rasa markas pembunuh bayaran. "
" lalu apa kak erika dan nona menumpas mereka semua. "
" ya. "
" hey... sedang membicarakan apa. " iris tiba tiba saja muncul tanpa suara mengejutkan Sintia dan erika
" iris kau kebiasaan muncul tiba tiba tanpa suara. " erika
" iya buat orang kaget saja. " sintia
" hehe aku sengaja. tapi itu salah kalian karena tidak peka terhadap sekitar. " ucap canda iris
" eh tapi apa nona sudah kembali. " imbuh iris
" belum kembali. " erika
" oh...... hey apa ini terlihat enak apa boleh aku makan. " ucap iris yang matanya sengaja melihat sebuah kue kering di meja.
" ya makanlah jika kau mau. " erika
" wah terimakasih. " ucap iris kemudian menyantap satu kue kering tersebut
"em enak sekali dan lembut kalian memang yang terbaik. " puji iris tapi kedua wanita itu biasa saja
" Sintia bisakah aku meminta teh aku rasa kue ini akan semakin nikmat jika bersanding dengan teh. "
" ya baik lah kak tunggu sebentar. "
" uuuuh baik sekali terimakasih, gulanya jangan terlalu banyak ya takutnya kemanisan kan udah ada Sintia yang manis. " gombal iris
Sintia hanya geleng geleng kepala kemudian tersenyum
" iris ternyata bukan hanya kepribadianmu saja yang berubah kau juga pandai menggoda wanita sekarang. " erika
" hehe aku tidak merasa, mungkin kalian saja yang mulai menyukaiku. "
" iris.... kak....." ucap erika dan Sintia bersamaan
__ADS_1
" maaf maaf aku hanya bercanda. "
" pergilah menjauh. " erika
" dan ini bawalah tehnya. "
" uh kalian begitu menakutkan jika sedang marah. baiklah aku pergi sekarang, Sintia jangan lupa ya. "
" lupa apa kak. "
" jangan lupakan aku itu berat kamu gak bakalan kuat. hehehe. "
" tersesat lah kak sekarang. "
iris pun pergi dengan lagat konyolnya dengan membawa teh dan kopi di kedua tangannya.
" aku pikir iris hanya merubah kepribadiannya tapi siapa sangka dia sekarang pandai menggoda wanita. "
" benar kak erika, kak iris pandai merangkai kata jika itu orang lain mungkin akan langsung klepek-klepek. "
" ya terutama kamu, sepertinya kebelakang nya itu akan sering terjadi. "
sintia tidak menanggapi lebih jauh lagi erika juga tidak melanjutkan keduanya mulai di sibukkan untuk menyiapkan makanan.
sedangkan di suatu tempat yang mewah baru saja terbangun seorang lelaki tampan baru saja terbangun dari tidurnya. dengan wajah tanpa ekspresinya dia turun dari tempat tidurnya kemudian menuju wastafel mencuci muka dan menggosok gigi
setelah itu dia bercermin sejenak kemudian dia hanya mengatakan " aktif " sebuah alat micro yang ada di telinganya mulai aktif.
" hubungkan pada alex. "
" selamat sudah terhubung. "
" selamat pagi tuan muda ada sesuatu yang bisa aku kerjakan. "
" hari ini tuan muda kosong semuanya sudah di atasi dengan baik. "
" oh datang lah segera aku ingin keluar sekarang. "
" baik tuan muda. "
panggilan terputus. kini dia sudah selesai mengganti pakaiannya dan sudah rapi. segera saja keluar untuk menunggu ke datangan dari alex.
tak perlu waktu yang lama alex segera tiba di tempat mewah itu lebih tepatnya rumah yang sangat mewah dan indah.
sedangkan tiara dan han juga baru tiba di rumah
" istirahat lah han. "
" baik nona. "
selah mengatakan itu tiara turun dari mobil untuk segera masuk ke dalam rumah. tiara ingin segera mandi membersihkan dirinya kemudian berendam
" nona sudah kembali. " erika
" ya. "
" nona ingin sarapan sekarang atau nanti. "
" nanti saja. temui aku satu jama lagi di kamar. "
" baik nona. "
" ya sudah aku ke kamar. "
__ADS_1
tiara kembali melanjutkan langkahnya setelah terhenti karena bertemu erika. setibanya di kamar tiara langsung melepas semua pakaiannya kemudian segera ke kamar mandi.
" han ada apa denganmu apa kau baru saja di pukuli. " ucap erika yang melihat wajah han ada beberapa lebam dan luka gores
" hehehe nona mengajariku bertarung dengan seorang bos pembunuh bayaran di pasar gelap. "
" apa nona dan dirimu datang dari pasar gelap tempat no 1 paling berbahaya di kota suzan. "
" ya. "
" dan membantai pembunuh bayaran. "
" ya. "
" dan kau bersenang senang. "
" ya... "
" dan aku tidak di ikut sertakan dalam kesenangan itu. "
" itu.... bukan aku yang menentukan tapi nona. "
" aih pasti seru sekali terakhir kali aku ikut bersama nona sangat seru dan extrim aku sangat menyukai nya. "
" ya sudah aku kembali ke kamar dahulu. panggil lah jika sudah tiba waktunya sarapan. "
" ya.. ..nona berpesan padaku akan sarapan 1 jam lagi. "
" baik lah. "
"ya." jawab erika
yang kemudian ditinggalkan han untuk kembali ke kamarnya.
sedang tiara yang baru selesai mandi memutuskan berendam baru saja tiara memejamkan mata untuk menikmati hangatnya air. tiba tiba saja kesadaran tiara di bawa ketempat lain.
" tempat ini lagi. " ucap tiara yang mengenali lingkungan di sekitarnya
lama menunggu di tempat gelap tanpa ujung seperti terakhir kali tiara yang di bawa masuk.
" hay manusia akhirnya kau datang juga. "
" hah apa kau menungguku. apa kau sangat ingin menguasai tubuhku apa yang terakhir kalinya masih tidak cukup. "
" hahaha aku tidak tau yang pasti aku hanya ingin tubuhmu saja. apa kau bersedia memberikannya padaku. akan ku buat kau menjadi kuat tak tertandingi dan berkuasa. "
" hah tawaran itu lagi aku katakan aku tidak mau aku sudah puas dengan hidupku yang sekarang jadi pergi saja. kau tidak akan pernah bisa mempengaruhiku. "
" jika begitu aku akan menyiksamu di sini selama seribu tahun. kita lihat apa kau masih bertahan atau menyerah. "
" terserah kau saja lah mau apa aku takpeduli aku hanya ingin kembali dengan cepat jadi kembalikan aku sekarang. "
" hahaha itu tidak akan mudah. " tak lama kegelapan itu kini berubah menjadi padang pasir yang tandus dan sangat panas karena terik matahari
" kau akan berada di tempat ini selama dua ratus tahun. tapi aku tawarkan lagi penawaran ku bagaimana. " sekali lagi mencoba membujuk tiara
" tidak aku tidak tertarik dengan tawaranmu walau aku harus mati aku tidak akan menyerahkan tubuhku padamu. "
" maka selamat menikmati hukuman ini karena menolak ku. hahahaha.."
tiara yang baru saja sampai benar benar merakan panasnya tempat ini rasa haus yang mencekik sudah mulai di rasakan keringat mulai timbul sedikit demi sedikit mulai mengalir.
" ini panas sekali mengapa aku harus mengalami ini lagi . waktunya pun tidak sebentar itu sangat lama dua ratus tahun. apa aku masih akan hidup. " gerutu tiara
__ADS_1