
" eh itu itu. " han tak bisa menjawab
" lalu apa aku terlihat seperti butuh perlindungan han. "
" itu.... em.... maaf nona.
" han mulai besok bangunlah lebih awal dari yang lainnya. biasanya aku pukul 2 pagi sudah ada di halaman depan untuk berlatih. "
" ah baik nona aku akan melakukannya. " han begitu bersungguh sungguh dengan ucapannya.
tak lama mereka sampai di mall. han segera memarkirkan mobilnya setelah itu segera turun untuk membukakan pintu. tiara yang sudah akan menyentuh gagang pintu menjadi batal karena han sudah membukakan nya untu tiara.
" terimakasih han. " dengan mode polos dan lugu
han hanya menganggukkan kepalanya lembut menjawab tiara. han sudah tidak terkejut lagi dengan sikap tiara yang berubah
setelah itu tiara dan han mulai berjalan untuk memasuki mall di pintu mereka di sambut ramah oleh penjaga
" selamat datang nona dan tuan. selamat berbelanja. "
tiara seperti tak menanggapi dia seperti terlalu senang karena memasuki mall sedangkan han berwajah tegas dia hanya menganggukkan kepala setibanya di dalam tiara berhenti.
" han berhentilah bersikap seolah olah dirimu pengawal ku mulailah membeli apa pun kebutuhanmu aku akan berkeliling nanti kita bertemu di resto yang itu. jika aku masih tak berada di sana tunggulah. "
" baik aku mengerti nona. "
setelah itu mereka berpencar dan berjalan masing masing. tiara sendiri mengelilingi mall dia mencari sesuatu yang membuatnya menarik.
setelah berkeliling melihat beberapa toko tiara memutuskan memasuki toko sepatu karena tiara melihat sesuatu yang menarik di dalamnya.
" selamat datang di toko kami apa adik membutuhkan sepatu. bisakah aku membantu. "
" ah ya apa aku boleh melihat sepatu itu. "
" mari kita ke sana saja untuk melihat karena banyak pilihan yang bisa di pilih. "
setelah itu tiara dan pelayan itu menuju tempat sepatu yang tiara tunjuk.
" apakah sepatu ini yang adik maksud. "
" emmmm. "
" silahkan. " pelayan itu mengambilkan dan memberikan sepatu yang tiara maksud.
" apa aku boleh mencobanya. "
" tentu saja, ayo bawa ke sana agar lebih nyaman. "
kemudian pergi menuju kursi yang simpel tapi terlihat mewah dan penempatan yang baik.
kemudian tiara mulai mencobanya untuk memastikan sepatu itu pas dan nyaman di kakinya
" wah ini benar benar cocok dengan mu sungguh pas. " ucap pelayan memuji.
__ADS_1
" aku ambil yang ini saja. "
" baik adik, apakah adik tak ingin melihat yang lain. "
" aku rasa cukup tolong bungkus itu saja. "
setelah itu tiara mulai melakukan transaksi pembayaran di kasir. tak butuh waktu yang lama semuanya selesai tiara meninggalkan toko.
kemudian tiara mulai berjalan lagi mengelilingi mall untuk melihat yang menurutnya menarik.
kemudian ada seseorang yang memanggil namanya
" Queen hey Queen. " ucap seorang laki laki paruh baya. "
" eh paman travis kita bertemu kembali. " tiara
" apa kamu sendiri lagi Queen, bukankah sudah ku katakan jangan sendiri jika ketempat ini. "
" tidak paman aku tidak sendiri aku bersama seseorang dia sedang memilih pakaian aku yang bosan hanya melihat lihat. "
" apakah itu benar. "
" tentu saja paman. oh ya apa paman sedang melakukan sesuatu. "
" ya hari ini aku berhenti bekerja. karena aku di tuduh tidak professional dalam bekerja dan aku di tuduh menggelapkan beberapa barang jadi aku sekarang berhenti tanpa gaji untuk menutupi apa yang tidak ku lakukan. ah jadi curhat padamu Queen. " jelas travis yang sepertinya begitu terbebani pikirannya hingga tanpa sengaja bercerita masalahnya.
" eh tak masalah paman, apa aku boleh membantu mu paman bukan kah dulu aku sudah mengatakan jika suatu saat aku lah yang akan membantu paman. "
" ah apa yang kamu katakan Queen. sudah tidak perlu kamu baik baik lah aku harus cepat kembali istriku sedang sakit. "
" ya lakukan itu nanti jika dirimu sudah besar dan menjadi seorang yang sukses. "
" paman berilah aku kesempatan setelah itu paman boleh menolaknya. "
" ya ya ya baik lah sekarang bagai mana. "
" berilah aku waktu untuk menghubungi seseorang. "
" ya lakukanlah. "
" dasar Queen dia begitu baik dan juga polos jika orang lain yang menemukannya aku yakin dia sudah di manfaatkan. sekarang aku akan di bantu boleh nya aku merasa keterlaluan dan tak percaya dengan apa yang akan dilakukannya untuk ku. " pikiran travis
" paman sebentar lagi akan ada seseorang datang paman ikutlah dengannya dialah jalan paman untuk bekerja. "
" ya baiklah Queen terimakasih sudah baik padaku. " menganggap biasa saja
tak lama menunggu tiba tiba saja datang seorang dengan pakaian rapi.
" selamat siang aku mencari orang dia bernama travis. " ucap seseorang dengan jas rapi kacamata hitam menghampiri tiara dan travis
" oh itu aku tuan...... apa dad sesuatu yang Anda perlukan dariku. "
" bisakah anda ikut denganku untuk bertemu seseorang untuk membahas pekerjaan. "
" ah maaf sebelumnya aku tak mengenal mu dan siapa orang yang ingin bertemu denganku. "
__ADS_1
" bosku hanya memerintahkan ku untuk menjemput anda karena ada seseorang yang menghubunginya dia katakan ada seorang bernama travis membutuhkan pekerjaan. "
lalu travis melihat ke arah Queen dengan rasa tak percaya. Queen hanya melakukan satu panggilan dan travis langsung di datangi seseorang untuk membahas pekerjaan.
" Queen apa itu dirimu yang melakukannya. siapa sebenarnya dirimu Queen. "
" pergilah paman suatu hari nanti paman akan tau sekarang pergi dan cepat selesaikan dan kembalilah karena istri paman sedang menunggu paman. "
" ah ya baik baik lah Queen kau sungguh baik aku akan selalu berhutang padamu. aku pergi dahulu jaga dirimu baik baik. " lalu travis pergi bersama orang itu.
" satu selesai sekarang aku sudah tak memiliki hutang lagi. " ucap tiara
" hah dasar tiara masih saja baik. " Queen
" Queen kita cukup jahat kepada mereka yang jahat dan kita akan baik kepada orang yang baik. "
" ya terserah dirimu saja lah. "
setelah itu tiara mulai berjalan lagi mencari yang menurut tiara menarik. cukup lama berjalan tiara berhenti di toko yang menjual tas.
" selamat datang nona bolehkah saya membantu. "
" ya tentu..... apa aku boleh melihat lihat dahulu untuk memilih yang aku suka. "
" silahkan nona.... bagai mana jika aku membawa nona ketempat tas yang mungkin cocok untuk nona. "
" ya boleh. "
setelah itu tiara dan pelayan itu menuju tempat tas yang bisa tiara gunakan sesampainya di sana rupanya banyak varian warna, model, ukuran dan merek. tiara terus mempekerjakan matanya melihat seluruh tas yang di sana hingga terhenti di satu tas yang membuat tiara menginginkannya.
" boleh aku melihat tas yang itu sepertinya itu cocok untukku. "
" wah pilihan yang bagus tas ini benar benar cocok untukmu nona nona memang berbakat dalam hal memilih. " menyerahkan tas yang di tunjuk tiara.
" tas ini milikku kau pilih saja yang lainnya mengerti. "
" eh tapi itu aku dahulu yang menginginkannya dan aku akan membayarnya mengapa dirimu mengambilnya. " ucap tiara yang begitu polos dengan suara lembut terlihat sedih.
" aku tak perduli aku menginginkan tas ini jika kau menginginkannya sudah tak bisa. " ucap orang itu yang terus mengclamp bahwa tas pilihan tiara itu miliknya.
" nona maaf tas itu sudah di miliki nona itu jadi dirimu tidak berhak memilikinya. " ucap pelayan yang menemani tiara
" hey kau apa kau baru di sini apa kau tidak tau siapa orang yang kau ajak bicara dia merupakan anak salah satu orang kaya dia alah langganan di toko ini jadi dia berhak memilikinya toh orang itu masih tak membayar. "
" eh... nona maafkan aku sepertinya tas itu tidak akan bisa nona miliki bagaimana jika nona memilih yang lainnya saja. " ucap pelayan kepada tiara
" tidak aku sudah tak ingin lagi lebih baik aku kembali saja terimakasih sudah membantuku. " tiara
" ah baik lah nona semoga dirimu tak merasa lelah untuk kembali lagi ke toko kami. "
" ya suatu hari nanti. ini datanglah ke alamat ini jika suatu hari dirimu mengalami kesulitan carilah orang yang bernama tiara. " setelah itu tiara pergi tanpa menunggu jawaban.
pelayan itu pun bingung tapi tetap menyimpan apa yang di berikan tiara
di kasir orang itu ingin melakukan pembayaran dan sang kasir menawarkan cara pembayaran.
__ADS_1
" kartu saja. "