Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 122


__ADS_3

" kau meremehkan ku. aku hanya belum serius tadi ayo lanjutkan bertarung aku masih ingin menagih kata katamu. " si bos


" oh jika begitu ayo kau boleh menyerang ku sekarang. "


si bos segera bersiap dengan mengabaikan rasa sakit dan sesak di dadanya. si bos kemudian mengeluarkan pisau lipat kemudian sedikit menunjukkan keahlian bermain pisau di tangannya.


tanpa berlama lama lagi si bos mulai menyerang sintia. rupanya kemampuan bertarung dengan pisaunya sangat tinggi jika saja waktu itu sintia tidak di ajarkan teknik bertarung oleh tiara mungkin saat ini sintia sudah kesulitan bahkan terluka terburuknya mati.


kembali lagi sintia berhasil menendang si bos membuatnya mundur ke belakang kemudian memuntahkan darah dari mulutnya.


tapi si bos bukannya diam sejenak karena sakit dia malah berlari seperti kesetanan dengan serangan brutal tapi terarah. sintia terus menghindar untuk mendapatkan celah agar bisa memberinya pukulan.


tak lama kini bos itu sudah tergeletak di lantai tak berdaya wajahnya sudah lebam lebam beberapa tulang rusuknya juga patah mulutnya, hidung dan telinganya mengeluarkan darah.


" kak aku bunuh saja apa kita bawa ke nona saja. " tanya sintia pada erika


" em.... aku rasa bawa saja ke nona mungkin nona memiliki ide untuk membunuhnya. " erika


" ya sudah ayo. " han


kemudian han dan iris mulai menyeret si bos ke tempat tiara berada. erika dan sintia mengikuti dari belakang.


" kalian mau di bawa kemana aku, ayo bunuh saja aku ayo. " ucap si bos yang di seret


tapi han dan iris sama sekali tidak terusik han dan iris terus menyeretnya.


di ruang operasi kini kelima orang itu sudah tidak bisa di katakan baik lagi di seluruh tubuh mereka di penuhi luka luka menganga yang terus mengeluarkan darah.


Queen juga masih tidak mau berhenti Queen masih saja terus mengendalikan energinya untuk melukai 5 orang itu. suara lirih mengadu kesakitan dari kelimanya sangat pelan saat di sayat.


" kalian membosankan sekali yasudah aku rasa sampai di sini saja pergilah temui. malaikat maut. " ucap Queen


setelah mengatakan itu kelima orang itu kini tak lagi mengeluarkan suara atau pun gerakan. karena tiara memotong setiap tubuh mereka menjadi potongan kecil kecil.


setelah selesai tiara membuka pintu yang secara bersamaan iris, han, erika, sintia juga sudah ada di depan pintu akan masuk.

__ADS_1


" kalian sudah selesai. " tanya tiara


" kami sudah selesai nona dan ini dalang di balik semuanya. "


" uh mengapa kalian masih membiarkan dia hidup bunuh saja. "


" dasar bajingan kalian akan menyesal karena melakukan ini. asal kalian tau aku hanya orang suruhan juga orang sebenarnya akan datang membunuh kalian. hahaha. " ucap si bos


" kau itu dungu apa bodoh jika kau mati dia tidak akan tau karena orang mati tidak bisa bicara. "


" itu tidak menjamin hahahaha........ ayo bunuh aku ingin lihat seberapa berani kalian membunuhku lalu menghadapi orang yang sebenarnya. " si bos


" ayo bawa dia masuk aku ingin lihat apa dia masih bisa angkuh nantinya. " ucap tiara. "


" baik nona. "


setibanya di dalam tiara meminta pada iris dan han untuk meletakkan si bos di meja operasi. kemudian mengikat tangan dan kakinya. si bos sebisanya memberontak tapi tidak menghasilkan apa pun. karena iris dan han begitu kokoh menahan si bos.


" bagai mana apa sekarang kau takut atau ada yang ingin kau katakan padaku. "


" benarkah. mari kita coba. " ucap tiara


kemudian mengambil sebuah pisau operasi di meja. setelah itu bilah tajam dari pisau tiara gesek di meja untuk membuat pisau sedikit lebih tumpul.


" mari lihat apa kau masih bisa bicara angkuh atau berteriak. " ucap tiara memutar-mutar pisau di depan wajahnya dengan senyum mengerikan.


" apa yang akan kau lakukan dengan itu ayo lepaskan aku aku akan menutup masalah ini agar orang itu tidak mengetahuinya. "


" aku tidak takut dengan orang itu bahkan sebelum dia datang aku akan datang padanya jadi tenanglah. " ucap Tia


" kau kau hentikan jauhkan pisau itu hey jangan coba coba menjauh sialan kau iblis. "


tiara tidak peduli sisi lain di hatinya semakin bergejolak ketika melihat orang ketakutan padanya senyumnya juga menakutkan empat orang lainnya yang semula tenang merasakan dingin dan merinding melihat tiara yang begitu mengerikan.


mereka sudah bisa menerima kekejaman tiara saat membunuh musuhnya tapi melihat tiara yang mengerikan membuat mereka merasa ngeri.

__ADS_1


tiara kemudian menempelkan bilah pisau yang sudah tumpul itu di dada si bos kemudian dengan sedikit tekanan kemudian di sayat secara perlahan dan di ulang ulang di tempat yang sama.


" aaaaaaaa sakit. hentikan hentikan berhenti aku akan berikan seluruh uangku pada mu bagai mana lepaskan aku. tolong itu benar benar sakit. " teriak si bos dengan wajah merah dan urat leher yang keluar menahan sakit untuk bicara pada tiara.


tapi tiara seperti orang yang tidak mendengar tiara terus melakukan kegiatannya. luka sayatan sepanjang 20 cm kini sudah mengapa menunjukkan luka yang sudah semakin dalam dengan darah yang terus mengalir.


si bos berteriak meminta tiara berhenti untuk melakukan itu. karena itu sangat sakit. pisau yang bilahnya sudah tidak tajam lagi di gunakan menyayat dan itu dilakukan secara perlahan dan di bilang ulang. sungguh sangat menyakitkan bahakan syaraf rasa sakit tersakiti begitu menegang mengirimkan rasa sakit pada otak.


setelah cukup dalam tiara berpindah lagi tapi masih tetap di dada si bos melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. si bos yang melihat tiara sudah berhenti berpikir bahwa tiara tertarik dengan tawarannya tapi siapa sangka ketika pisau itu di di letakkan kembali di atas dadanya. membuat banjir rasa takut dang kengerian membanjirinya.


iris yang sudah memiliki mental yang kokoh masih sedikit terguncang memikirkan bagaimana jika dirinya yang di meja operasi. sintia dan erika juga terguncang melihat penyiksaan yang begitu mengerikan sedang han masih dengan senyumannya merasa sangat tertarik untuk melakukan itu juga walau dirinya sangat takut melihat tiara yang melakukan itu tapi jiwanya sangat senang ketika mendengar si bos berteriak kesakitan dan minta tolong.


" bagai mana akan di mulai dari mana ceritamu aku siap mendengarnya atau kau menunggu sampai seluruh tubuhmu tak berbentuk. "


" aku aku aku.... aaaaaaaaaaa sakit tolong ini sudah di batasku tolong hentikan ini terlalu sakit tolong hentikan itu aku akan bayar dirimu agar mau berhenti. "


" oh masih ingin bungkam ayo coba di tempat yang sedikit lebih sakit. "


" apa maksudmu hah sudah berhenti aku akan membayar mu hentikan jangan lakukan apa lagi. "


" han buka celananya telanjangi dia sepenuhnya. "


" baik nona. " baik nona han begitu bersemangat sedang yang lainnya saling melihat.


tiara meletakkan pisaunya kemudian mengambil jarum dan benang khusus menjahit luka setalah siap kemudian tiara mengambil penjepit


" han bantu aku jepit miliknya itu baik nona. " ucap han sedang sintia dan erika sedikit memalingkan wajah melihat itu karena dia merasa tidak nyaman melihatnya


kembali tiara sedikit menumpulkan jarum yang akan di gunakannya. si bos yang sudah di jepit oleh han berteriak sakit memohon utuk berhenti.


" sudah siapa pegang lah yang benar han agar burung ini tidak lari. "


" aku mengerti nona. "


" uh kau memiliki ukuran normal rupanya lumayan lumayan ayo lihat seberapa tangguh dia. " ucap tiara kemudian mulai menusukkan jarumnya yang sangat sulit menembus daging karena sudah tumpul...

__ADS_1


__ADS_2