
tiara dan yang lainnya kini sudah kembali ke pondok hana tidak tinggal lebih lama dia langsung pergi kembali setelah berbincang bincang sedikit dengan tiara.
tiara juga tak banyak bicara dia segera memasuki pondok setelah memberitahu black dan blue untuk tutup mulut atas apa yang di lakukannya hari ini. dan mereka setuju dengan itu.
saat tiba di pondok tristan rupanya belum kembali jadi tiara sendiri saja di pondok. tiara segera membersihkan diri kemudian berendam air hangat itu sudah menjadi kebiasaannya selama ini.
selang 30 menit tiara keluar dari kamar mandi . saat melihat ke arah kasur di sana sudah ada tristan yang sedang berbaring. tiara yang akan mengambil baju mengurungkan niatnya tiara menghampiri tristan.
" sudah kembali mengapa begitu cepat. " tanya tiara duduk di tepi tempat tidur.
tristan yang mendengar suara tiara membuka mata kemudian bangkit dan duduk di belakang tiara kemudian memeluknya.
" ya tak banyak yang aku kerjakan jadi singkat saja sudah selesai. " ucap tristan membenamkan wajahnya di leher tiara.
" tristan berhentilah nanti ujung ujungnya aku akan ada di bawahmu. "
" dirimu begitu wangi tiara dan jika aku melewatkan itu denganmu bukankah aku lelaki bodoh. "
" ya tapi kita baru saja melakukan itu tadi apa iya sekarang akan melakukannya lagi bagai mana jika dirimu bosan dan mencari wanita al....... aaaahhhhkkkk........ " ucap tiara terhenti
" tristan mengapa dirimu menggigit kupingku. "
" agar dirimu berhenti berbicara yang tidak jelas dan tidak mungkin. " ucap tristan kemudian menampakan dagunya di bahu tiara.
" bagai mana perjalananmu hari ini bersama hana. "
" senang dan memuaskan sekali. "
" bagus lah jika diri mu senang. "
" em....
sudah lepaskan aku biarkan aku berpakaian aku tidak mau serigala jantan ini menjadi liar dan aku menjadi tak berdaya. "
" tapi serigala ini lapar jadi harus makan. dan makanan itu sudah ada dalam cengkraman nya tidak baik jika di lepas jadi.... "
" tristan...... "
dan benarlah terjadi sesuai dengan apa yang di katakan tiara dia benar benar di bawah dan di buat tak berdaya. ya itu lah lika liku dalam keluarga apa lagi pasangan baru.
sore harinya tiara terbangun dari tidurnya dengan balutan selimut dan seorang diri tanpa adanya tristan. tiara tidak berpikir kemana tristan dia segera ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi karena pergulatan yang terjadi banyak mengeluarkan keringat jadi sangat tidak nyaman.
15 menit kemudian tiara keluar dari dalam kamar bermaksud untuk bertanya ke mana tristan pada blue dan black. tapi saat keluar dari kamar tiara mencium bau masakan yang harum tiara segera ke arah dapur untuk melihat siapa yang sudah memasak.
setibanya di dapur tiara melihat tristan yang gagah tampak begitu lihai dan cekatan memasak. pesona ketampanannya bun semakin bertambah tiara tak habis pikir dengan apa yang di lihatnya seorang penguasa yang dingin dan irit bicara itu begitu pandai memasak.
" tristan.... "
" oh sudah bangun rupanya duduklah aku sudah hampir selesai. "
" tristan dirimu memasak. "
" ya.... mengapa. "
__ADS_1
" itu keren. "
" biasa saja ini hanya masalah kemauan. "
" ya seharusnya aku yang memasak untuk mu tapi aku tidak pandai memasak. "
tristan segera menghentikan kegiatannya kemudian mencuci tangannya dan menghampiri tiara dan duduk berhadapan.
" dengarkan aku aku menikahi mu bukan untuk menjadi pembantu jadi jangan pikir kan itu biarkan suami tampanmu ini saja yang memasak. oke. "
" tapi.... "
" tidak ada tapi tapi titik. "
" ya baik lah. "
" istri yang baik. " ucap tristan kemudian mengecup singkat kening tiara. "tunggulah sebentar. " kembali tristan melanjutkan memasaknya.
selang 10 menit semuanya sudah siap di meja tristan juga sudah duduk untuk makan.
" tristan makanan sebanyak ini apa hanya kita berdua saja yang makan. " tanya tiara.
" ya siapa lagi. "
" panggil blue dan black untuk ikut makan. "
" ya baik lah tunggu di sini. "
tak lama tristan kembali masuk membawa blue dan black.
" eh nona tidak perlu kami masih kenyang jika kami lapar kami akan mengambilnya sendiri nanti. " ucap black karena tidak berani makan bersama tristan.
" benar yang di katakan black nona. " blue.
" duduk ucap tiara. "
" eh..... "
" duduk lah apa kalian ingin aku marah ucap tristan. "
" ah baik baik lah tuan dan nona kami duduk. "
mereka pun akhirnya makan menikmati setiap hidangan yang ada di meja black dan lugu yang gugup berusaha setenang mungkin agar tidak terjadi masalah yang tak perlu.
setelah 10 menit semuanya selesai dengan acara makannya blue dan black yang menikmati makanan memuji masakan itu
" masakan nona memang enak sekali. " black
" benar nona enak sekali terimakasih nona. " blue.
" itu masakan tristan. " singkat tiara.
segera keduanya berwajah jelek dan melihat sedikit demi sedikit ke arah tristan yang sudah melihat keduanya dengan dingin.
__ADS_1
segera keduanya menundukkan kepala karena tak berani melihat tatapan itu lebih lama lagi juga kata kata mereka seperti tidak keluar menyangkut di tenggorokan.
" tristan berhentilah dirimu menakuti mereka bagai mana jika mereka mengompol. " ucap tiara yang lucu melihat reaksi dua orang yang langsung seperti pepes tahu.
tristan segera tersenyum hangat pada tiara.
" hehe aku hanya sedikit bermain tidak serius. " ucap tristan
" sudah kalian bisa kembali lagi. " ucap tiara.
" terimakasih nona ucap keduanya buru buru karena bagi mereka tiara sudah menjadi dewi penyelamat mereka.
" tunggu. " ucap tristan membuat keduanya langsung berhenti dan mulai gemetar.
" apa kalian ingin pergi begitu saja setidaknya cucilah piring piring ini. apa kalian masih ingin memintaku yang mencucinya setelah kalian makan. " ucap tristan datar tiara diam saja karena merasa benar juga apa yang di katakan tristan.
" baik baik tuan akan kami lakukan. "
tristan dan tiara pun pergi dari sana meninggalkan blue dan black saja.
di kamar, setibanya di kamar tristan langsung ke kamar mandi karena saat dirinya bangun dari tidurnya dia hanya mencuci muka saja.
tiara kembali ketempat tidur lalu kemudian meraih ponselnya menghubungi iris.
" halo iris.... "
" ya nona.... "
" buatkan aku sesuatu benda yang bisa mengetahui di manapun keberadaan orang itu. apa bisa. "
" bisa nona.
tapi siapa orang yang akan memakainya. "
" suamiku. "
" oh tuan rupanya.
eh apa tuan.. nona apa tuan berani bermain di belakangmu katakan padaku nona aku akan mengawasinya dan jika itu benar aku akan menghajarnya. "
" kau sudah bosan hidup iris. "
" eh tidak nona maaf maaf. "
" kerjakan saja apa yang aku katakan untuk apa itu terserah aku tak perlu dirimu tau mengerti. "
" mengerti nona. "
" bagus. "
panggilan pun terputus bersamaan dengan itu tristan baru saja keluar dari kamar mandi.
" berbicara dengan siapa. " tanya tristan yang masih berkaca di depan cermin.
__ADS_1
" iris. ...... dia orang ku juga. " ucap tiara kemudian menuju jendela dan duduk menikmati matahari terbenam.