
" baik mulai hari ini katakan saja pada ibu jika tristan berbuat buruk padamu. " ucap ibu tristan dengan aura dingin menyerang tristan membuat tristan pucat ketakutan.
" emmmmm babaik ibu. "
" anak baik, ya sudah jangan terlalu banyak beraktivitas istirahatlah yang cukup walau lukamu sudah sembuh tapi efek sampingnya masih terasa. jika nanti tristan memaksa memaksa ingin melakukan itu teriak saja ibu akan segera datang menghajarnya. " ucap ibu tristan.
" baik ibu tiara mendengarkan. " ucap tiara menjadi sosok yang patuh dan terlihat begitu polos karena sedari tadi wajahnya terus memerah.
" seandainya nyonya sofia tau nona pasti dirinya aka syok nantinya. nona begitu mendalam dalam aktingnya bahakan orang berkemampuan tinggi seperti nyonya Linda saja masih bisa tertipu. " ujar hana di hati terdalamnya yang semakin mengagumi dan menghormati tiara.
3 hari berlalu dengan tiara yang meng habiskan waktunya dengan istirahat saja. karena mengikuti perintah dari ibu tristan yang saat ini sudah menjadi ibunya juga. hari ini rencananya ingin mengantar tristan ke bandara karena tristan harus ke negara timur yang jauh di sana dia mendapatkan undangan yang penting tidak bisa tolak.
tiara sudah beberapa kali memaksa untuk ikut tapi tristan selalu melarangnya untuk ikut dengan alasan alasan aneh yang tak masuk akal yang entah lah apa yang di pikirkan tristan.
tristan sediri tidak mengajak tiara karena hatinya menolak untuk membawa tiara karena dia merasa lebih baik sendiri saja bahkan red saja tidak di izinkan ikut untuk menemaninya, tristan hanya membawa blue dalam perjalanan itu.
di bandara tristan memeluk lama tiara kemudian mengecup kening tiara dengan lembut.
" tunggu aku kembali aku tidak akan lama aku akan lekas menyelesaikan urusanku dan kembali setelah itu kita akan memikirkan untuk memiliki anak. "
" em.... aku menunggumu kemudian kita akan segera menentukan untuk memiliki anak setelah dirimu kembali. "
" emm..... " ucap tristan tersenyum indah
" ibu aku titip tiara. "
" pergilah dia akan baik baik saja bersama ibu di dunia ini tidak akan ada yang bisa menyentuhnya selama ibu bersamanya. "
" em tristan percaya ibu. "
setelah sedikit drama sedih dan ungkapan kata kata mutiara tristan mulai memasuki pintu menuju pesawat. tiara segera pergi dari sana setelah melihat tristan memasuki pesawat tapi saat sudah sampai di pintu bandara.
tiara merasakan sesuatu yang salah akan terjadi tapi tidak tau apa dirinya hanya ikut ibu tristan saja karena jika dirinya bergerak secara spontan itu akan memancing kecurigaan.
" ibu bisakah kita menunggu sampai pesawat tristan terbang. "
" ah.... dasar anak muda baik lah. "
tak lama pesawat yang di naiki tristan mulai mengudara tiara menitikkan air mata melihat itu perasaan aneh akan terjadi sesuatu masih terus mendung di hatinya walau sudah mengetahui jika pesawat itu sudah terbang baik baik saja.
__ADS_1
saat sore hari tiara yang baru saja tiba di rumah segera saja berlari ke dalam rumah. ibu tristan yang merasa terjadi sesuatu mengejar nya.
" tiara apa kamu baik baik saja sayang. "
" ibu kepala tiara terasa pusing dan perut tiara begitu mual. "
" apa kamu sudah datang bulan sayang. kamu sudah telat berapa minggu. "
" eh iya aku lupa jika bulang ini tidak datang bulan ini sudah lebih dari dua minggu. " ucap tiara terkejut dana saling tatap tatapan degan ibu tristan cukup lama.
" sayang kamu hamil. " ucap ibu tristan dengan senyum indah.
" benarkah ibu. " tanya tiara.
" benar coba minta seseorang untuk membeli uji kehamilan setelah itu di tes untuk memastikan. "
" baik ibu. " tiara segera meminta hana untuk itu lalu dirinya di bawa ke ruang tengah oleh ibu tristan untuk duduk dia sana.
ibu tristan segera menyalakan televisi di depan dan kebetulan juga sebuah siaran berita memberitakan tentang pesawat dengan kode penerbangan WD 009 telah mengalami kecelakan di mana pesawat itu meledak di udara dan di pastikan seluruh penumpang tewas dalam kejadian itu.
ibu dan tiara segera mematung dengan itu mereka merenung di benak mereka masing masing mereka tau pesawat itu dan mereka tau siapa yang ada di dalam pesawat itu itu adalah seorang laki laki yang mana kedua orang itu sangat mencintai nya.
ibu tristan mencoba kuat kemudian mendekatkan diri pada tiara lalu memeluknya.
" ibu.... tristan..... "
" tenang lah nak kita cari dulu kebenarannya tenangkan dirimu dirimu sedang hamil jangan sampai janin mu mengalami masalah. "
" tapi ibu itu tristan di pesawat.... "
" iya nak ibu akan meminta seseorang untuk memastikan nya. "
" nona. " hana yang datang segera memanggil tiara untuk memberitahukan tentang pesawat yang meledak tapi segera terhenti ketika melihat di depan matanya tiara sudah di peluk oleh ibu tristan dengan air mata yang berderai.
hana segera berlari ke luar lagi dia pergi ke bandara untuk memastikan berita itu benar atau tidak dan memastikan apa tuannya ikut dalam penerbangan itu.
di bandara hana yang susah mendapatkan informasi segera bergegas kembali untuk memberitahu tiara bahwa dalam penerbangan itu tristan tidak ikut karena tiba tiba saja tristan pingsan dan pihak bandara membawanya ke ruang perawatan bersama seseorang yang mengaku sebagai orang yang bekerja pada tuan tristan. sampai ada pihak medis dari rumah sakit datang kemudian membawa tuan tristan dan orangnya itu pergi.
setibanya di rumah segera hana menceritakan semuanya pada tiara setelah selesai tiara meminta iris untuk melacak keberadaan tristan karena sebelum pegi tiara sudah menyematkan gelang tangan pada tristan guna mengetahui keberadaan tristan.
__ADS_1
📞.........
iris
" iris segera cari keberadaan tristan. "
" baik nona. "
iris segera melakukan pelacakan setelah mendapat perintah dari tiara dan benar itu berfungsi dan menunjukkan titik lokasi tempat keberadaan tristan.
" nona aku sudah menemukannya. lokasinya di pinggiran hutan paling kota suzan. "
" berangkat. " singkat tiara bersama hana, dan ibu trstan.
hana mengemudi mobil dengan gila segera setelah mendapatkan titik lokasi yang dikirimkan iris. begitu pula iris dan yang lainnya segera menyusul sehingga siapa saja yang lebih dahulu sampai mereka akan mengetahui keadaan di sana.
" hana mengapa dirimu memilih mobil lambat ini. cepat lah. " ucap tiara begitu dingin dengan raut wajah sedih dan khawatir.
" baik nona maaf kan aku. " hana terus menginjak dalam pedal gas tanpa mengendorkan nya.
" sabar sayang masih ada blue bersama tristan ibu yakin mereka pasti bisa melewati semuanya.
" em.... aku harap begitu ibu.. aku tidak mau di tinggalkan sendirian ibu aku mau tristan. "
" iya tristan tidak akan kemana mana dia pasti akan kembali bukankah dia sudah berjanji untuk kembali. "
sekitar satu jam perjalanan tiara tiba di lokasi rupanya di sana sudah ada han dan erika beserta 30 penggali makam.
" nona..... nona.... " ucap mereka bersahutan.
" bagai mana. "
" tidak ada nona sepertinya mereka berganti mobil setelah tiba di sini. "
" sialan siapa pun dia akan ku buat dia menyesal sudah melakukan ini. " ucap tiara dengan aura membunuh yang kuat menekan semua orang di sana kecuali ibu tristan yang masih bisa bertahan dengan sedikit usaha.
" nona kami menemukan ini di dalam mobil. " ucap erika memberikan sebuah gelang tangan.
erika segera memeriksanya secara teliti karena gelang itu pemberian tiara di gelang itu juga ada sedikit bercak darah. tiara segera menarik energi sekitar kemudian menyebarkan energinya. dan benar saja tiara segera tau ke arah mana tristan di bawa.
__ADS_1