
" nona sudah kembali. "
" iris. ya apada sesuatu. "
" sepertinya orang itu sedang berusaha mengambil kembali datanya nona beberapa kali dia sudah mencoba. "
" lalu bagai mana. "
" hehehe aku memodifikasi programnya semakin keras dia mencoba makan semakin sulit pula memecahkannya. dan satu satunya cara mengembalikan datanya melalui flashdisk yang seminggu lagi akan di kirim. "
" bagus biarkan begitu saja. biar dia sedikit frustasi. sudah di bantu tapi masih berharap lebih. "
" hahaha siap nona dan satu hal lagi nona seluruh akun bank miliknya sudah terkuras habis kecuali akun bank dengan black card itu saja nona. "
" ya sudah tak apa aku rasa tanpa menguras itu kita pasti kaya dengan akun bank miliknya yang lain kan. "
" benar sekali nona. "
" bagus lebih tingkatkan lagi keahlian mu ini iris. karena selain uang yang kuat bahasa program jugalah kuat. dengan ini tak perlu pisau untuk membunuh orang karena orang itu lah yang akan mengambil pisau untuk membunuh dirinya sendiri. "
" benar nona banyak sekali yang bisa di lakukan dalam dunia program. "
" em bagus. lalu apa ada hal lain lagi iris. "
" tidak ada lagi nona. "
" oh ya di mana han. "
" han sepertinya belakangan ini dia sangat fokus dengan latihannya nona. "
" ya sudah aku akan menemuinya sebentar. "
" baik lah nona. "
tiara segera menuju ketempat han berada yaitu di ruang latihan. setibanya di sana tiara melihat han begitu serius berlatih apa yang sudah di berikan tiara.
ya tiara mengajarkan teknik beladiri kuno dari buku yang terakhir kali tiara pelajari kepada han. selanjutnya buku ke dua akan tiara ajarkan pada han sehingga keduanya nanti akan saling mengajarkan.
" han. "
" eh nona maaf aku tak menyadari kedatangan mu. "
" ya tak apa. bagai mana hasilnya. "
" sudah sedikit lebih baik dari pertama kali belajar nona. "
" bagus jika begitu setelah sempurna aku akan meminta iris untuk menguji mu. "
" eh iris. "
" ya iris sudah ku berikan teknik lainnya. "
"benarkah teknik apa itu nona. "
" kau akan tau nanti. "
" hah nona membuatku penasaran saja. " pelan.
" han aku mendengarnya. "
" eh maaf nona. "
" ayo berlatih denganku aku ingin tau pencapaian mu. "
" baik nona. tapi bukankah nona baru saja kembali mengapa tidak istirahat. "
__ADS_1
" hanya menemani mu berlatih tidak memerlukan tenaga. "
" ah baiklah jika seperti itu nona. "
" ayo. "
" em. "
tiara dan han berlatih bersama tiara yang bergerak dengan sempurna han juga menyamakan gerakannya dengan tiara. awalnya pelan dan lembut kemudian semakin cepat dan cepat terus meningkat hingga batas dari kecepatan han.
han yang sudah mencapai titik maksimal dari kecepatannya terpental hingga menabrak dinding karena besarnya energi yang di ciptakan han dalam gerakannya.
" han apa kau baik baik saja. "
" aku baik baik saja nona hanya saja apa tadi yang membuatku terpental seperti itu. "
" itu energi dalam mu yang muncul membentuk kejutan tapi karena dirimu yang tidak kuat akhirnya terpental akibat energi dalam musik yang terlalu besar. "
" apa itu juga di sebut tenaga dalam nona. "
" ya katakan begitu saja. "
" wah sekian lama hidup baru hari ini aku benar benar merasakan dan mencobanya sendiri tenaga dalam itu. "
" apa itu begitu hebat han. "
" hebat sekali nona aku banyak mendengar cerita kika orang memiliki tenaga dalam batu akan menjadi tahu di tangan mereka yang memiliki tenaga dalam. nona. "
" ya tapi bagiku itu biasa saja. "
" sudah lupakan tentang itu. teruslah berlatih aku akan kembali dan ingat ini di atas langit masih ada langit jadi tak perlu bangga dan sombong atas apa yang kami capai. "
" baik aku mengerti nona. "
tiara pun pergi dari sana meninggalkan han sendirian yang tampak begitu senang setelah mengetahui dirinya memiliki tenaga dalam.
di lain tempat Arya yang sudah kembali ke rumahnya setelah sekian lama tidak di ketahui keberadaannya.
" kak Arya. "
" ya arlan. "
" kenapa masih terlihat murung begitu. "
" hah aku kesal pada kakek yang terus memaksaku menikah. "
" eh apa kakek masih membahas itu kak. "
" ya tentu saja, kau tau kakek seperti apa dia orang yang keras kepala dan juga sangat berambisi jika dia sudah ingin keluarga pun bisa di jadikan timbangan untuk mendapatkan apa yang di inginkan. "
" hah kakek keterlaluan....
tapi tenang lah kak aku akan mencoba berbicara dengannya. "
" apa kakek akan mendengarkan mu. "
"itu....... "
" ya sudah terserah pada mu saja esok aku akan pergi ke satu tempat saja. "
" apa kakak akan menghilang lagi kakak baru saja kembali. "
" tidak tempat itu tempat untuk menenangkan diri saja aku tidak bermaksud untuk menghilang kembali. "
" ah syukurlah jika begitu jadi ibu tidak perlu bersedih lagi. "
__ADS_1
" ya. " ucap Arya
sedangkan di rumah sakit kini li suan tengah bersama cucunya isabel yang sudah tampak membaik secara signifikan.
" isabel apa ada sesuatu yang tidak nyaman. "
" tidak kek aku sudah jauh lebih baik bahkan aku merasa sudah sembuh. "
" em bagus jika begitu. "
" kakek di mana dua orang itu. "
" mereka sudah kembali sedari tadi. "
" em. apa kakek mengenal siapa mereka. "
" em untuk satu orang itu ( erika) kakek merasa tidak asing tapi kakek lupa dan untuk yang satunya ( tiara) kakek tidak mengetahuinya sama sekali. tapi yang pasti mereka sangat baik dan rendah hati bahkan orang itu (tiara) begitu hebat dalam hal medis. "
" benarkah kek. "
" benar jika bukan karenanya dirimu tidak akan sebaik seperti sekarang isabel. "
" aku harus berterimakasih secara langsung nanti jika bertemu kembali. "
" ya. "
keesokan harinya. li suan yang baru saja selesai sarapan dan akan kembali ke rumah sakit mendapatkan panggilan ponsel.
" dokter li segera ke rumah sekarang ada hal buruk yang terjadi pada amelia lekas lah. "
" tapi bukankah kemarin dia baik baik saja. "
" maka dari itu kau harus memeriksanya. "
" baik baik aku akan segera ke sana sekarang tunggulah. "
" ya cepat. "
" penyakit apa sebenarnya ini mengapa sangat sulit untuk di tangani. juga kemarin terakhir kali dia sudah baik tapi sekarang apa yang terjadi mengapa tiba tiba. "
segera li suan menuju kediaman argantara karena keluarga argantara juga merupakan seorang yang juga berpengaruh di kota suzan jadi li suan tidak bisa memandang sebelah mata keluarga ini.
singkatnya saat ini li suan sudah tiba di kediaman argantara li suan segera masuk ketempat khusus perawatan amelia.
" dokter li sudah tiba....
ayo cepat periksa amelia. "
" baik baik akan segera aku periksa. "
li suan pun mulai melakukan perawatan dan pengecekan pada amelia dan seluruh peralatan medis.
" tidak ada yang salah tapi mengapa nona amelia mendadak menurun seperti ini kondisi tubuhnya jika di biarkan dia akan mati. tapi apa yang harus ku lakukan bahkan obat dan alat medis sudah tidak bekerja lagi padanya untuk terus mempertahankan hidupnya. apa yang harus aku lakukan. "
" bagai mana dokter li. "
" ini sangat buruk tuan Arga tubuh nona amelia menolak seluruh pengobatan yang aku berikan juga peralatan medis ini walau berfungsi tapi tidak lagi berpengaruh pada nona amelia. "
" apa bagai mana bisa begitu......
apa yang sebenarnya menimpa amelia....
dokter li aku tidak mau tau kau harus lakukan apa pun agar amelia bisa tetap hidup jika tidak..... "
" sabar tuan sabar... aku akan berusaha sebaik mungkin tapi aku bukan lah Tuhan aku hanya dokter biasa jika jika takdir itu datang apa lah daya ku. "
__ADS_1
" maka kau juga akan menemaninya dokter li. " moncong pistol sudah tepat ada di kepala li suan