
semua orang mulai membicarakan kedatangan tara. karena setiap jengkal manusia yang masih di kota itu pasti mengenal tara karena tara merupakan seorang pengusaha sukses dalam bidang penginapan atau pun perhotelan.
" lihat lihat bukankah itu bos besar perhotelan nona tara apa yang membuatnya datang dan mengendarai mobil sendiri. "
" wah wah konten ku akan semakin ramai jika aku merekam ini. "
" wiiiih selain sukses dalam bidang usahanya dia juga cantik dan sexy jika saja dia melihatku dan memintaku menjadi suaminya aku akan langsung menerimanya. "
" mengandai mu terlalu tinggi dasar halu. "
" lihat betis itu begitu mulus dan bersih. "
" mobilnya mewah di kemudikan oleh wanita cantik sungguh sempurna. "
berbagai macam omongan di lontarkan oleh setiap orang yang ada di taman itu. tapi tara tak merasa terganggu karena pada dasarnya dia low profil hanya saja karena kedudukannya orang orang merasa segan padanya. tara juga membuat komitmen selama orang lain tidak mengusik zona nyamannya dia akan baik.
tiara yang melihat tara sudah datang berjalan santai menemui tara.
" hay kak. "
" tiara maaf sudah membuatmu menunggu lama. ayo akan ku antar ke penginapan. "
" kak tara berlebihan aku tak apa malah aku merasa merepotkan kakak. "
" tidak tidak untukmu aku tidak repot. "
" jika begitu ku ucapkan terimakasih kepada kak tara karena sudah baik padaku. "
" tiara jangan seperti itu aku merasa tak nyaman dengan dirimu walau statusku tinggi tapi aku merasa bukan apa apa di banding dirimu. "
" sudah lah kak kita sama dan belajar dari orang yang sama jadi tak perlu seperti itu. "
" tapi... sudahlah kita bicara di mobil saja ayo udara sudah semakin dingin. "
" ya. " angguk tiara lalu mulai memasuki mobil dan tara membukakan pintu tiara sempat terhenti dan melihat ke arah tara, tapi yang di lihatnya hanya tersenyum, tiara hanya bisa geleng geleng kepala pelan dengan sikap tara ini. di pikirannya " kakek memang hebat dalam memilih orang. "
kemudian mobil pun mulai melaju di jalanan. dengan kecepatan sedang. karena tara masih belum pernah berkendara bersama tiara takut membuatnya tak nyaman
__ADS_1
" bagai mana keadaan guru. " tara
" kakek sehat kak dia baik baik saja. "
" syukurlah jika seperti itu. tapi tolang jelaskan mengapa kakek memintamu kembali lagi ke kota. "
" kakek hanya mengatakan jika ini sudah waktunya aku kembali juga kakek mengatakan ada sesuatu yang harus di kerjakan. "
mereka terus saja berbincang banyak hal. tiara juga senang karena bisa akrab dengan orang sebaik tara. memang benar " sampul buku tidak menentukan isinya. " itulah kata kata yang tepat untuk mengkiaskan kak tara.
lama berkendara mereka pun tiba di sebuah bangunan super mewah, di penuhi lampu juga terdapat danau buatan serta taman yang asri dan lampu lampu menerangi setiap sudut.
" kak tara apa ini penginapan, kurasa ini lebih tepatnya rumah bukan istana. "
" hehe ini rumah tiara sekarang, kaka merasa penginapan tidak cocok. jadi kakak berikan saja rumah ini. di Terima ya tiara kakak mohon. "
" apa kakak membeli rumah ini. "
" tidak ini properti milikku juga, sengaja tidak kakak jual, jadi sekarang kakak berikan saja pada tiara saja, kakak mohon terima saja, ini hanya salah satu dari properti milik kakak dan ini yang terkecil." itu memang benar tapi ini bukan yang terkecil ini juga termasuk dalam pencarian no 10 untuk kediaman bagi orang orang super kaya.
" ya sudah tiara terima, kak tara sudah baik jadi tak ada alasan untuk menolak. "
" Terima kasih tiara. silahkan masuk, kakak hanya menyiapkan satu pelayan dan dia termasuk yang terbaik, tiara bisa memilih sendiri yang lainnya. "
" ayolah tiara jangan anggap aku orang lain anggap lah aku keluarga. jadi tak perlu sungkan selama aku bisa aku akan melakukannya. "
" iya iya kakak sekarang adalah keluarga tiara. "
" Terima kasih tiara, ayo masuk biar kakak tunjukkan kamarmu dan selebihnya akan di lakukan pelayan. "
mereka pun melangkah memasuki rumah super mewah itu di pintu sudah berdiri wanita cantik berkisar usia 30an dengan pakaian rapi. " selamat datang nona tiara nona tara. perkenalkan namaku erika nona bisa memanggilku apa saja, aku pelayan di rumah ini. "
" ya. tiara bagai mana apakah dia di Terima di sini. "
" ya kak tara aku menerimanya. "
" Terima kasih nona muda. aku akan bekerja semaksimal mungkin. "
" ya sudah, erika tolong memasak lah ku yakin tiara sangat lapar. "
__ADS_1
" baik nona tara berikan aku sedikit waktu makanan akan tersedia di meja. apa kah ada makanan khusus yang nona muda inginkan. biarkan aku memasaknya. "
" aku tak memiliki keinginan khusus, memasak lah saja aku bisa memakan apa saja dari masakan mu. "
" baik nona aku permisi"
" ayo tiara kakak antar ke kamarmu. dan setelah itu kakak harus pergi menyelesaikan sesuatu. "
" ya baik lah kak. "
setelah itu tara mengantar tiara ke kamarnya dan setelah itu berpamit untuk mengerjakan sesuatu.
saat ini hanya tiara di kamar super besar dan mewah itu. tiara sedang berbaring di kasur yang lembut dan besar sedang berbincang dengan Queen.
" tiara rupanya masih ada orang baik seperti tara itu. " Queen
" ya aku juga tak menyangka kak tara akan sebaik itu padaku. "
" ternyata pak tua itu memiliki pengaruh besar. meski dirimu tak bersamanya tapi tara begitu menghormati dan baik padamu. " Queen
" berbicara kakek aku merindukannya sekarang. "
" hah mulai mulai dah galau galaunya. mengapa dirimu tidak mandi atau berendam saja. ku rasa tubuhmu sudah lengket. " Queen
" ah ya benar juga lebih baik aku mandi saja. "
kemudian tiara pun menuju kamar mandi untuk mandi karena memang benar dirinya sungguh merasa lengket karena sedikit berkeringat.
setengah jam kemudian tiara sudah selesai segera mengenakan handuk, kemudian menuju lemari baju. ternyata di sana sudah di siapkan dengan berbagai model dan warna, tira yang melihat hanya menggelengkan kepala, merasa karena di rumah tiara memutuskan memakai baju panjang selutut dan celana pendek.
" nona muda makanan sudah siap di meja. apakah nona ingin makan sekarang. "
" oh ya erika aku segera ke sana tunggulah aku di sana saja. "
" baik nona. "
setelah itu tiara keluar dari kamar kemudian menuju ruang makan. sesampainya di ruang makan erika sudah menarik kursi untuk mempersilahkan tiara duduk. tiara tak keberatan dan menerimanya saja kemudian duduk. erika dengan sigap menyiapkan semuanya.
" silahkan nona jika ada yang tidak pas katakan saja nona aku siap menerima hukuman. " ucap erika
__ADS_1
tiara tak menjawab malah dia melihat ke arah erika. " mengapa dirimu tidak duduk saja dan makan bersamaku. "
" itu aku tidak pantas nona, silahkan nona makan aku akan makan di belakang saja. "