
tristan dan tiara terus keluar dari gedung tiara sudah mulai terpengaruh dengan minuman alkohol itu jalannya sedikit tidak seimbang tapi karena bertopang pada tristan itu masih bisa di atasi.
" tuan. " ucap blue
" siapkan mobil. " tristan
" baik tuan. "
tristan dan tiara kini menunggu mobil tapi tiara merasa gelisah dan merasa tak nyaman di tubuhnya.
" tristan..... "
" ya. "
" apa dirimu mencampurkan sesuatu di minuman yang ku minum. " ucap tiara berusaha untuk berbicara normal karena tiba tiba saja tubuhnya bergejolak dengan hebat.
" tidak. "
" minuman itu ada obat perangsang nya. seseorang pasti ingin menjebak mu. " ucap tiara mulai memberat.
" apa gawat. " tristan panik.
tak lama mobil datang dan blue keluar dari dalam mobil.
" tuan." ucap blue
" aku akan menyetir sendiri. "
" baik tuan. "
segera saja tristan membawa tiara masuk ke dalam mobil dan tristan melajukan mobil dengan cepat.
" tristan....... tolong aku..... "
" sabarlah kita akan ke hotel terdekat. "
" aah...... ini menyiksaku tristan. "
" sabar lah. "
" ini melebihi dosis yang seharusnya. " Queen
" jika melakukan akupuntur tiara tidak akan bisa fokus itu akan sangat fatal. " Queen
" hanya dia saja yang bisa menyelesaikan ini. " Queen
" tristan... ucap tiara yang sudah menggeliat tak karuan beberapa kali menggigit bibir bawahnya. tangannya meraih tangan tristan berharap tristan segera.
" sabar tiara tidak jauh lagi. "
Tiara terus menahan tapi dosis itu terlalu tinggi jadi tak mungkin untuk menahan lebih lama lagi. akal tiara sudah mulai hilang dia mulai bergerak dari tempat duduknya.
kini tiara sudah ada di atas pangkuan tristan dia bergerak tak karuan dan berbicara ngelantur meminta dewa untuk melakukannya.
tak lama mobil segera tiba di hotel seseorang sudah berdiri menunggu kedatangan ke duanya tristan menggendong tiara dan berlari.
" tuan ini kuncinya. "
" ya. "
tristan segera menggunakan lift. tak lama tristan sudah tiba di lantai yang di tujuan di mana di sana hanya ada dua pintu. tristan segera masuk dan membawa tiara ke kamar mandi.
setengah jam berlalu tapi efek itu masih ada tiara terus memohon pada tristan untuk melakukannya tapi tristan menolak karena tiara dalam pengaruh obat bukan karena keinginannya sendiri.
" tristan aku mencintai mu aku menerimamu sejak kapan entah tak tau apai aku benar benar menerimamu. tolong aku ini terlalu menyiksaku . " ucap tiara dengan sedikit akal sehatnya.
__ADS_1
" apa dirimu serius tiara. "
" ya. cepatlah tristan. "
tristan segera mengangkat tiara dari air
dan terjadilah malam yang panjang dan panas walau keduanya sedang basah.
pukul 5 pagi keduanya baru saja selesai dan tristan berbaring di sebelah tiara. tiara sudah tertidur karena lelah dan pengaruh obat juga sudah habis.
pukul 10 pagi tiara mulai terbangun dan merasakan tubuhnya sakit semuanya. dia sudah sadar semalam dia sudah memberikan jiwa dan raganya pada tristan jadi tiara tidak terlalu terkejut dengan keadaannya yang hanya berbalut selimut. tristan sendiri masih tidur di sebelah tiara.
" dia benar benar tangguh. " ucap tiara kemudian turun dari tempat tidur.
ahhhhk....... tiara kesakitan di bagian area sensitif nya.
" sakit sekali. "
" mau ke mana. " ucap tristan
"eh aku aku mau ke.... ke kamar mandi. " ucap tiara dengan malu malu.
" ayo aku bantu saja. " ucap tristan kemudian bersiap untuk menggendong tiara.
" eh itu. "tiara menunduk karena mendapati tristan yang tak berpakaian.
" kenapa. bukankah semalam dirimu begitu lahap. " ucap tristan. penuh senyuman tapi tiara tidak melihat itu karena menunduk.
" tristan. " ucap tiara karena dirinya benar benar malu mengingat dirinya yang begitu liat dan agresif
tristan tidak berbicara lagi segera saja menggendong tiara ke kamar mandi. tiara tidak berani menatap tristan wajahnya di benamkan di dada tristan.
" apa kita mandi bersama saja. " ucap tristan.
" tidak. itu alasanmu saja milikku masih sakit sekarang gara gara dirimu. "
15 menit kemudian tiara sudah selesai seperti di awal tristan menggendong tiara kembali dan meletakkannya di tempat tidur. setelah itu baru tristan yang membersihkan dirinya.
20 menit kemudian tristan keluar dari kamar mandi wajahnya uang sudah tampan terlihat begitu segar setelah mandi.
tiara sampai mematung melihat tristan dia benar benar tak bisa menolak kharisma yang di pancarkan tristan.
hingga tiara tidak sadar jika dirinya sudah terbaring di bawah tristan
" tristan apa yang dirimu lakukan. "
" melanjutkan yang semalam. "
" tapi aku..... "
tristan tak membiarkan tiara memberikan alasan hingga akhirnya pergulatan itu terjadi lagi dan tiara pasrah juga menikmati saja
2 jam kemudian pergulatan itu selesai tiara segera tertidur lagi tubuhnya yang sudah di tempa begitu keras sejak masih kanak kanak masih bisa kelelahan karena tristan.
tristan sendiri membiarkan tiara tidur. tristan menyelimuti tubuh polos tiara. kemudian tristan ke kamar mandi tak lama keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian.
pukul 5 sore tiara terbangun mendapati dirinya yang terbaring sendiri di tempat tidur melihat sekitarnya tidak menemukan tristan.
tapi di meja ada surat segera saja tiara mengambil kemudian membacanya.
..." *maafkan aku karena melakukannya lagi. tubuhmu yang indah itu sangat sulit untuk ku tolak jika dirimu sudah bangun dan mendapati aku tak ada. itu berarti aku masih di luar aku akan segera kembali membawakan baju dan makanan untuk mu tunggulah aku kembali. "...
^^^suamimu^^^
__ADS_1
^^^Tristan*^^^
" hah dia pergi lalu bagai mana caraku ke kamar mandi apa aku harus merangkak. "
" kau bodoh tiara. " ucap Queen
" eh mengapa kau mengumpat ku Queen. "
" mengapa harus bingung bagai mana ke kamar mandi. bukankah kau bisa menyembuhkan dirimu sendiri. "
" eh iya aku lupa. "
" hah apa karena ke enakan dengan permainan suamimu itu kau jadi pelupa. "
" hehe aku benar benar lupa Queen. "
" terserah. "
" eh sejak kapan dirimu bisa ngambek. "
" hah ya sudah jika begitu
tiara kemudian mulai menarik energi di sekitarnya kemudian di alirkan kebagian yang terluka tak butuh waktu yang lama sekitar 15 menit luka itu sudah pulih tidak bengkak dan tidak sakit lagi.
" saatnya untuk mandi. " tiara
saat tiara berendam tiara teringat dengan siapa orang yang sudah berani ingin menjebak tristan. segera tiara menyudahi berendamnya. kemudian segera keluar menghubungi iris.
tiara tau jika tristan belum kembali jadi tiara segera saja menghubungi iris.
" nona. "
" iris aku memiliki pekerjaan lagi untukmu. "
" aku siap melakukannya nona. " ucap iris yang segera bangkit dari tempat tidurnya meninggalkan Sintia sendiri tanpa busana.
" retas tempat ini dan lihat siapa orang yang sudah memiliki niatan untuk menjebak suamiku. "
" baik nona. "
tak butuh waktu yang lama untuk iris mendapatkan apa yang di inginkan tiara.
" sudah ku dapatkan nona. "
" jelaskan. "
" dia bernama clara cucu dari orang berpengaruh bernama thomson usianya 25 tahun pekerjaannya membantu kakeknya dan juga seorang model aku juga mendapatkan beberapa video adegan panasnya dengan tuan tuan muda dari keluarga berpengaruh sepertinya itu di gunakan untuk memeras mereka dan sebagainya. dan tuan adalah target selanjutnya kemarin malam. "
" em. kirim semua data pada hana. aku akan meminta dia menyelesaikan ini. "
" sudah selesai nona bagus lalu bagai mana dengan yang kemarin. "
" itu sudah juga nona mungkin sekarang mereka sedang di landa kesusahan.
" bagus ya sudah sampai di sini saja. lanjutkan pertarungan mu dengan Sintia. "
"eh apa nona tau. "
.......
" nona.... nona..... "
rupanya panggilan sudah terputus.
" apa nona memiliki mata di sini bagai mana nona tau jika aku baru saja bertarung dengan Sintia. "
__ADS_1
" ah tak perlu di pikirkan aku sudah mendapat perintah untuk melanjutkannya maka aku harus menyelesaikan perintah nona. "
author : bajingan kau iris bukankah tanpa tiara suruh kau tetap akan melakukan itu.