Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 41


__ADS_3

setelah beberapa menit akhirnya mereka berempat menyelesaikan pemindahan itu. erika segera mengerjakan tugas lain dari tiara yaitu membersihkan pedang dan mengembalikan pada tempatnya.


Sintia juga melanjutkan untuk membersihkan mobil sesuai dengan perintah yang di dapat dari tiara han tidak pergi dari ruang senjata dia berencana menata semua senjata itu. iris juga memilih membantu han karena dirinya juga tak memiliki pekerjaan yang harus di kerjakan.


" dari mana kita mulai mengerjakannya han. " tanya iris


" lebih baik kita pilah terlebih dahulu sesuai jenis dan kelasnya. " han yang sudah terbiasa dengan senjata karena dirinya sempat berkecipung dalam perdagangan senjata ilegal.


" baik lah ayo. "


akhirnya iris dan han mulai bekerja memilah setiap senjata sesuai dengan jenis dan kelasnya.


mari kita tinggalkan mereka dengan kegiatannya kita beralih pada kabar yang sedang menjadi tanding topik dan juga berita tentang hancurnya markas organisasi dunia bawah.


saat ini dunia maya dan pertelevisian sedang di sibukkan dan ramai membahas tentang seorang pembisnis bernama herman yang terlibat banyak kasus kejahatan dan beberapa skandal juga kasus pornografi ilegal, serta beberapa data tentang keterlibatan pemerintah dalam membantu herman dan rekaman medis tentang herman.


di rumah Herman masih tidak mengetahuinya dia masih tidur dengan di temani dua wanita tanpa sehelai kain menutupi mereka. hingga tiba di mana saat dia terbangun karena gedoran pintu yang sangat nyaring dari luar rumah.


" siapa pagi pagi seperti ini berani membuat keributan di rumahku apa mereka tidak tau rumah siapa ini. aaaaaah bajingan. " herman segera bangkit untuk memeriksa siapa yang berani mengetuk pintu rumahnya dengan sangat keras


" sayang jangan tinggalkan kami. ayo kita main lagi aku sangat menyukai permainanmu. " wanita satunya


" iya sayang. " wanita yang lain


" sebentar saja aku hanya ingin melihat siapa yang datang setelah itu akan ku puas akan kalian. " manis perkataan herman


" meoong.... akhgg.... " balas para wanita


herman hanya tersenyum meninggalkan dua wanita itu di kamarnya.


sesampainya di pintu herman berteriak dengan keras karena pintu terus di gedor begitu keras.


" kalian tunggu sebentar akan segera ku buka. apa kalian ingin mati hah. "


segera herman membuka pintu dan pemandangan pertama yang di lihat di depan pintunya segerombolan polisi dengan senjata lengkap sedang menodongkan seluruh senjatanya ke arah herman.


" maaf mungkin terjadi kesalahan pahaman, ada apa ini sebenarnya. "


" silahkan tuan herman ikut saja kami kekantor kemudian semuanya akan jelas. "


" tapi aku tak melakukan apa pun bagai mana bisa aku ikut dengan kalian. "


" bekerjasama lah tua agar proses ini bisa berjalan dengan damai tampa ada darah. "


" oh baik baik bisakah aku berpakaian dahulu dan menghubungi seseorang. "


" tidak perlu tuan anda bisa melakukan itu nanti di kantor. "


" apa kalian tidak tau siapa aku jangan bebuat seperti ini padaku atau kalian menyesal. "

__ADS_1


" kalian bawa dia dan yang lain geledah rumah ini setelah itu segel. "


" siap laksanakan. " segera semuanya bergerak sesuai perintah


" hey lepaskan lepaskan aku jangan perlakukan aku seperti penjahat lepaskan aku aku akan membuat kalian menyesal dan bersujud di kaki ku setelah ini.


tapi sayang para petugas menghiraukan semua yang di katakan herman. mereka seperti menganggap herman seperti orang bodoh.


segera mobil bergerak menuju kantor dan herman terus mengoceh dan emosi karena dirinya begitu di rendahkan


beralih di tempat lain tepatnya di jalan Hz di markas besar harimau darah para petugas khusus sedang sibuk. mereka baru saja menerima laporan jika ada pembantaian di markas harimau merah dan terdengar suara senjata api.


tim yang tiba di sana sungguh terkejut dan miris melihat bagai mana para mayat yang berserakan karena tubuhnya sudah tak utuh lagi bahkan bau darah sungguh sangat menyengat.


beberapa tim yang sudah terbiasa mengerjakan dan menghadapi hal seperti ini masih mengalami pusing bahkan mual ada juga yang terkena mental. karena melihat mayat yang di bunuh secara kejam.


" siapa yang sudah mereka singgung hingga harus mati seperti ini. dan juga siapa orang yang sudah melakukan ini begitu kejam. " suara hati dari ketua divisi khusus pembunuhan yang memiliki nama besar atas kerjanya selama bertahun tahun, dia lah ERICK HANDSON.


" bagai mana apa ada sesuatu yang bisa menjelaskan ini semua. " tanya erik kepada salah satu bawahannya


" ini sulit ketua ini seperti sudah terencana semuanya begitu rapi. " jelas bawahannya.


" hah benarkah sesulit itu apa di lingkungan sekitar tak ada yang mengetahuinya. "


" tidak ada ketu organisasi ini sangat tertutup tidak sembarang orang yang bisa masuk kedalamnya bahkan lingkungan sekitar sangat menjauh dan tak mau tau. "


" jika begitu apa di tempat ini tidak ada CCTV. "


" sepertinya pelaku begitu berhati hati dia sudah memperkirakan semuanya. "


" benar sekali ketua. "


" lapor ketua, kami menemukan peluru tapi sudah terbelah menjadi dua. " ucap salah seorang bawahannya..


" coba ku lihat. " ucap erick


" peluru ini terbelah begitu rapi sebenarnya siapa orang ini hingga mampu membelah peluru dan bisa menyamai kecepatan dari peluru. " gumam dalam hatinya


" apa hanya satu ini. "


" siap ketua,di temukan banyak yang seperti itu. "


" apa banyak itu berarti bukan sebuah kebetulan dia benar benar ahli dan praktisi beladiri yang sudah melebihi tingkatan master. "


" apa kalian sudah memeriksa CCTV sekitar jalan Hz ini. " ucap sang erick bertanya.


" siap ketua beberapa dari kami sudah melakukannya. "


" bagus segera laporkan padaku dan cepat bereskan mayat mayat ini sebelum malam. "

__ADS_1


" siap ketua. "


kemudian erick pergi dari lokasi menuju kantornya dia sungguh mengalami kesulitan kali ini karena semua jalan untuk di jadikan titik temu sudah tertutup.


" apa yang harus ku lakukan untuk masalah ini bagai mana caranya aku bisa mengungkap kasus ini. bahkan kasus keluarga Wijaya hingga sekarang masih tidak ada kejelasan dan kasusnya masih di tutup. satu satunya orang yang bisa memberikan keterangan dalam kasus keluarga Wijaya hanya anak perempuannya yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya. "


ciiiiiiiiit......... suara dencitan ban karena mengerem mendadak.


erick segera keluar dari mobilnya setelah hampir menabrak dua orang wanita yang ingin menyebrang jalan.


" ah maaf maf kan aku aku sedikit tidak fokus menyetir. " ucap erick


kedua wanita lebih terkejut setelah melihat erick yang mengenakan seragam petugas.


" tidak tidak apa apa kami pergi dahulu kami terburu buru. "


" oh ya silahkan silahkan sekali lagi maaf. "


tapi wanita itu tak menghiraukan erik malah mereka berjalan semakin cepat seperti menghindar dari erik


" hah aku hampir membunuh seseorang karena memikirkan kasus ini. dan wanita wanita itu sungguh aneh aku yang salah tapi malah mereka yang seperti ketakutan melihatku. "


erick segera kembali lagi kedalam mobilnya kemudian mengemudikannya menuju kantor.


di sisi lain tiara yang sedang berendam harus menyelesaikannya karena suara Sintia memanggilnya dari luar pintu kamarnya.


" masuk lah tak apa. pintunya tidak di kunci. " tiara yang sudah keluar dari kamar mandi sedang menuju lemari pakaian.


" baik nona permisi. " Sintia


" ya. "


" ada apa Sintia. "


" aku sudah selesai memasak apakah nona ingin makan sekarang atau nanti. " Sintia masih gugup


" ya bantulah aku dahulu mengeringkan rambut apa dirimu bisa. "


" tentu saja nona aku bisa. "


segera saja Sintia melakukannya tampak Sintia juga mahir seperti erika. jadi tiara hanya diam dan bersenandung menunggu pekerjaan Sintia selesai.


" sudah selesai nona. " ucap Sintia setelah beberapa menit


" em.. ayo mungkin yang kian sudah menunggu kita. "


" baik nona. "


Sintia dan tiara segera pergi menuju ruang makan.

__ADS_1


" ayo langsung saja makan tak perlu menunggu lagi. " setelah tiara tiba di meja makan.


semuanya pun makan sesuai perintah dari tiara.


__ADS_2