Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB121


__ADS_3

" bagai mana sekarang kalian akan menghadapi ku kalian saja tidak tau aku di mana. "


" gadis sialan kalau kau memang memiliki kemampuan hadapi kami secara nyata. "


" lah kenapa dengan cara ini bukanlah ini cara kalian tadi. aku hanya memberikan pandangan pada kalian bahwa kemampuan kalian itu masih rendah. "


" kau berani menghina kami dan merendahkan kami kau akan menyesal nantinya. "


" aku rasa penyesalan itu cocok untuk kalian karena kalian sudah ditakdirkan untuk mati di tanganku. "


Queen mulai menggerakkan kembali energi tajam yang sudah ada di setiap masing masing dari kelima orang itu.


Queen terus melakukannya secara bergantian dan acak sehingga tidak dapat di prediksi siapa selanjutnya yang akan di serang. walau mereka tau akan di serang mereka juga tidak bisa melihat sosok Queen.


" *bagai mana ini apa yang harus kita lakukan sekarang. "


" ya benar apa yang harus kita lakukan jika seperti ini terus kita akan mati konyol oleh anak itu. "


" tapi apa yang bisa kita lakukan melakukan perlawanan, siapa yang akan kita lawan anak itu saja tidak terlihat. "


" lalu bagai mana. "


" coba negosiasi. "


" aku tidak ahli . "


" aku juga. "


" sama aku juga. "


" lalu siapa. "


" kau saja bukankah kau yang tertua. "


" Aaaaa aaaa tanganku tolong Aaaaa tolong ini sangat sakit. " ucap salah seorang dari lima orang itu tiba tiba berteriak sakit uang di mana tangan dan tubuhnya sudah terpisah*.


" stop berhenti jangan serang lagi dengarkan aku aku ada penawaran. "

__ADS_1


aaaaaaa tanganku juga tolong aaaaaaa sakit......


" tolong berhentilah jika kau tidak membunuh kami kami akan memberikan seluruh uang kami padamu bagai mana. "


" kalian terlalu menjadikan uang sebagai tuan sehingga kalian berpikir nyawa kalian bisa di tukar uang. tapi aku bukan orang yang kekurangan uang. jadi silahkan makan lah untuk dirimu sendiri uang kotor itu. " ucap Queen


" tunggu tunggu jika uang kami tak bisa sebagai gantinya bagai mana dengan diri kami kami siap bekerja padamu seumur hidup. "


" emmmm penawaran yang bagus jika di pikir kalian memang sangat berguna. " 3 orang yang tersisa dengan tubuh mereka yang masih lengkap tersenyum senang walau tubuh mereka penuh dengan luka sayatan.


" tapi aku sudah tidak kekurangan orang jadi kalian biasa mati saja. " ucap Queen membuat senyuman yang sudah melebar berubah lagi dengan ekspresi jelek.


tanpa bernegosiasi lebih lama lagi tiara segera menggerakkan energinya lebih cepat untuk menyayat lima orang itu. Queen sengaja membuat kematian yang menyakitkan untuk lima orang itu agar mereka tau apa itu rasa sakit yang di rasakan oleh setiap orang yang di operasi.


suara jeritan tangisan pilu erangan kesakitan terdengar dari lima orang itu mereka memohon ampunan dan pertolongan tapi tidak ada yang mendengarnya dan peduli pada mereka.


" sekarang kalian tau kan rasa sakit itu sudah berapa orang yang kalian buat merasakan sakit sekarang kalian pun sama selamat menikmati. " ucap Queen keluar dari kegelapan tanpa menghentikan serangannya untuk menyayat setiap bagian tubuh dari lima orang itu.


kelima orang yang melihat Queen sudah keluar dari kegelapan tidak melakukan serangan mereka sedikit bingung. jika Queen sedang berdiri di tempatnya siapa yang melakukan serangan pada mereka sedari tadi. itulah yang di pikirkan mereka.


meraka hanya mengandalkan satu tangan mereka. suara mereka juga sudah semakin lirih untuk berteriak.


" ampun..... ampun....... tolong ampuni kami tolong...... tolong bunuh lah kami sekarang saja kami sudah tidak sanggup lagi. " ucap kelima orang itu bergantian pada Queen


" kalian memohon padaku. lalu apa kalian juga memberikan kesempatan pada orang yang kalian bunuh dengan cara mengambil bagian tubuh mereka. sepertinya tidak kalian terlalu di perbudakan harta kekayaan. " ucap tiara pada lima orang itu.


" ya anggap ini penebusan dosa kalian di dunia. " imbuh Queen menarik kursi kemudian duduk melihat penyiksaan lima orang itu.


di tempat lain kini iris dan lainnya sedang beradu tembak di ruangan bos dari perusahaan iris bekerja dulu.


pada awalnya iris dan yang lainnya menghadapi 10 orang tapi kali ini hanya tersisa 1 orang yang itu merupakan bos atau tokoh utama dari target pembersihan malam ini.


kini semua orang sudah berhenti saling menembak karena amunisi mereka semua sudah habis.


" siapa kalian sebenarnya mengapa datang mengganggu ku dan menghancurkan ku. aku merasa tidak pernah menyinggung kalian. "


" tak perlu tau siapa kami cukup kau tau sekarang ajalmu sudah dekat jadi persiapkan saja kematianmu. " erika

__ADS_1


" sialan kalian.... apa kalian pikir mudah membunuhku hah. ayo bertarung saja aku rasa amunisi kita sama sama sudah habis. "


" kau yang bersembunyi sedari tadi jadi keluarlah jika ingin bertarung. " han


bos itu keluar kemudian berjalan melangkah beberapa langkah ke depan kemudian melemparkan pistolnya..


" silahkan sekarang kalian mau maju satu lawan satu atau bersama aku siap. "


" kak han, kak erika, iris. bolehkah aku saja yang menyumpal dia. " sintia


" em aku rasa tidak ada masalah dengan itu ya kau boleh melawannya. " iris dan di setujui yang lainnya.


sintia segera maju juga kini keduanya sudah berhadapan dan siap kapanpun untuk bertarung.


" oh kau akan melawan ku. kau begitu cantik mengapa tidak menemaniku saja. "


" kau terlalu cerewet aku tidak mau lelaki lemah sepertimu. dengarkan ini jika aku mundur tiga langkah dari pukulan mu aku akan bermain di atasmu sampai kau terpuaskan. "


" woi kau yang mengatakan itu jangan menyesal. " segera si bos berlari dengan sangat cepat kearah sintia.


sintia segera bersiap dalam posisi bertarung karena merasakan ancaman tapi masih bisa di atasi.


sebuah tendangan lurus mengarah ke dada dengan penuh kekuatan di lakukan si bos. sintia segera menghindar dan segera melakukan serangan balasan dengan menendang bagian perutnya membuat orang itu sedikit terpental dan jatuh ke lantai.


" ho.... rupanya aku terlalu meremehkan mu . baik ayo aku sudah serius sekarang. "


sintia tidak menunggu segera maju memberikan serangan beruntun pada si bos. tapi si bos berhasil menahan semua serangan sintia.


sintia tidak memberi jeda sedikitpun sintia terus melakukan serangan. tiara masih bertarung biasa saja istilahnya hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja.


si bos yang merasa terus di pojokkan berusaha memberikan perlawanan. bagai manapun jika terus bertahan dalam serangan bertubi tubi Queen lama lama dirinya juga akan tumbang.


hingga pada akhirnya si bos dan sintia berhasil adu pukulan. di mana sintia berhasil memukul dada si bos dengan keras sedangkan si bos berhasil memukul dada bagian atas sebelah kiri sintia.


sintia masih berdiri kokoh sedang si bos yang terkena pukulan sintia mundur 5 langkah kemudian memegangi dadanya yang sesak.


" aku rasa aku terlalu sulit untuk dirimu lawan apa kau ingin melawan yang lainnya. " ejek sintia.

__ADS_1


__ADS_2