
" nona kita sudah sampai ini lah tempat nona tara. "
" ya ayo langsung saja temui kak tara. "
" baik. "
erika dan tiara segera berlalu dari mobilnya menuju tempat tara berada. erika memimpin jalan untuk tiara.
" permisi apakah nona tara ada. "
" eh bukankah ini erika, kemana saja erika kenapa tidak pernah terlihat. nona tara ada di ruangannya. "
" aku ditugaskan hal lain oleh nona tara. jika begitu aku langsung saja menuju ke ruangannya saja. terimakasih sudah membantu. "
" ya sama sama, silahkan. "
setelah itu tiara dan erika pun menuju ruangan tempat tara berada. sedangkan tara sendiri kini sedang gelisah dan gundah karena belakangan ini ada seseorang yang terus menerornya dan memberikan surat ancaman akan datang untuk membunuhnya.
" selamat siang nona tara ini aku erika bersama nona tiara. "
" ya masuk lah erika. "
tiara dan erika pun masuk kedalam ruangan dari tara.
" maaf aku tak menyambut kedatangan mu tiara aku tidak tau jika dirimu akan datang. "
" kak tara apa yang dirimu katakan kita adalah keluarga jadi tak perlu hal seperti itu. "
" ah baiklah, ayo duduk. "
tiara pun segera duduk tapi tidak dengan erika yang masih berdiri. " erika duduk lah. " ucap tiara
" tapi nona. "
" duduk lah apa karena kak tara. aku rasa kak tara tidak ada masalah duduk lah jangan aku mengatakan yang ketiga kalinya. " ucap tiara halus tapi terdengar mengerikan bagi erika
segera saja erika duduk dengan patuh tapi dengan wajah yang menunduk tak berani melihat percakapan antara tiara dan tara
" tiara apakah ada sesuatu yang tiara butuhkan dariku katakan saja. "
" tidak kak aku sudah tercukupi semuanya bahkan lebih, hanya saja aku merasa khawatir mengapa kak tara tidak berkunjung atau menghubungiku. jadi aku tanyakan kepada erika katanya kakak ada sedikit masalah, katakanlah padaku mungkin aku bisa membantunya. "
" hah itu hanya masalah kecil orang yang tak tau siapa dirinya datang mengancam ku dengan mengirim surat akan datang membunuhku. "
" apa kak tara memiliki musuh. "
" musuh... dalam dunia bisnis ini semuanya musuh tiara tidak ada kawan. "
" em apakah belakangan ini ada seseorang yang datang pada kakak menawarkan sesuatu dan kakak menolaknya atau kakak bersinggungan dengan orang dalam bisnis. "
" entah lah aku tidak tau tiara. "
" boleh aku melihat surat itu kak. "
" tentu saja, sebentar akan ku ambilkan...................... ini suratnya. "
tiara membaca surat itu kemudian tersenyum. " ku rasa orang ini orang bodoh kak. "
" entahlah aku juga tak mengetahuinya. "
__ADS_1
" kak tara apa kak tara hari ini memiliki waktu luang, ayo jalan dengan ku. "
" sebenarnya aku ada pertemuan hari ini tapi sepertinya aku juga butuh jalan jalan jadi ayo. "
" erika aku akan mengemudi bersama kak tara dirimu bebas ingin ikut atau menunggu di sini saja. "
" lebih baik aku ikut saja nona mungkin aku bisa membantu nanti. "
" baik lah kita gunakan mobil kak tara saja. "
" tentu ayo. "
di tempat parkir.
" biarkan aku yang mengemudikan mobilnya. " ucap tiara
" nona apa tidak sebaiknya aku saja yang menyetirnya. " erika merasa tidak nyaman jika tiara menyetir
" tiara apa dirimu yakin. " tara tidak percaya
" tentu saja kak. ayolah. " tiara mencoba meyakinkan tara
" baik ini kuncinya. "
setelah itu mobil melaju dengan stabil membelah jalanan kota suzan. tiara begitu santai dan riang mulutnya bersenandung tidak jelas tapi masih nyaman utuk di dengarkan.
" tiara sepertinya hari ini senang sekali. " tara
" hahaha tidak ada yang membuatku sedih kak jadi di bawa senang saja. " tiara
" benar juga. tapi sekarang kita akan kemana tiara. " penasaran tara
" di mana tiara. "
" di sini. " lalu mobil pun berhenti di depan rumah yang di penuhi penjaga dengan badan kekar
" di sini apa maksudmu di rumah ini. tapi ini rumah seorang pembisnis besar juga tiara dan dia pernah mengajukan pertunangan denganku tapi aku menolaknya. "
" nah makanya selesaikan di sini agar kakak tidak di teror secara terus menerus. "
" jadi maksud tiara orang ini lah yang meneror ku. "
" ya. "
" tapi bagai mana tiara tau jika orang ini yang meneror ku
" kakak cukup tau saja orang yang meneror kakak tentang bagaimana aku tau cukup aku saja yang tau. "
" oh baik lah. lalu sekarang apa yang akan kita lakukan. "
" masuk dan selesaikan. "
" tapi bagai mana didepan di jaga begitu ketat. "
" kak tara di sini kakak tokoh utamanya maka perankanlah seperti halnya tokoh utama. "
" oh baik lah aku mengerti. "
segera tiara dan tara turun dari mobilnya meninggalkan erika sendiri. kemudian keduanya mendatangi salah satu penjaga di sana.
__ADS_1
" permisi apa tuan Herman ada. aku tara ingin bertemu. "
" oh ada nona silahkan masuk mari kuantar kedalam. "
" oh trimakasih. maaf sudah merepot kamu. "
" tidak masalah nona. "
setelah itu ketiganya mulai memasuki area luar dari rumah itu yang berupa taman. tak lama berjalan penjaga itu membukakan pintu untuk masuk kedalam rumah.
" nona silahkan duduk dahulu biarkan aku memanggil tuan Herman di atas. "
" ya terimakasih. "
penjaga itu pergi menaiki tangga untuk sampai di tempat herman berada.
dengan langkah yang sigap dan cepat tak memerlukan waktu yang lama untuk sampai di mana Herman berada.
" maaf tuan di bawah ada tamu bernama nina tar. "
" benarkah, jangan coba bermain denganku jika dirimu masih sayang dengan nyawamu. "
" benar tuan aku serius. "
" tapi apa yang membawanya kesini bukanlah dia sudah menolak lamaran ku secara terang- terangan. apa mungkin dia tau jika aku yang meneror dan mengancamnya. tapi itu tidak mungkin orang ku selalu kembali dan tak pernah meninggalkan jejak, lebih baik di pastikan dahulu baru akan tau. "
" tuan apa perlu menyiapkan orang orang. "
" ya tak apa kita berjaga saja karena dunia begitu kejam. walau dia seorang wanita kita tetap harus waspada. "
" baik tuan aku mengerti. "
setelah itu kedua orang itu pun keluar untuk menemui tara dan tiara. tidak lupa penjaga itu menghubungi seseorang untuk bersiap dengan segala kemungkinan.
" oh ada tamu terhormat rupanya, selamat datang di gubuk kecilku nona tara, maaf karena aku tidak menyambut mu. oh membawa seseorang rupanya tampaknya aku tidak pernah melihat dia. "
" ya ini adalah saudaraku. " singkat tara
" dingin sekali, ayolah kita tidak ada permusuhan mengapa nona tara begitu memusuhiku. "
" tuan Herman yang terhormat maaf jika aku sudah membuat dirimu kecewa dengan menolak lamaran itu, tapi tidak perlu meneror ku dan mengancam membunuhku. walau pun kita sebanding dalam dunia bisnis aku juga bisa meratakan mu. "
" nona mengapa dirimu menuduh ku tanpa ada bukti dan juga mengancam ku. apa kah nona tara lupa aku bukan Herman yang dahulu bahkan jika aku mau sudah sedari dahulu aku hancurkan dirimu nona. "
" tak perlu bukti karena seseorang sudah memberi tau ku semuanya. jadi tak perlu menutupinya lagi. "
" hahahahaha. siapa orang itu katakan padaku. "
" tak perlu tau siapa yang pasti hentikan lah tindakanmu ini. atau akan terjadi pertumpahan darah. "
" bagaimana caranya nona dirimu takkan pernah bisa keluar lagi dari rumah ini. kau sudah menjadi milikku sekarang.
tingtington..... tingtingtong....... tiba tiba saja terdengar dering ponsel dan itu berasal dari ponsel tiara
" ya erika ada apa. " tanya tiara
" nona di luar begitu banyak pergerakan orang orang. apakah aku harus melakukan sesuatu. "
" tidak perlu biarkan orang orang di luar itu melakukan apa pun. toh mereka hanya sekumpulan orang yang tak berkemampuan. "
__ADS_1
" baik nona. " sambungan itu pun terputus