Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 134


__ADS_3

mobil kini sudah tiba di tempat jo jarak yang memang tidak terlalu jauh jadi sedikit lebih mempersingkat waktu tempuh tiara dan hana untuk sampai di tempat jo.


" ayo turun han. "


" nona apa benar ini tempat membuat surat mengemudi. " ucap hana yang berpikir jika tiara sudah salah tempat.


" bukan........ kita akan meminta seseorang untuk membuatkannya. "


" eh bolehkah seperti itu nona. "


" tentu saja sudah ayo jangan terlalu lama berpikir tidak akan ada hasilnya jika tidak melangkah. "


" baik baik nona. "


segera hana mengikuti tiara di belakangnya menuju pintu yang di mana di jaga dua orang.


" selamat siang nona. adakah yang bisa saya bantu.


" oh aku ingin bertemu kak jo. "


penjaga yang mendengar lawan bicaranya menyebutkan tuannya dengan kata kakak itu berarti mereka dekat. penjaga itu lebih berhati hati karena dirinya juga masih baru bekerja.


" oh tuan jo-sep. kebetulan tuan memang ada. tapi apa nona sebelumnya sudah membuat janji temu bersama tuan. "


" em..... aku baru saja menghubungi nya dan kak jo memintaku untuk datang. "


" seperti itu rupanya. nona apa nona tidak ke beratan jika aku mengkonfirmasi dahulu. aku baru bekerja di sini. "


" ya boleh. " ucap tiara


setelah itu penjaga mulai pergi meninggalkan satu penjaga di pintu. tapi belum juga jauh seseorang sudah menghentikannya


" hey anak baru. " ucap penjaga satunya.


" ah ya ada apa. "


" siapa mereka berdua. "


" entah lah mereka ingin bertemu tuan jo. "


" hah usir saja mereka lihatlah penampilannya paling juga mereka meminta sumbangan. "


" eh mana boleh seperti itu aku harus mengkonfirmasinya terlebih dahulu. "


" hah kau itu masih baru jadi tidak akan pernah tau jika ini sudah sering terjadi sudah biarkan aku saja yang datang untuk mengusir mereka. "


" eh tunggu. jangan lakukan itu orang itu menyebut tuan jo dengan sebutan kakak itu berarti mereka dekat. "


" kau ini bodoh lalu bagai mana jika dia menyebut tuan jo sebagai suaminya. "


" itu...... "


" sudah kau terlalu lama serahkan saja dua orang itu padaku akan ku tunjukkan cara bekerja. "


tanpa memperdulikan orang baru itu penjaga senior itu segera pergi ke luar untuk mengusir tiara dan hana. penjaga itu saat dulu tiara datang tidak ada karena sedang menemani istrinya melahirkan sehingga tidak tau siapa tiara.


sedang penjaga baru itu segera bergegas ke bagian resepsionis meminta untuk di hubungkan dengan tuan jo.


sedangkan di luar tiara dan hana yang sedang menunggu tiba tiba saja di datangi penjaga tinggi besar dan kekar.


" kalian boleh pergi sekarang tuan jo sedang sibuk dan memintaku untuk mengatakan pada kalian. "


" benarkah tapi aku baru saja menghubunginya dana kak jo memintaku datang. "

__ADS_1


" nona jangan membuat alasan aku tidak akan terpengaruh aku sudah lama bekerja di sisi jadi aku paham dengan trik trik orang semacam kalian. " ucap penjaga meremehkan


hana yang mendengar merasa panas di telinganya tangannya begitu gatal. tapi tiara masih menahannya sehingga hana tidak bisa bergerak lebih jauh lagi.


" nona. "


" diam di tempatmu hana. "


" baik nona. " ucap hana tak lagi berani membantah


kembali tiara berbicara dengan penjaga senior itu


" jika begitu biarkan aku menghubunginya lagi untuk memastikan saja. jika benar aku akan pergi. aku tidak ingin membuat keributan. "


" nona tak perlu lakukan itu lebih baik sekarang nona pergi saja sebelum aku melakukan tindakan tegas dan itu akan buruk untuk mu nona. "


" hah ya sudah aku pergi. "


sedangkan penjaga baru itu yang sedang menunggu mendapatkan pertanyaan dari resepsionis tentang siapa nama orang yang ingin menemui jo


" hey apa dirimu sudah menanyakan namanya. "


" eh itu aku tidak menanyakannya. "


" hah lebih baik kau tanyakan namanya dan kembalilah. jika tanpa nama apa yang akan aku katakan pada sekretaris tuan jo nanti. "


" oh begitu baik lah aku akan segera kembali jika begitu. "


" hey ada apa. "


" eh kepala keamanan. ini ada seorang gadis ingin bertemu tuan jo. "


" oh. " singkatnya tapi detik berikutnya terkejut.


" benar kepala. "


" siapa namanya. "


" itu aku akan menanyakannya. "


" apa..... ayo segera ke sana. "


" eh baik lah ayo. "


kepala keamanan itu adalah orang yang dulu mengantarkan tiara bertemu jo sejak kejadian itu dia berubah menjadi ke pala keamanan di tempat jo.


dan hari ini dia di hubungi oleh jo jika tiara akan datang ke tempat nya dan jo minta penjaga itu bertanggung jawab menjemput tiara tapi ketika itu dia juga harus ke kamar mandi ada tugas mendesak yang memanggilnya di mana tugas itu juga tidak bisa di tundanya.


" tunggu..... "


" eh kepala keamanan ada apa datang ke sini apa ada sesuatu yang perlu di sampaikan. "


tanpa menjawab kepala keamanan itu langsung memberi bogem mentah yang sangat keras dan tak terduga.


" nona tiara maaf atas kelalaian ku. "


" oh kau rupanya paman. "


" nona tuan jo sudah menunggu mari biar aku antar nona. "


" eh tapi dia mengatakan jika kak jo sibuk dan berpesan padanya untuk memintaku pergi. "


" apa..... benarkah nona. "

__ADS_1


" ya. " ucap tiara.


" kepala ini salah paham maafkan aku. aku pikir mereka hanya meminta sumbangan dan menggoda tuan. "


" kau bodoh kalian berdua amankan dia biarkan tuan yang menentukan nasibnya. "


" kepala kepala tolong tolong aku aku benar benar minta maaf istri ku baru saja melahirkan dan anakku masih kecil tolong selamatkan aku. jika sampai tuan jo yang turun tangan aku takut aku tidak bisa melihat matahari lagi. "


" tidak bisa itu bukan bagianku. jadi aku tidak memiliki kemampuan apapun untuk menolong mu. "


" kepala.... kepala tolonglah. "


" kalian ingat amankan dia lakukan apa saja jika dia melawan. "


" baik kepala kami mengerti. "


" nona mari. kuharap nona tidak terganggu dengan ini dan memaafkan aku yang lalai ini. "


" tidak masalah ayo dirimu saja yang pimpin jalannya paman. "


" baik mari nona. "


sedangkan penjaga senior yang sudah di amankan oleh dua penjaga baru terus saja meminta untuk di lepaskan. tapi kedua penjaga itu tidak peduli mereka berguna kemudian memasukkan penjaga senior itu ke sebuah ruangan sempit.


" kalian berdua tolong lepaskan aku. aku akan mengingat kebaikan kalian berdua tolonglah aku masih memiliki anak dan istri jika sampai tuan jo yang datang aku pasti mati siapa yang aka menjaga anak dan istriku. "


" maaf kami tidak bisa. "


" bagai mana jika aku berikan uang pada kalian berdua aku memiliki banyak uang. "


" tidak. "


" ayo tolonglah aku keluarkan aku dari sini. " tapi kedua penjaga itu tetap tidak peduli walau sebenarnya hati mereka merasa kasihan pada senior itu bagai mana pun jika dia mati maka tidak akan ada orang yang akan menjaga anak istrinya nanti.


" haaaaaaaaaaaaaa....... mengapa aku memiliki sifat buruk ini bagai mana anak istriku sekarang. bodoh bodoh bodoh. "


terlihat jika penjaga senior itu tampak menyesal dan sedih. sedangkan dua penjaga di luar semakin di buat iba padanya.


" bagai mana. "


" apa nya. "


" apa kita lepaskan saja katakan jika dia kabur. "


" jika kau berani lakukanlah. "


" kita berdua saja. "


" tidak aku masih sayang nyawaku kepala sudah mengingatkan kita sebelumnya. "


" tapi dia juga kasihan bagai mana dengan anak istrinya. "


" aku tau itu tapi aku juga masih sayang nyawaku. aku hanya akan melihat apa yang sudah ada di depanku saja aku tidak akan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat di depan mataku. "


" apa maksudmu. "


"hah kau ini hukum tuan jo sudah jelas dan itu sudah ada di depan mata kita sedangkan janji dia dan keselamatan kita masih jauh tidak terlihat jika menolongnya. "


" kau ada benarnya juga lalu bagai mana. "


" mudah pastikan pintu ini benar terkunci dengan baik. bahkan dobel jika perlu kemudian kita sedikit menjauh saja jika di sini terus tangisannya mampu menggoyahkan kita nanti. "


" ah kau benar juga ya sudah jika begitu. "

__ADS_1


__ADS_2