Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
QUEEN


__ADS_3

" apa kah dia sudah kembali.... " tanya orang misterius dalam kegelapan itu.


" belum tuan. "


" apa dia tidak memberikan kabar atau berpesan sesuatu. "


" tidak ada tuan. "


" apa mungkin dia tertangkap.


sudah lah sekarang kamu bawa lah dua orang dan pergi ke lokasi terakhir dia berada dan carilah informasi keberadaannya. "


" baik tuan. "


" apa yang terjadi padanya harusnya dia sudah kembali sejak tadi tapi hingga hari sudah gelap dia belum juga kembali.


hem......


baik lah sepertinya target ku ini masih sama seperti dulu saat mereka berhasil dulu. tapi tenang aku sudah datang kalian bukanlah masalah untuk ku hilangkan dari dunia ini. "


di rumah tiara.


" jadi ini kah orang kamu tangkap hana. " tanya tiara.


" benar nona dia mengawasi rumah ini. " hana


" apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang dia hana. " erika.


" tidak kak....


aku tidak berpikir menanyakannya. " hana.


" baik lah mari biarkan aku yang mencari informasi itu sudah lama rasanya, tangan ku ini terasa kaku. " Sintia.


" apa kamu yakin Sintia. " tanya tiara.


" iya Sintia jangan jangan seperti waktu itu bukan mendapatkan informasi malah orang itu terbunuh karena mu. " erika.


" hehehe....


waktu itu aku masih amatiran kak jadi sedikit lepas kontrol. " ujar Sintia menjawab


" sudah biarkan aku saja, aku memiliki ramuan yang bisa membuat seseorang berkata jujur" ujar erika.


" sudah sudah kalian ini sudah lama tidak berkumpul, eh sekarang sudah berkumpul malah berebut ingin menginterogasi orang. sudah biarkan aku saja. " ujar tiara.


tara segera menyadarkan orang itu untuk menggali informasi masi dari orang itu.


" sadar lah aku tau kamu sudah sadar jangan menipu ku dengan cara ini kamu pikir aku ini kemarin sore. " ujar tiara dingin.


orang itu pun menyadarkan diri karena sudah ke tahuan kemudian orang itu melihat 4 orang wanita cantik sedang berdiri melihat ke arahnya.


" siapa kalian ayo lepaskan aku.... "


" apa pertanyaan itu tidak bodoh kau bertanya siapa kami. lalu mengapa kau mengawasi rumahku jika kamu tidak tau siapa kami bodoh. " ucap tiara.

__ADS_1


" oh....


kamu rupanya wanita yang di inginkan oleh tuanku untuk di hapuskan, sayang sekali wanita cantik seperti mu akan mati. "


" hah.....


aku malas berbicara dengan orang yang mengatakan ke matian tapi dia tidak sadar jika sebenarnya dia sedang berada di dasar jurang ke matian.


kamu pikir aku takut dengan tuanmu yang pengecut itu. " ucap tiara.


" kamu jangan sembarangan mengatakan itu asal kamu jika tuanku menemukanmu kau bahkan tidak akan bisa melakukan apapun. "


" kamu terlalu percaya dengan tuan pengecut mu itu jika dia memang seorang seperti yang kamu katakan harusnya dia datang sendiri ketempat ku. " tiara.


" kamu akan menyesal sudah mengatakan itu. "


" sudah sekarang katakan siapa kamu sebenarnya dan katakan dari mana kamu berasal aku akan datang untuk menemui tuanmu. " ujar tiara.


" kamu pikir aku akan bicara. "


" oh....


apa kamu pikir aku tidak bisa membuat mu bicara. aku memiliki dua cara untuk membuat orang bicara cara halus dan kasar. dan untuk orang sepertimu sepertinya aku perlu yang kasar. " ucap tiara.


" kamu sedang menjual apa yang bisa di lakukan oleh seorang wanita sepertimu padaku. "


" siap kan meja operasi sepertinya kita kedatangan pasien. " ucap tiara.


" bagian ini aku sangat suka. " Sintia.


kini pria itu sudah terbaring dengan bertelanjang dada di meja operasi milik tiara kedua tangan dan kakinya kini sudah di ikat.


" apa yang akan kalian lakukan lepas lepaskan aku "


" kamu ingin lepas. " suara tiara sedikit berubah dan kini sosok Queen lah yang mengendalikan tubuh tiara.


" kau sudah datang sembunyi sembunyi dan sekarang sudah di sini mau di lepas dan pergi begitu saja.... " Sintia.


"nikmatilah neraka dunia mu hari ini. " erika.


tiara mengambil beberapa jarum kemudian menusuk di beberapa titik untuk membangkitkan adrenalin dari orang itu sehingga sesakit apa pun nanti siksaan yang akan di lakukan tiara orang itu tidak akan pingsan dia akan tetap sadar untuk merasakan setiap rasa sakit.


" pisau. " ujar tiara.


" ini nona. " hana.


" ah ini terlalu tajam coba ambil yang sedikit tumpul. " tiara.


" oh... apa yang ini nona. " hana


" nah benar...." ujar tiara melihat sejenak pisau bedah itu.


" mari kita lihat sehebat apa tuanmu itu mengajarimu untuk diam. " lanjut Queen kemudian meletakkan mata pisau tepat di dada orang itu kemudian mengirisnya secara vertikal kebawah. karena pisau yang tumpul membuat luka itu tidak sempurna.


orang itu berteriak keras karena kesakitan tangannya menggenggam begitu kuat. pisau tidak tajam itu begitu menyakitkan saat di iris kan.

__ADS_1


" uh sepertinya kurang dalam mari kita ulangi lagi . " Queen.


" berhenti itu sakit wanita sialan. "


" oh....


apa kamu sudah mau bicara. " Queen.


" tidak lebih baik aku mati. "


" ya mari kita tunggu saja kematian mu itu. " Quee kemudian mulai mengiris kembali tapi kali ini urusan itu patah patah seperti sedang menguliti kambing. orang itu kembali berteriak keras tapi Queen terus saja tidak peduli.


setelah selesai mengiris cukup dalam Queen mulai membuat irisan baru di bagian dada sebelah kiri kemudian sebelah kanan sehingga irisan itu membentuk huruf Y.


" bagai mana apa masih sanggup untuk bungkam. " Queen.


" tolong jangan lakukan lagi tolong. "


" sepertinya aku perlu menguliti kulitmu agar kamu mau bicara. " Queen.


" jangan jangan lakukan itu lagi bunuh bunuh saja aku. "


" itu mudah setelah aku mendapat informasi aku pastikan kamu mati. " ucap Queen kemudian mulai menguliti kulit orang itu. pisau yang tak tajam membuat sensasi rasa sakit semakin terasa karna pisau itu harus di iris berulang ulang kali.


" nona sepertinya.... " hana.


" ya. " jawab Queen.


" Sintia lanjutkan ini jangan membunuhnya. " Quee memperingatkan Sintia.


" eh siap nona. " Jawab Sintia.


" erika ayo temui dua tamu kita.


hana tetap lah di sini aku tidak mau terjadi sesuatu pada kandungan mu. " ucap Queen.


" nona apa aku tidak bisa ikut. " hana.


" bagai mana dengan kehamilan mu. " Queen


" aku rasa tidak masalah nona ini juga sepertinya permintaan dari bayi dalam kandungan. " hana


" apa ada hak seperti itu. sewaktu aku hamil aku hanya tidak nafsu makan dan hanya ingin terus bersama han saja. " erika.


" setiap kehamilan itu berbeda beda jadi tak perlu bingung.


hana karena kamu ingin ayo boleh saja tapi ingat utamakan lah keselamatan kandungan mu. " Queen.


" baik nona aku mengerti. " hana.


" satu hal lagi jangan membunuh mereka cukup buat mereka tidak sadar kemudian bawa mereka ke tempat itu " Queen.


" em. kami mengerti nona. " jawab keduanya.


erika, hana dan tiara kini sudah tidak lagi ada di ruangan itu kini hanya ada Sintia saja yang menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2