
di lain tempat saat ini iris dan han baru saja selesai membersihkan sarang penyakit bersama para penggali makam.
" han. "
" ya. "
" aku menyukai Sintia. "
" oh...... "
ciiiiiiit........... han mengerem mendadak
" han sialan kau apa kau membenciku. "
" sorry sorry aku kaget. "
" bagai mana menurut mu han apa aku bisa memiliki Sintia. "
" bisa saja. kau lelaki kau harus berani mengatakan perasaanmu. "
" kau gampang mengatakannya han aku takut jika aku di tolak oleh nya. "
" jika kau sudah berpikir hal yang buruk di awal maka itu akan terjadi. sudah tak perlu pikirkan apa pun katakan saja dan siapkan mentalmu saja. "
" hah. entah lah han. "
" kau ini kita sudah seperti saudara lihat aku dengan gagahnya menyatakan perasaanku pada erika dan hasilnya kita sekarang sudah menjadi kekasih. "
" what......
kurang ajar kau han jangan mengatakan omong kosong. "
" kau an.... ng kau ingin kita mati ya biasa aja dong. " keluh han yang hampir saja mobil menabrak pohon.
" maf maaf.... tapi apa kau serius han. "
" ya tentu saja. "
" sejak kapan. "
" em aku rasa setahun yang lalu saat kita memberantas markas asatsuki apa kau ingat. "
" oh ya ya aku ingat. kau jahat han kau begitu rapi menyembunyikan hubunganmu. tapi apa nona sudah tau. "
" emm aku rasa nona sudah tau. "
" lalu. "
" lalu tidak apa nona tidak ada masalah dengan itu. "
" tapi aku tidak percaya dengan mu han buktikan. "
" bagai mana caranya. "
" emmmm hubungi dia sekarang. "
" baik lah. " han segera meraih ponselnya lalu menekan no ponsel dengan nama sayang.
" halo han. " panggilan terhubung dan suara erika segera masuk iris menutup mulut tidak percaya.
" aku sudah kembali. "
" em apa kau terluka. "
" tidak aku baik baik saja. "
" kau menghubungiku apa iris tidak bersamamu. "
" tidak dia sedang ke mini market. "
" oh..... han lekas lah pulang. "
" ada apa apa kau sudah merindukan ku. "
" ya aku merindukanmu. " iris yang mendengar menunjuk nunjuk han dia tidak percaya.
__ADS_1
" baik lah aku akan segera pulang. "
" ya.... I Love You. "
" Love You too. "
panggilan pun terputus han tersenyum sumringah.
" jadi bagai mana apa kau sudah percaya. "
" ya ya aku percaya kau bajingan tua rupanya han. "
" hahaha. eh tapi tunggu kau mengatakan kau suka Sintia bukan tapi dulu aku pernah melihatmu begitu dekat dengan lauren. kau bahkan berani menciumnya. "
" eh itu tidak sengaja han. "
" benarkah.... "
" benar han...... "
" em baguslah jangan kau permainkan Sintia aku tidak suka aku sudah jadikan dia adikku jika kau berani menyakitinya aku akan membunuhmu iris walau aku harus di bunuh juga oleh no a. "
" tidak han aku benar benar suka dengannya. "
" maka cepat lah katakan padanya sebelum orang lain mendahului mu maka kau hanya akan sakit. "
" baik dalam waktu dekat aku akan mengatakannya. "
" em bagus.
tak lama keduanya sudah sampai di rumah han dan iris segera memasuki rumah tapi tiba tiba saja ponsel han berdenting suara pesan masuk.
" iris duluan saja. "
" baik. "
^^^" *han aku ingin jalan jalan. " ^^^
" oke ayo. "
" oke*. "
tak lama erika datang dan segera masuk ke dalam mobil. ketika di dalam sewajarnya seorang ke kasih mereka berciuman sejenak kemudian baru melajukan mobil.
" kemana kita. "
" kemana saja han aku ingin berbicara penting. "
" em baik lah ayo.
han segera membawa mobil ke arah pantai karena menurut han pantai tempat yang cocok untuk membicarakan hal yang penting untuk seorang ke kasih.
di pantai
kini han dan erika sudah sampai di pantai keduanya sudah ada di luar mobil menikmati ke indahan pantai di malam hati dengan angin yang lumayan kencang.
han yang duduk di bagian depan mobil dan erika yang ada dalam pangkuan han dengan han memeluk lembut pinggang ramping erika.
" han berhentilah bermain di leherku. uuuh...... " eluh erika karena han sangat pandai membuatnya melayang.
" han.... "
" oke oke. " ucap han kemudian meletakkan dagunya di bahu erika.
" kau wangi sayang. " puji han
erika tak menjawab tapi mengangkat tangannya ke pipi han kemudian membelainya.
" han..... "
" em...... "
" ada sesuatu yang penting harus ku katakan. "
" katakan lah aku mendengarkannya. "
__ADS_1
" ini tentang hubungan kita. "
" ya kenapa. "
" apa tidak sebaiknya kita akhiri saja. "
sontak han terkejut dengan pernyataan erika segera mengubah posisinya kini han menindih erika dan dan menatap tajam menelisik mencari ke bohongan di mata erika.
" han.... "
" diam. "
" han.... " emmmm.....
han langsung ******* bibir erika dengan lembut.
" katakan apa alasannya. " ucap han serius membuat erika sedikit bergetar takut.
" han Sintia mengatakan jika dia suka padamu. "
" tapi aku tidak. " jawab han.
" han dia sangat tulus padamu. "
" tapi aku tidak bisa erika. "
" mengapa han dia bahkan lebih cantik dariku dan lebih sempurna. "
han segera melepaskan erika dan membelakangi erika yang awalnya erika di tindih.
" erika cinta tak bisa di paksakan itu hanya akan berujung menyakitkan. dan jika cinta di pandang dari kecantikan makan aku tidak akan memilihmu dan Sintia aku akan memilih hana atau pun lauren bahkan nona sekali pun. tapi cinta itu tentang hati erika jadi maaf aku tidak bisa. " han kemudian pergi menjauh dan duduk di pasir pantai.
erika menangis mendengar ucapan han karena dirinya telah salah dengan mengatakan itu pada han. erika segera menyusul han kemudian duduk di samping han.
" maaf. "
" mengapa kita yang harus berkorban erika tidak kah kau berpikir kita akan sama sama tersakiti. "
" aku minta maaf han. aku hanya tidak ingin Sintia bersedih jika dia tau kita berhubungan. "
" erika tidak semua cinta harus terbalas bahkan tidak semua cinta harus memiliki. aku sudah menjadikan Sintia adik ku jadi tidak mungkin aku menjadikan dia sebagai kekasihku. "
" aku minta maaf han aku salah.. " ucap erika kemudian menindih han dan ***** bibir han
han juga adalah lelaki normal makan membalasnya.
satu menit berlalu
" han berhentilah cukup janan lebih jauh lagi oke. " menghentikan keliaran tangan han.
han yang mendapat teguran segera sadar dan menghentikan kegiatannya. " maaf erika aku lepas kontrol. " ucap han kemudian tidur di samping erika melihat ke arah langit
" em....
han apa kau masih marah padaku. "
" tidak aku tidak marah aku hanya mencintaimu erika. "
" em.... " erika segera pindah dari posisinya dan berbaring di lengan han.
" aku juga han. "
lama saling diam erika memulai pembicaraan lagi. " lalu bagai mana dengan Sintia. "
" jika dia datang padaku dan menyatakan perasaannya dengan sehalus mungkin aku akan menolaknya. lagi pula masih ada orang yang menunggunya. "
" benarkah siapa han. "
" iris.... dia mengatakan padaku jika dia menyukai Sintia. "
" benarkah han. "
" benar. "
" ini seperti kebetulan saja seperti di film film dan di buku novel. "
__ADS_1
" em...." ucap han kemudian berbalik dan menindih erika kembali mereka sing menatap cukup lama dan han mengambil inisiatif untuk mencium erika terlebih dahulu. erika menemani itu dengan senang hati dan mulai mengimbangi permainan han.