
tiba di hawai.
" tuan kemana kita.....? " ucap orang yang memang sudah menunggu kedatangan tristan dan tiara di bandara.
" pondok..... "
" baik tuan. "
segera tiara hanya mengikuti langkah tristan tanpa bertanya akan kemana tristan akan membawanya. setibanya di mobil tiara langsung saja menaiki mobil tanpa di perintah seperti di awal
di perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali tiara hanya melihat keluar jendela saja tiara melihat tulisan besar selamat datang hawai.
tiara langsung menoleh ke arah tristan dan bertanya.
" kita benar ada di hawai. "
" ya.... "
" kau serius... "
" tentu saja. "
" bagai mana mungkin. "
" apa yang tidak mungkin jika dirimu yang memintanya. "
" bagai mana jika aku meminta bulan. "
" jika dirimu meminta bulan itu suatu yang tidak mungkin tapi jika dirimu ingin ke bulan aku bisa membawa mu. "
" benarkah. "
" ya. " segera tristan menghubungi seseorang dengan ponselnya.
" halo aku ingin......... "
" stop... " ucap tiara kemudian mengambil ponsel tristan.
" aku hanya sekedar berucap mengapa kau langsung setuju. " ucap tiara kemudian menon aktifkan ponsel tristan.
" apa itu salah. "
" tau..... aku kesal padamu jangan coba bicara lagi denganku. "
" ya. "
" kau anggap aku ini apa mengapa kau begtu irit bicara dan datar padaku. "
.............
" heh..... aku bicara dengan mu mengapa hanya diam. "
.........
" tristan............... "
" ya. "
" kenapa kau diam..... "
" dirimu memintaku diam untuk tidak bicara denganmu. "
" iya tapi aku....
aaaaaaaaaaa. terserah kau saja. " tiara sudah frustasi ingin sekali menangis.
tristan bersikap biasa aja tidak menunjukkan perubahan apa tiara yang sudah sangat marah akhirnya memejamkan mata segera kesadarannya pergi ke tempat lain dan mengamuk di sana sejadi jadinya.
saat malam mobil baru saja tiba di lokasi di mana di sana ada pondok bambu tepat di tepi pantai.
__ADS_1
tristan menahan orang yang mengantarnya agar tak bersuara. tristan segera membawa tubuh fisik tiara ke dalam pondok kemudian membaringkannya di kasur halus dan empuk.
" tidur lah kau lelah. " ucap tristan lembut kemudian mengecup kening tiara lama.
tristan segera melegar kasur tipis di lantai untuk dirinya istirahat. perjalanan yang panjang membuat tristan mudah sekali tidur. tiara juga mulai kembali ke tubuh fisiknya dan menyadari suasana di sekitarnya sudah berubah tiara melihat sekitar nya kemudian melihat ke lantai tempat tristan tidur.
" sudah tidur rupanya dia.... " ucap tiara kemudian tidur kembali membelakangi tristan tapi tak lama tiara merubah posisi menjadi sebaliknya sehingga bisa melihat tristan.
" dia tampan tapi sangat mengesalkan dan menjengkelkan. " ucap tiara, mengulurkan tangannya yang tak sampai menyentuh iris kemudian tiara seperti sedang mengelus pipi tristan.
kemudian tiara berbaring kembali membelakangi tristan. tapi tiba tiba saja tiara melihat ke arah tristan lagi karena ada sesuatu yang menarik dari tristan tapi tiara tidak tau apa.
jadi tiara hanya menatap lekat tristan yang tertidur hingga tak terasa jika dirinya juga sudah tertidur.
pagi hari masih pukul 7 pagi tiara terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah lantai rupanya sudah tidak ada lagi tristan dan juga sudah rapi.
" eh apa aku kesiangan ya. " ucap tiara tapi tanpa peduli tiara segera membasuh mukanya. karena untuk mandi tiara tak memiliki baju untuk di buat ganti tiara masih mengenakan baju tristan.
tiara mengelilingi bagian dalam pondok setelah selesai membasuh wajahnya tapi tidak menemukan tristan tiara keluar dari pondok untuk melihat apa tristan ada di luar.
" selamat pagi nona. "
" eh kau. "
" benar nona aku orang yang ke marin nona bisa memanggilku black. "
" oh.... di mana tristan. "
" tuan muda sedang ada urusan nona. dan tuan muda menitipkan ini. serta berpesan agar nona bersiap untuk nanti malam. " ucap black menyerahkan dua paper bag pada tiara.
" ya terimakasih. "
" apa nona muda ingin sarapan di sini atau di luar. "
" em di luar saja aku ingin jalan jalan sekalian. "
baik nona aku akan menyiapkan mobil dan akan berada di sini lagi jika nona sudah siap katakan saja padaku kita akan segera berangkat. "
di dalam pondok tiara segera melihat isi paper bag yang di berikan black.
" oh hanya baju rupanya. eh lengkap juga dengan ininya. pengertian juga dia. " ucap tiara senang tapi.
" oh tidak...... bagai mana dia tau semua ukuran ku apa yang terjadi selama aku tidur apa dia menjamah ku. tidak bagai mana ini aaaa dasar tristan bajingan berani beraninya kau meraba ku saat aku tidur. "
haaaacum......
" eh siapa yang mengumpat ku. " ucap tristan yang sedang berada di dalam mobil.
" tuan apa tuan akan menghadiri acara pertemuan akbar itu nanti malam. "
" ya...."
" apa nona akan suka. "
" kita lihat saja nanti jika dia tidak suka kita bisa langsung pergi saja. "
" em baiklah tuan. "
di pondok tiara baru saja selesai berpakaian. kemudian tiara bercermin sejenak. melihat penampilannya.
" nona apa sudah siap. "
" ya."
" di mana kita akan sarapan nona. "
" aku baru di sini kau yang tentukan saja. "
__ADS_1
" oh baik lah nona. "
" mari....... nona, mobilnya ada di sana. "
" emm..... "
singkatnya kini tiara sudah ada di jalan black mengemudikan mobil tanpa tiara tau ke arah mana mobil menuju.
" black. "
" ya nona. "
" apa kau sudah lama bekerja pada tristan. "
" emmmm. baru satu tahun yang lalu nona. "
" apa kau tau siapa tristan. "
" aku tau nona. "
" siapa dia. "
" aku tak memiliki hak untuk menjelaskannya nona. "
" hah ya sudah lupakan saja aku akan bertanya sendiri padanya. "
" baiklah nona. "
tak berapa lama berjalan mobil akhirnya menepi di sebuah restoran yang sangat mewah.
" mari nona kita sudah sampai. " ucap black setelah membukakan pintu untuk tiara
" em. " tiara segera turun dari mobil kemudian melihat sekitarnya.
" hem tempat yang nyaman. "
" mari nona kita masuk. "
" ya. " jawab tiara kemudian mengikuti black dari belakang.
saat ini tiara sudah berada di ruangan berbeda di mana di pintunya tertulis VVIP.
" black mengapa kita tidak makan di luar saja. "
" aku tak berani melanggar perintah tuan muda nona. "
" apa perintahnya."
" taun muda memintaku kemanapun nona pergi maka aku harus tempatkan nona di tempat terbaik. "
" hah ya sudah ayo. " tiara tidak ingin mempersulit orang hanya karena egonya
" silahkan duduk di sini nona kemudian aktifkan layar untuk memilih menu yang nona suka. "
" em. " tiara segera melakukan sesuai dengan apa yang di katakan black. layar pun menyala dan menu makanan sudah berjejer siap untuk di pilih.
di dapur tiba tiba saja alarm berbunyi menandakan ada seseorang di ruang VVIP yang sedang memilih menu. seorang koki khusus bagian VVIP sudah bersiap dan melihat layar apa yang akan di pilih oleh seorang di ruangan VVIP.
" black ini semua baru untukku jadi tolonglah bantu aku untuk memilih. "
" baik nona dengan senang hati. "
"em."
" berapa menu yang ingin nona pesan dua saja aku dan dirimu lengkap beserta minuman nya. "
" baik nona. " ucap black mulai menggeser menu. " eh nona aku tidak perlu. "
" jangan membantah jika tidak aku akan laporkan pada tristan. "
__ADS_1
" baik lah nona. " pasrah black.