Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
192. latihan


__ADS_3

keesokan harinya Tiara membawa airin untuk berlatih menjadi pusat dari energi alam sehingga dengan mudah mengendalikan energi di sekitarnya.


" airin cerdas dan pintar sekarang perhatikan mama dan ikuti setelah itu rasakan perasaan apa yang airin rasakan. apa airin bisa sayang. " tanya tiara


" bisa ma, ayo kita langsung coba saja ma. " ucap airin bersemangat.


" em...... " ucap tiara.


tiara segera memulai gerakan demi gerakan yang sangat halus dan lembut dalam gerakannya walau pelan dan lembut mampu menciptakan angin.


airin yang melihat tiara bola hitam di matanya menyusut mengecil mengakibatkan gerakan tiara begitu lambat sehingga memori airin begitu mudah menyimpan setiap gerakan tiara.


waktu berlalu tiara sudah menyelesaikan gerakannya dan mata airin sudah kembali normal sehingga tiara tidak menyadari perubahan yang terjadi pada airin.


" airin mama sudah selesai bagai mana apa airin bisa menirukan dan memahami setiap gerakan yang mama lakukan sayang. " tanya tiara


" bisa ma itu mudah airin sudah mengingat semuanya. apa airin akan melakukan sekarang atau mama masih ada hal lain yang harus airin perhatikan. " tanya airin.


" jika airin sudah bisa menirukan gerakan mama makan tugas airin sekarang merasakan energi dari setiap gerakan airin jika sudah bisa merasakan tarik semuanya sehingga airin menjadi pusatnya dan airin bisa meminta energi itu menjadi apapun yang airin mau misalkan pisau pedang atau benda keras seperti tongkat atau bahkan tali. " jelas tiara panjang lebar tanpa memikirkan kondisi airin karena tiara tai airin mampu menerima semua yang sudah tiara katakan.


" em airin mengerti ma. " jawab airin.


" bagus sekarang airin sudah bisa melakukannya mama akan melihatnya. " ucap tiara


tanpa basa basi airin segera bergerak mengikuti apa yang sudah tiara contohkan sebelumnya. gerakan pertama sampai selesai tidak mengandung energi sama sekali.


percobaan kedua pun sama. baru setelah yang ketiga energi itu sedikit mengalir dalam gerakan airin. percobaan keempat semakin besar hingga kelima dan keenam energi mulai besar dan padat tiara yang melihat itu sedikit terkejut karena energi yang airin hasilkan berwarna merah bukan seperti milik tiara berwarna putih transparan.


" mengapa airin menjadi lebih menakutkan perkembangannya dari pada aku dulu sepertinya airin akan menjadi sosok kekuatan baru dalam sejarah dunia ini nantinya. " pikiran tiara


" sudah ma airin sudah bisa sekarang. " ucap airin.


" bagus sekarang mama mau lihat airin ciptakan sebuah belati atau apa saja yang tajam sebanyak yang airin bisa. " perintah tiara pada airin

__ADS_1


" em... " jawab airin.


airin mulai memfokuskan pikirannya membentuk sekitar seratus belati airin membuat itu begitu tajam dan keras. belati belati yang airin ciptakan terus berputar putar di sekitaran airin.


" sayang airin jika sudah selesai kombinasikan dengan gerakan yang baru saja airin praktikkan dan serang mama sekarang. " perintah tiara kepada airin.


" eh tapi ma bagai mana jika mama terluka. " airin ragu


" mama sudah melindungi tubuh mama jadi tidak akan terluka. " ucap tiara agar airin tidak ragu.


" baik lah ma. " airin walau ragu tapi karena sang mama sudah mengatakannya maka tidak ada alasan lagi untuk menolak.


airin sudah mulai melakukan gerakan awal dan sudah siap menyerang dengan belati angin serangan pertama dua belati langsung melesat cepat ke bagian dada dan perut tiara.


tiara yang sudah siap dengan energi melindungi tubuhnya. ketika belati milik airin sudah menyentuh energi tiara tiara sedikit terdorong tapi masih baik baik saja.


" bagus sayang awal yang baik ayo terus. " puji tiara menyemangati airin.


sebanyak empat belati menghantam pertahanan tiara membuat tiara mundur dua langkah dengan sedikit perih di bagian perutnya.


" anak ini tidak bisa di sepelekan aku harus lebih memperkuat pelindungku tidak tau berapa banyak belati yang sudah di ciptakan. " gumam tiara


airin masih dengan gerakannya dan setelah itu mengirim belati nya kembali menyerang tiara. terus berulang ulang kali airin melakukannya dengan gerakan yang indah dan halus.


tiara juga terus mendorong airin untuk semakin cepat agar tidak terlalu banyak jeda yang diambil. hingga tidak terasa sudah seratus belati di kirim menyerang tiara.


airin mengakhiri serangan dengan nafas panjang kemudian bersikap biasa saja seperti tidak melakukan apa apa.


" mama bagai mana hasil airin apa bagus atau ada yang kurang. " tanya airin begitu senang.


" bagus sayang, airin sangat jenius terus lah berlatih ke depannya agar lebih banyak lagi pisau agung yang dapat airin ciptakan untuk melakukan serangan. " puji tiara pada airin.


" oke ma airin pasti akan berlatih dengan giat airin akan melindungi mama dan daddy nanti. " ucap airin begitu antusias.

__ADS_1


"anak pintar.


dengarkan mama jangan latih ini atau mencoba ini pada orang lain selama itu keluarga atau orang dekat airin karena mereka tidak memiliki kemampuan yang sama dengan airin. apa airin mengerti dengan apa yang mama maksud. "


" em airin mengerti ma tenang saja. " ucap airin.


" bagus sekarang kita latihan yang lainnya perhatikan mama. " ucap tiara segera mengeluarkan jarum perak dah emas.


tiara sudah menyiapkan boneka tubuh manusia dan mulai mengajari airin akupuntur sebagai bekalnya untuk kemudian hari.


tiara terus melatih airin setahap demi setahap karena tiara juga sadar airin masih kecil jadi jiwa bermainnya pasti ada jadi tiara tidak mengambil seharian penuh untuk airin belajar tiara hanya mengambil waktu tiga jam setelah itu airin bebas.


ini sudah memasuki hari ke dua airin masih tenggelam dalam latihan akupuntur nya lau tiara sudah memintanya untuk melanjutkannya besok saja.


airin banyak menemukan variasi variasi lebih simpel dalam aku pun turut yang membuat tiara senang saat tiara tanya dari mana sumbernya airin akan menjawab dari berbagai buku tentang medis dan tubuh manusia yang airin sudah baca.


di tempatnya berlatih sudah banyak buku di lantai yang airin buka kembali untuk memastikan kebenaran ingatannya.


tiara tidak terlalu menekannya tiara hanya mengingatkan untuk tidak terlalu over karena masih ada waktu yang banyak untuk airin belajar.


. " airin sini sayang sudah lanjutkan esok saja ayo mama dan daddy akan pergi ke pantai bukankah airin suka pantai. " ucap tiara.


" aiah dua hal yang sangat sulit airin tolak di satu sisi airin suka belajar tentang tubuh manusia di sisi lain pantai adalah tempat favorit airin. hah..... " ucap airin bertingkah seperti orang dewasa membuat tiara tidak percaya dan lucu.


" ya sudah mama dan daddy saja yang ke pantai. airin di rumah bersama nenek bagai mana. "


" no... no.. no.....


airin harus ikut airin tidak bisa melewatkan tempat berupa pantai itu. " ucap airin


" lalu bagai mana dengan itu. " tanya tiara.


" bukankah mama yang bilang masih ada hari esok untuk airin bisa belajar. " balas airin seperti orang dewasa kembali.

__ADS_1


__ADS_2