Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 61


__ADS_3

setibanya dilantai dasar tiara tidak segera keluar masih menunggu instruksi dari iris.


" nona setelah ke luar pergilah ke arah kiri saja. "


" ya baik lah. "


di sisi lainnya bos dari perampokan itu terus berpidato di depan para sandra meminta melepas seluruh barang Vergara yang mereka bawa kemudian meminta kepada setiap pemilik toko untuk menyerahkan seluruh uang yang ada di kasir mereka.


" dengarkan kalian semua ayo kumpulkan ke depan seluruh barang bawaan kalian yang berharga. "


" dan untuk seluruh pemilik toko serahkan seluruh uang yang ada di kasir kalian. "


" kau bawalah teman membawa pemilik toko untuk mengambil uang di kasir mereka. "


" siap bos. "


sedangkan tiara yang sudah berhasil melumpuhkan 7 orang di hentikan oleh iris.


" nona ada 4 orang yang membawa para pemilik toko lebih baik bereskan mereka terlebih dahulu jangan sampai mereka melihat kawan mereka yang sudah di lumpuhkan. "


" ya baik lah aku mengerti. "


segera tiara menuju tempat dimana para perampok berada sesuai petunjuk dari iris.


rupanya para perampok sudah hampir mendekati tempat orang yang sudah di lumpuhkan tiara.


dengan sangat cepat dan tepat tiara segera menembak ke empat orang itu. tiara sempat mengambil pistol milik perampok yang di lengkapi peredam.


" kalian diam jangan berteriak jika tidak ingin ketauan. " tiara menghentikan para sandra yang ingin berteriak karena kaget


" sekarang pergilah ke salah satu toko dan bersembunyi hingga polisi datang apa kalian mengerti. "


para pemilik toko hanya mengangguk tanpa bisa bersuara.


" bagus aku pergi untuk menyelamatkan yang lainnya. "


tiara segera pergi meninggalkan paran sandra tiara bergerak kembali mencari dua orang yang tersisa yang sedang menyebar.


cukup lama berjalan mengikuti petunjuk iris tiara menemukan satu orang sedang berada di toko pakaian dalam wanita orang itu rupanya sedang meraba dan menciumi berbagai pakaian dalam yang ada di sana.


tiara yang melihatnya hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan orang mesum itu.


" orang sepertimu tak layak hidup hanya akan menjadi penyakit. " suara pikiran tiara


segera tiara menembak kepala orang itu setelah mengatakannya


" kemana lagi iris. "


" dia sedang berada di zona permainan nona sepertinya dia tak pernah bermain di mall semasa hidupnya. "


" em baik lah tetap awasi mungkin saja ada pergerakan lain. "


" baik nona. "


tiara segera pergi menuju zona permainan melalui jalan memutar karena tidak mungkin melalui jalan utama yang sudah di jadikan tempat sandera.


setibanya di sana menemukan saat ini orang itu tengah asik bermain permainan ketangkasan membidik target yang bergerak.


kemudian tiara mendekat ke arah orang itu.


" paman bolehkah aku bermain juga sepertinya sangat asik. "


" ah kau masih kecil mana mungkin bisa, aku saja sudah beberapa kali bermain masih belum berhasil. " masih tidak menyadari


" ayo lah paman....... bagai mana jika bertaruh saja. "


" setuju.... apa taruhan mu. " masih asik bermain

__ADS_1


" paman bisa meminta apa pun padaku. "


" setuju. "


segera setelah itu tiara memulai aksinya dalam adu ketangkasan menembak target yang bergerak.


dalam sepuluh kali tembakan tiara mengenai semua target membuat si perampok tak percaya.


" kau hebat juga rupanya ayo biarkan aku kini yang memainkannya aku tidak mau kalah dari seorang anak kecil. "


si perampok itu menembak 5 kali tembakan dengan berhasil tapi dia tidak melanjutkan kini dia mulai sadar jika dia sedang merampok dan semua orang di sandera bagai mana bisa ada orang yang bermain dengan dirinya.


" kau.... "


" ups... maaf paman kau terlambat. " tiara sudah memukul titik lumpuh orang itu sehingga membuatnya pingsan. "


" nona kau pandai sekali menipu hingga orang yang di tipu tidak sadar. "


" dia saja yang bodoh. "


" haha mungkin saja nona. "


" em bagai mana sekarang apa ada pergerakan. "


" tidak ada nona mereka sibuk mengumpulkan barang berharga milik para sandera. "


" emm ya sudah akan ku selesaikan mereka dengan cepat saja... iris segera hubungi polisi. "


" baik nona. "


tiara segera menuju tempat penyanderaan dengan wajah tertutup sehingga tidak di kenali. tiara berjalan santai kemudian mengarah kan pistolnya ke arah para perampok dengan sangat cepat seluruh peluru telah menembus kepala lima orang menyisakan satu orang yang merupakan bos dari perampokan.


dooorr...... dooorr..... dooorr..... dooorr.... dooorr....


kelima orang itu tergeletak tampa tau mengapa mereka mati sedangkan si bos perampok yang terkejut segera bangkit dari duduknya kemudian mengacungkan senjatanya ke arah tiara.


tapi tiara yang memang sudah siap segera menembak tangan yang memegang senjata dari bos perampok.


senjatanya segera terjatuh akibat tangan yang terkena tembak. kemudian mengadu kesakitan.


aaahhkk.... aaahhkk....


" sialan siapa kau sebenarnya. "


tiara tidak menjawab melainkan mendekat ke arah orang itu lebih tepatnya si bos.


si bos yang melihat tiara mendekat tidak menjawab pertanyaannya menjadi kesal melupakan rasa sakit di tangannya juga maju ke arah tiara.


setelah cukup dekat si bos tanpa aba- aba melakukan tendangan lurus ke arah dada tiara. tiara tidak tinggal diam, segera saja tiara menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya untuk menahan tendangan itu.


tiara yang menahan masih terseret kebelakang. rupanya tendangan dari si bos memiliki power hingga membuat tiara mundur.


".hooo rupanya si pahlawan memiliki kemampuan juga bagus bagus ayo kita lihat siapa yang akan berdiri. "


tiara sama sekali tidak berbicara tiara kem bali maju mendekat. si bos kembali ingin mengerang dengan tendangan tapi di patahkan oleh tiara dengan menendang pada dari si bos.


krena tendangannya berhasil di patahkan si bos menggunakan kaki satunya untuk menendang tapi kembali lagi di patahkan dengan cara yang sama. kedua kaki gagal memberi serangan si bos menggunakan tangannya tapi masih di patahkan oleh tiara. si bos tidak menyerah menggunakan tangan satunya, tapi kembali di patahkan oleh tiara.


tiara yang juga tidak mau di serang terus mengakhiri serangan si bos dengan tendangan yang tepat mengenai ulu hati dari si bos itu. membuat si bos mundur lima langkah kemudian memuntahkan darah.


" cuih...... baru kali ini aku kalah dan yang mengalahkan ku seorang bocah. " dengan mengeluarkan sebuah belati.


" hiaaaaaaaaaa matilah. "


si bos itu menyerang dengan asal ke arah tiara walau sambil menahan rasa sakit di ulu hatinya. tiara juga tidak diam dia terus menghindari setiap serangan.


" sialan mengapa kau terus menghindar. mati..... mati..... mati.... mati.... mati..... " menyerang terus tiara

__ADS_1


" kau pikir aku tidak bisa melumpuhkan mu dalam sekali serang aku menghindar hanya untuk mengulur waktu agar dirimu kelelahan dan semakin kesakitan di tempat yang telah aku cederai. " suara hati tiara


tiara terus melakukan tangkisan kemudian mundur secara berulang ulang jingga si bos itu mulai melambat terus melambat karena kelelahan dan rasa sakit yang semakin terasa.


hingga akhirnya si bos jatuh tersungkur. tiara yang melihat itu mendekat dengan keras menginjak tangan si bos yang memegang belati.


craaakk...... suara tulang


kemudian suara polisi mulai terdengar mulai berdatangan mengelilingi mall. tiara yang sudah selesai segera pergi dari sana.


kini tiara kembali ke dalam kamar pas sebelumnya mengganti pakaiannya yang sebelumnya kemudian mengembalikan baju yang di cobanya ke asalnya. keluar dari toko seperti orang bingung dan linglung.


polisi yang datang seger menyebar di seluruh mall. para sandera di bawa ke luar dari mall di amankan. beberapa polisi yang kebetulan melewati tempat tiara berada. melihat tiara yang seperti kebingungan melihat mall yang sepi.


" hey nona kecil sedang apa di sana. "


" eh paman polisi aku baru saja dari mencoba baju tapi ketika aku keluar semua orang sudah tidak ada apa terjadi sesuatu. " jawab tiara begitu polos.


" ah pantas saja dirimu bingung nona kecil tapi untung juga para perampok tidak menemukanmu. "


" apa perampok. benarkah paman lalu di mana pelayan ku apa dia baik baik saja. "


" ayo kemari kita keluar saja kita cari di luar mungkin dia masih ada. "


" em Terima kasih paman polisi. "


tiara diantar polisi menuju ke luar ketika tiba di lantai dasar tiara berteriak ketakutan dengan tubuh gemetar dan wajah di tutupi.


" ah tenang lah nona kecil ini tutupi wajahmu dengan topiku saja agar tak melihat mayat mayat itu. "


" tapi tapi aku takut paman polisi. "


" tenanglah ayo tutupi saja wajah mu dan aku akan menuntunmu. "


" em terimakasih paman polisi. "


tiara segera menutupi wajahnya dengan topi yang di berikan polisi itu pada tiara. untuk membuat semakin terasa ketakutan tiara dengan sengaja sedikit mencengkram lengan polisi itu. polisi itu yang menyadari jika tiara begitu takut menyegerakan langkahnya.


setibanya di luar polisi itu berteriak.


" dokter dokter dokter..... "


segera seorang dokter wanita mendekat ke arah polisi itu.


" tolong sepertinya anak ini ketakutan karena melihat mayat di dalam tadi."


" oh baik lah ayo nona ikut dengan ku saja ke mobil. "


segera tiara ikut dengan dokter wanita itu ke mobil van dengan pintu belakang yang terbuka.


" duduk lah nona tenangkan dirimu jangan bayangkan mayat yang dirimu lihat tadi. " ucap sang dokter.


" siapa namamu nona. "


" aku aku tiara. " dengan suara bergetar takut


" apa dirimu sendiri ke mall ini. "


" tidak aku bersama seseorang dia seorang wanita namanya erika dia pelayan ku. "


" oh baik lah jika dirimu bisa tenang kita akan mencarinya bersama. "


" em. "


" ini minum lah sedikit. "


" terimakasih. "

__ADS_1


" apa dirimu memiliki trauma. "


" em. " angguk tiara


__ADS_2