Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 94


__ADS_3

malam hari sekitar pukul 8 rumah tiara kedatangan tamu saat itu hana yang membukakan pintu.


" selamat malam tuan ada yang bisa ku bantu. "


" apa dirimu pemilik rumah ini. "


" tidak aku hanya bekerja di sini tuan. "


" oh namaku handoko aku datang kesini sudah melakukan perjanjian melalui internet ini alamat yang di berikan pemilik rumah pada ku apa benar. " menyerahkan alamat


" benar tuan ini alamat dari rumah ini. mari masuk lah biarkan aku memanggil nona untuk memastikannya saja. "


" baik mari silahkan pimpin jalannya. "


hana pun membawa lelaki paruh baya itu kedalam untuk menunggu di ruang tamu. sementara dirinya memanggil tiara di kamarnya.


" hana mau ke mana. " iris


" eh iris kau mengejutkan ku saja, aku mau memanggil nona ada tamu di depan. "


" siapa. "


" entah lah namanya handoko sudah melakukan janji temu melalui internet katanya. "


" seperti tidak asing. ya sudah kau pergi beritahu nona aku akan menemuinya. "


" em baik lah. "


" eh tunggu. "


" ada apa. "


" hati hati. "


" iris. "


" by aku pergi. "


" iris dasar dia selalu memiliki cara membuatku salah tingkah. " hati dari hana.


" selamat malam. " sapa iris setibanya di ruang tamu.


" oh ya selamat malam. " jawab handoko ramah


" jika boleh tau ada maksud apa tuan datang di malam hari. "


" oh ya begini aku datang untuk melihat sebuah batu yang sedang ramai dalam sosial media. aku juga sudah melakukan janji temu saat siang tadi. "


" oh apa tuan ini tuan handoko yang ingin memastikan keaslian batu itu. "


" benar sekali, jika boleh tau aku berbicara dengan siapa. "


" oh namaku iris tuan, aku bekerja di sini siang tadi itu aku yang mengirim e mail pada tuan handoko atas perintah nona karena nona melihat jika tuan sangat serius menurutnya. "


" oh iris rupanya baik lah tapi apa nona ada di rumah. "


" ada ada tunggulah sebentar. "


" baik baik. "


sedang kan di depan pintu kamar tiara.


" nona. "


" ya masuk lah. "


" permisi nona. "


" oh hana, ada apa. "


" di depan ada tamu dia menyebutkan namanya handoko iris sudah menemuinya apa nona ingin menemuinya. "

__ADS_1


" ya baik lah aku akan menemuinya.


dan hana buatkan minuman untuk tamu dan juga jangan lupa iris. "


" baik nona. "


setibanya di ruang tamu.


" selamat malam. "


"nona." iris


" iya selamat malam. "


" silahkan duduk maaf sudah membuat menunggu. "


" ah tidak apa apa nona pemilik rumah ini. "


" ya bisa di katakan begitu. "


" ah begini nona aku sudah mengatakan maksud dan tujuanku pada iris aku bermaksud melihat batu yang telah di posting di sosial media. "


" oh batu itu ada sebentar biar iris mengambilkannya. " ucap tiara


" iris tolong ambillah cepat batu itu di kamar di meja nakas di kotak kayu bawalah bersama kotaknya. " perintah tiara


" baik nona. "


" mohon tunggulah sebentar tuan. "


" ya baik tidak masalah nona. "


saat itu hana datang dengan membawa dua minuman. kemudian meletakkannya di meja.


" nona apa ada hal lain yang bisa aku lakukan. "


" tidak dirimu bisa kembali dan lanjutkan saja kegiatanmu. "


" baik nona. "


" ini pertama kali aku masuk kamar nona mengapa aku begitu gugup dan tidak tenang. kamar nona rapi bersih dan wangi. apa kamar gadis akan sama seperti ini ya.( eh apa yang kau pikirkan iris fokus fokus.) meja nakas kotak kayu. ahaaa mungkin ini karena hanya ini yang ada di meja nakas. "


tak lama iris segera kembali karena pikiran kotornya dan rasa nyaman di kamar tiara membuatnya ingin tetap tinggal lebih lama di dalam kamar.


" nona ini kotaknya apa benar. "


" ya benar berikan saja pada tuan handoko. "


" baik nona.


silahkan tuan. "


" ya terimakasih. nona aku permisi untuk memeriksanya. "


" ya silahkan saja. "


cukup lama orang yang bernama handoko itu memeriksa, matanya begitu teliti juga sesekali membuka sebuah buku usang seperti mencocokkan batu dengan yang ada di dalam buku.


" bagai mana tuan. "


" nona batu ini benar benar batu yang saya cari selama ini. "


" em syukurlah jika begitu. lalu apa yang spesial dari batu ini tuan sehingga tuan begitu ingin membelinya dan datang ke tempatku untuk memastikan. "


" nona maaf jika aku sedikit bercerita. batu ini merupakan batu yang memiliki kekuatan metafisik dari sejarah yang pernah aku baca dan aku dengar batu ini mengandung energi yang besar dan ada beberapa keterangan jika batu ini bisa menyerap energi negatif dari dalam tubuh sehingga baik untuk kesehatan tubuh. batu ini di sebut batu teratai kehidupan. "


" sepertinya memang batu yang berharga sekali tuan. "


" tentu saja nona jadi aku mohon nona tetap menjualnya meski sudah mengetahui manfaat dari batu ini. "


" hem.... ya aku akan tetap menjualnya kepada Anda tuan. "

__ADS_1


" ah terimakasih nona terimakasih nona. jadi berapa harga yang harus ku bayar untuk batu ini. "


" sebelum itu akan di jadikan apa batu ini setelah tuan memilikinya. "


" karena aku adalah anak pertama dan juga ayahku sudah tiada aku juga memiliki dua orang anak batu ini akan ku jadi kan warisan keluarga sehingga siapa pun penerus ku kelak akan menggunakan batu ini. "


" baik lah ku harap tuan bisa menjaganya dengan baik. "


" pasti itu sudah pasti. "


" em harga terakhir yang paling tertinggi adalah 10 triliunan tuan. jadi silahkan tuan tentukan saja. "


" baik lah aku gandakan menjadi 10 kali lipat bagai mana nona jika masih kurang akan ku gandakan menjadi 10 kali lipat lagi. "


iris yang mendengar harga yang di berikan oleh handoko sedikit menelan ludah tapi masih dengan muka dan pembawaan yang tenang.


" tuan handoko aku tidak suka memberatkan orang yang baik padaku jadi jika tuan handoko sudah merasa pas dan sesuai harganya dengan batu itu maka bisa langsung tentukan saja. "


" ah seperti itu rupanya. baik sudah di tentukan aku akan membayar batu ini seharga 300 triliun malam ini juga. "


" bai sudah di tentukan iris berikan no rekening ku pada tuan handoko. "


" baik nona. " ucap iris


" silahkan tuan. "


" baik. "


tak perlu waktu yang lama proses pun selesai tiara juga sudah mendapatkan notif jika uangnya sudah masuk di akun bank miliknya.


" tuan ada satu hal lagi yang terlewat dari pengetahuan mu tentang batu ini. "


" ah benarkah nona apa itu aku sungguh akan berterimakasih jika nona memberitahukannya padaku. "


" pertama batu ini hidup tuan. walau pun kita tau jika batu merupakan benda mati tapi dia memiliki kemampuan menyerap dan mengeluarkan seperti bernafas.


kedua jika tuan ingin mendapatkan manfaat yang penuh dari batu itu tuan bisa meneteskan darah tuan pada batu ini. maka batu ini akan selalu berfungsi hanya jika tuan yang memakainya. "


" benarkah nona. nona sungguh berpengetahuan aku yang tua ini sungguh berterimakasih pada nona. "


" ya bukan suatu yang besar. lebih baik tuan mencoba dengan apa yang aku katakan. "


" benar juga maaf jika aku lancang. "


" ini tuan gunakan jarum ini saja hanya butuh satu tetes saja. " tiara menyerahkan jarum akupuntur berwarna mas yang tidak pernah di sadari oleh siapa pun datangnya dari mana. termasuk author juga.


setelah itu handoko segera melakukan sesuai dengan apa yang di katakan tiara. setelah berhasil meneteskan darahnya di atas batu, batu itu tidak menunjukkan reaksi apapun hanya saja darah yang sudah di teteskan pada batu kini sudah di serap kedalam batu.


iris dan handoko terkejut dengan kejadian itu sedang tiara hanya tersenyum.


" tuan sudah selesai sekarang tinggal membuktikannya saja. " ucap tiara


" pembuktian yang seperti apa nona. "


" ambillah batu itu. "


" baik. eh bebannya semakin bertambah dari sebelumnya. "


" tua sekarang berikan batu itu pada iris kita lihat reaksi apa yang di timbulkan. "


segera iris mengulurkan tangannya kemudian handoko meletakkan batu itu di telapak tangan iris yang terbuka. hal tak terduga terjadi saat batu itu sudah berada di tangan iris. tangannya langsung terjatuh ke meja dengan keras.


" aaaakkkkkh..... nona tanganku.


aaaakkkkkh....... batu ini.....


nona bantu aku ini sakit. "


" katakan kenapa iris. "


" nona batu ini sangat berat yang ku tidak kuat menahannya jika ini lebih lama lagi telapak tanganku akan hancur tolong nona. " dengan wajah jelek pucat berkeringat

__ADS_1


" aku tak bisa menolong mu iris. "


__ADS_2