
erika dan yang lainnya mulai membunuh satu persatu musuh erika yang terbiasa melihat tiara membunuh dengan memenggal kepala musuh sudah ada lima kepala yang lepas karenanya.
sedangkan hana yang memegang belati sudah banyak membedah tubuh musuh mereka mati dengan mengenaskan dan mengerikan.
sedangkan iris dia mematahkan tulang setiap musuhnya dengan sangat sadis bahkan kepala musuh sampai berputar 180 %
Sintia yang menggunakan pemukul sudah tidak terhitung berapa wajah yang berubah bentuknya karena pemukul itu.
tristan yang ada di sana sedikit ngeri melihat pembantaian itu. dia memutuskan menyembunyikan tiara dalam pelukannya karena takut tiara terkena mental melihat mayat mayat yang mati secara tak lazim
Rico yang tak tinggal diam juga mulai bergerak ke arah tristan yang melindungi tiara. Rico berpikir ular akan tetap liar jika tidak di tangkap kepalanya. jadi Rico memutuskan untuk membunuh tristan agar para bawahannya mudah untuk di taklukkan.
tristan yang melihat kedatangan Rico yang datang dengan serangan segera menghindar dan menjauhkan tiara dari pertarungan
" tunggu dulu Rico aku tidak mau melibatkan istri ku jadi biarkan dia masuk ke dalam mobil dahulu. "
" hahaha kau begitu menyayangi istrimu baik lah sangat di sayangkan juga jika dia terluka nantinya. "
" tiara masuk lah ke mobil dan tunggu aku di dalam. " ucap tristan pada tiara
" tidak mau. " ucap tiara menolak tapi sebenarnya dia tersenyum seandainya saja tristan tau siapa dia sebenarnya.
" tiara mengertilah. " tristan memberi pengertian
" tapi... " tiara masih ragu
" aku akan baik baik saja. " bujuk tristan
" baik lah segera kembali aku takut. " setuju tiara yang segera saja tristan membukakan pintu mobil untuk tiara setelah tiara masuk tristan menutup pintu mobil dan mulai melipat lengan bajunya.
" Rico aku sudah selesai kau bisa datang kapan saja padaku. "
tanpa menunggu lama Rico segera datang dengan serangan tristan segera menghindar dari serangan ngan Rico alhasil serangan itu hanya mengenai udara kosong.
tapi tak lama keduanya kembali bertarung, pertarungan tangan kosong yang menarik di mana mereka mengadu kemampuan bertarung mereka. saling pukul, kemudian menghindar, menangkis bahkan keduanya sampai sama sama mundur akibat sama sama terkena pukulan.
pertarungan sangat sengit dan berlangsung lama tristan maupun Rico sama sudah babak belur hanya saja tampak riko lebih kesakitan dari pada tristan yang tampak biasa saja.
" kau semakin meningkat rupanya. " ucap tristan datar.
" hahaha tentu saja aku sudah menunggu datangnya hari ini memang, aku sudah berlatih sangat keras belakangan ini dan aku akan membunuhmu malam ini. "
" tapi sayang kau akan mati sebelum aku. " tristan.
__ADS_1
" jika aku mati aku akan membawamu mati juga. "
Rico segera menyerang kembali kini dia menjadi lebih agresif pukulannya juga sepertinya semakin berat saja. tristan tidak kalah juga dia sudah di latih sangat keras oleh sang ibu hari harinya tidak pernah terlewatkan dengan yang namanya rasa sakit.
semakin lama semakin seru saja keduanya seperti nya sedang habis habisan tapi memang tristan lebih tahan dari pada Rico walau teknik mereka sedikit berimbang tapi daya tahan tristan perlu juga di perhatikan.
pada akhirnya Rico terpukul mundur akibat tendangan tristan tapi tidak sampai jatuh dan jauh. Rico segera mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan menodongkan lurus ke arah ke pala tristan tristan langsung memasang mata awas yang sangat tajam matanya hanya tertuju pada moncong pistol.
" hahaha.... hahaha.... kali ini kau kalah tristan kau kalah hahahaha......... "
tapi siapa sangka dengan gerakan cepat tristan membalik pistol itu sehingga kini berbalik tristan lah yang menodong Rico.
" lalu sekarang siapa yang akan mati. "
Rico tidak menjawab dia malah menaruh dahinya di moncong pistol yang di pegang tristan.
tapi Rico kemudian melakukan gerakan tangan yang mana mendorong pistol agar menghadap tristan tristan yang tak membiarkan begitu saja memberikan perlawanan.
perebutan satu pistol pun terjadi keduanya saling berebut saling todong tapi tak ada satu peluru yang keluar berhasil mengenai keduanya.
pergulatan berlanjut hingga mereka saling berguling guling di aspal tak terasa waktu berlalu cukup lama erika dan yang lainnya sudah sejak tadi selesai mereka menyaksikan pertarungan epik dari suami nona nya
hingga terdengar suara tembakan teredam sebanyak dua kali dimana kedua orang yang bergulat cukup lama di aspal itu sama sama tidak bergerak hingga detik berikutnya tristan yang berada di bawah berhasil menyingkirkan Rico yang menimpanya tristan bangun melihat bajunya kemudian melihat sekitarnya dengan mata melotot tak percaya semua musuhnya sudah mati berceceran di mana mana.
" kalian sudah selesai. "
" kapan.....
mengapa kalian begitu cepat...... "
mereka hanya mengangkat bahu mereka dengan ekspresi memiringkan kepada.
" kalian kalian ini monster ya.
eh tiara. "
segera tristan melihat ke mobil di mana rupanya tiara sudah tertidur di dalam mobil.
" eh bisakah dia tidur saat suaminya bertarung hidup dan mati.! bagai mana nantinya jika suaminya mati dalam pertarungan tadi. "
lanjut tristan. " ayo kita pulang sekarang tiara sudah tidur. "
" baik tuan. " jawab mereka menyetujui tristan
__ADS_1
mereka kembali putar arah tidak lagi melalui jalur memutar lagi dan benar saja setelah sampai di persimpangan jalur yang awalnya dia tutup kini sudah di buka lagi.
lama perjalanan akhirnya mereka tiba di rumah tristan bertelanjang dada karena bajunya penuh dengan darah. tristan segera menggendong tiara keluar dari mobil.
" tunjukkan kamarnya. " ucap tristan
" mari tuan. " ucap erika
tristan segera mengikuti erika yang mengantarnya ke kamar.
" bagai mana caranya dirimu bisa tidur dalam ke adaan genting apa dirimu kelelahan. " ucap tristan pada tiara yang tertidur.
tiara yang merasa terganggu melakukan gerakan wajahnya semakin dalam di benamkan ke dalam dada tristan. Tristan menggeleng dan tersenyum. " dasar aneh. "
" tuan ini kamarnya. "
" em terimakasih. "
" jika tidak ada hal lainnya aku akan kembali tuan. "
" ya. "
tristan yang memasuki kamar tiara langsung di segarkan dengan aroma wangi khas yang sama persis dengan wangi yang ada di tubuh tiara dan udara yang begitu bersih sehingga terasa dingin di dada. kamar itu begitu rapi dan bersih.
" tidur lah putri tidur. " ucap tristan membaringkan tiara kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah 15 menit keluar dari kamar mandi segera ikut merebahkan diri di kasur ber sama tiara.
pagi pun tiba tiara mulai membuka matanya melihat jika tristan sudah memandangnya.
" selamat pagi putri tidur...
apa tidurmu nyenyak....???
" eh sudah pagi rupanya.
hehehe tristan aku tertidur saat bersembunyi karena takut. "
" ya aku tau. "
" ayo segera bangun kita mandi lalu sarapan pasti yang lain sudah menunggu kita di meja makan. " sedikit salah tingkah karena tristan terus memandangnya tanpa lepas.
" ya sebelum itu semua aku akan memakan mu. " ucap tristan langsung menerkam tiara.
__ADS_1
dan pergulatan panas di pagi hari pun terjadi kembali tiara hanya bisa menerimanya karena bagai mana pun tristan selalu memiliki cara dalam bermainnya membuat tiara selalu meleleh.
"