Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 65


__ADS_3


ketika di dalam rupanya acara taruhan sudah di mulai tiara memperhatikan sekitarnya. kemudian duduk untuk menunggu putaran taruhan selanjutnya.


" han bagai mana aturan mainnya jelaskan padaku. "


" nona hanya perlu memilih nomer pada kuda yang menurut nona akan menang dalam pacuan. "


" apa hanya begitu saja han. "


" ya nona. "


" em baik aku sudah mengerti. "


segera putaran pacuan itu telah selesai yang di menangkan oleh kuda no 3 dari 7 kuda yang berpacu.


segera setelah putaran itu dua orang keluar dangan wajah di tekuk mereka seperti telah kehilangan banyak uang mereka.


" baik lah kita hanya memiliki tiga putaran lagi ayo pasang taruhannya. " ucap seseorang orang yang sepertinya pemandu dalam pertaruhan pacuan kuda.


tiara yang tak ambil pusing langsung menjatuhkan taruhan yang membuat semua orang tercengang tak percaya.


" aku bertaruh seluruh uangku yang ada di black card ini. "


" apa kau serius gadis kecil. "


" ya......... apa aku terlihat main main. "


" berapa banyak uang di kartu itu. "


" terakhirku lihat lebih dari 900 triliun. "


" apa... nona ini taruhan jika sudah memasang taruhan tidak bisa di tarik kembali. "


" ya aku tau lagi pula itu hanya uang saku apa salahnya jika di habiskan. "


mendengar tiara mengatakan itu hanya uang saku membuat seluruh orang di sana bertanya tanya siapa sebenarnya gadis ini.


" baik kami dari pihak bandar siap menerima taruhan ini. ayo bagai mana dengan yang lainnya. "


" tak bisa kah dipastikan terlebih dahulu isi kartu itu. " ucap salah seorang di kursi no 2


" ya tak masalah silahkan saja. "


kemudian seorang pelayan pria membawa sebuah nampan di lapisi kain merah di atasnya meminta kartu tiara untuk di letakkan di nampan tersebut.


tiara yang tak ambil pusing segera meletakkan kartunya di nampan yang sudah di tempat kan di hadapannya.


setelah itu pelayan itu membawa kartu milik tiara ke tempat pemeriksaan tak lama pelayan itu kembali dengan memberikan kode anggukan jika kartu yang tiara katakan memang benar.


" baik semuanya sudah di pastikan ayo apa ada yang ingin ikut . "


" aku ikut. " kursi no 1


" aku juga. " kursi no 3

__ADS_1


sedangkan yang lainnya masih tidak yakin untuk ikut.


" baik silahkan pilih kuda kalian di mulai dari mu gadis kecil. "


" aku pilih no 5." ucap tiara tanpa berpikir panjang


" dasar hanya tau menghabiskan uang. aku pilih kuda no 3." ucap oang di kursi no 1.


" aku pilih kuda no 1. " ucap orang itu di kursi no 3.


" ketiga petaruh sudah memilih maka pacuan akan segera di mulai taruhan sudah di pasang ayo kita saksikan. "l


tak lebih dari lima bela detik pacuan pun di mulai. kini ada lima kuda yang berpacu dan kuda milik tiara kini tertinggal di belakang sedangkan milik dua orang itu saling mengejar untuk menentukan kemenangan.


tapi hal yang tak terduga terjadi kuda milik tiara yang tertinggal kini semakin menyusul kuda kuda lainnya. terus berlari jarak sudah semakin dekat dengan garis finish ketiga kuda kini tengah berlari sejajar, terus berlari kuda milik tiara semakin cepat dan melewati dua kuda lainnya sekitar jarak lima langkah. kemudian finis.


kuda milik tiara di nyatakan menang karena melewati garis finis lebih dulu.


" sialan rupanya gadis itu sedang beruntung. " ucap orang di kursi no 3.


" aih hampir saja aku menang. ayo bertaruh lagi lebih besar jangan puas dengan kemenangan mu yang hanya beruntung saja. "


" aku tidak niat untuk berhenti sampai pertaruhan pacuan kuda ini selesai. '


" hahaha bagus bagus. ayo yang lain jangan hanya merendah jika kalian bisa masuk tempat ini itu sudah di pastikan kalian bukan orang biasa. "


" baik sepertinya di putaran ini hanya pertaruhan pribadi pihak kami tidak ikut campur silahkan watu kalian dua menit. "


" jadi gadis kecil apa yang bisa dirimu taruhan. "


semua orang terkejut dengan dengan apa yang di katakan tiara mereka tidak menyangkal tiara bisa melakukan itu.


" aku Terima itu sudah cukup menurutku aku menerima taruhan ini.


" aku juga. "


" aku juga. "


" aku juga. "


" baik apa sudah di tentukan untuk taruhannya. " ucap sang pemandu atau bandar melihat kearah semua orang yang mengangguk. "


" baik pacuan akan di mulai silahkan pilih kuda kalian masing masing. "


" silahkan nona. " ucap orang di kursi no 1


" aku pilih kuda no 3."


" wah wah nona aku ingatkan keberuntungan tidak datang du kali mengapa tidak melihatnya dengan teliti. " orang di kursi no 1


" tidak perlu cukup pilih langsung mulai saja kalah atau menag tak ada dalam dalam kamus ku jika kalah yasudah jika menang ya terimalah. "


" ternyata orang kaya baru ini sangatlah arogan seperti orang yang begitu kelebihan uang saja kita lihat apa dia akan menangis kali ini " aku pilih kuda no 4. " ucap orang di kursi no 3


" ya dia akan menyesal nanti. aku kuda no 1." ucap yang lainnya

__ADS_1


" aku no lima saja. " ucap orang no 1


" aku no 2. "


" baik sudah akan segera di mulai kuda sudah di pilih masing masing bersiap lah. "


pacuan pun di mulai tidak seperti di awal kuda yang di pilih oleh tiara kini memimpin di depan dengan sangat cepat meninggalkan kuda lainnya di belakang.


semua petaruh berharap harap cemas karena taruhan ini sungguh sangat besar jika kalah makan mereka akan pulang dengan beban yang berat di pundak mereka


rupanya masih tidak ada yang menyaingi kecepatan kuda yang tiara pilih kuda itu sangat cepat seperti menggila. hingga di garis finis kuda yang tiara pilih menang dengan telak tanpa ada persaingan yang berarti.


" putaran kali ini di menangkan oleh nona kembali selamat. "


." apa. .......dia menang lagi apa ini masih di sebut keberuntungan. " ucap pihak lain


sedangkan si no 1 sedikit terkejut karena tiara masih menang dengan asal memilih itu tandanya tiara ini bukan orang biasa biasa saja. jadi si no 1 ini lebih berhati hati.


" wah ternyata keberuntungan itu tidak hilang masih melekat padamu nona. tapi aku rasa itu hanya cukup untuk dua kali tidak untuk yang ketiganya kan. "


" entah lah mengapa tidak membuktikannya saja. " lugas tiara seperti tidak takut sama sekali.


sedangkan yang lainnya setelah membayar taruhan, mereka pergi dari ruangan itu dengan wajah masam dan tatapan permusuhan pada tiara.


" hooo sangat berani aku sangat terkesan. bagai mana jika kita pertaruhkan seluruh yang kita miliki diputaran terakhir ini. "


" boleh saja tapi aku tidak suka hanya bersifat kata saja semua taruhan harus ada di sini apa pun itu. "


" baik sekretaris ku akan menyiapkan semuanya. lalu bagai mana dengan mu"


" aku mudah saja uangku masih cukup untuk membeli seluruh yang kau miliki. "


" sombong sekali apa kau begitu kaya hingga merendahkan ku. "


" itu katamu tapi aku tidak merasa aku hanya bertaruh saja. "


" kita lihat kali ini dirimu benar benar akan kalah. "


" hah berhentilah berbicara kupingku sakit mendengarnya. "


" siap apa kau ingin mati hah. " menodongkan sebuah pistol ke arah tiar dikuti beberapa orang lainnya.


han yang melihat situasi memburuk tidak tinggal diam di mengeluarkan dua pistol juga yang di arahkan ke orang no 1 itu dan yang satu lagi mengarah ke salah satu orang yang menodongkan pisau ke arah tiara.


" bagai mana sekarang nyawamu bisa hilang kapan saja jika aku ingin jadi baik baik lah dalam berucap. "


" aku katakan dengan jelas uangku cukup untuk membeli seluruh aset mu. dan dengar ini dengan baik jangan pernah mengancam tentang kematian dengan ku karena tak sedikit orang yang mati karenanya. "


" aku tak perduli jika aku sudah ingin makan itu yang terjadi termasuk ke matian mu. "


" baik ayo jangan sampai aku mendengar tentang ke matian yang ketiga kalinya sekarang lanjutkan saja taruhannya untuk membuktikan kesanggupanku. "


" baik kali ini aku memaafkan mu. ayo lanjutkan taruhannya.


"ok."

__ADS_1


memaafkan dia kata bukankah dia yang beruntung jika saja dirinya masih membatu mungkin saat ini dia sudah mati dasar bajingan tua. " gerutu han di dalam hati.


__ADS_2