Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 102: MONOLOG BRYANT - KEEGOISAN HAZEL


__ADS_3

"Dia kenapa? Apa yang salah dengan hotel itu?" tanya Hazel bermonolog pada dirinya sendiri.


Hotel D'Lux Garden adalah sebuah hotel di mana peristiwa tragedi malam pertama Hazel dan Bryant terjadi. Sepertinya, wanita itu melupakan tentang kejadian itu atau memang sengaja mengingatkan sang suami tentang masa lalu mereka. Sehingga, pria itu memilih untuk meninggalkan sang istri dan berjalan menuju kolam renang. Dimana tempat itu bisa memberikan ketenangan.


Langkah kaki yang pasti dengan wajah begitu tegang. Sesuatu mulai mengusik hatinya dan menggoyahkan apa niat yang memang ingin dia lakukan. Kenapa di saat dia mencoba untuk memperbaiki semua. Justru bayang-bayang masa lalu semakin terbang melayang. Bukan hanya dari satu sisi, tapi dari sisi lain pun juga ikut berseliweran. Jalan yang dipilih sudah benar, hanya saja seperti berjalan di atas duri.


Memang benar, dia telah melakukan kesalahan. Namun, apakah masa lalu itu murni kesalahan atau akibat dari seseorang yang telah menjebaknya? Kebenaran yang ingin dia dapatkan. Ternyata begitu dipenuhi dengan rasa sakit. Saat ini tidak seorang pun tahu tentang tragedi hotel itu, tapi bagaimana jika keluarganya tahu. Apakah ia juga akan dibenci? Masihkah ada orang yang mau mendengarkan penjelasannya?


Serba Salah. Yah, itulah yang ada di pikiran Bryant. Berkata jujur pun ia bisa melukai dan berbohong juga bisa semakin menumpuk luka. Andaikata keluarganya tahu, bahwa dia brengsek. Apakah mereka akan menerima Hazel? Sementara itu, jika tidak jujur. Sampai detik ini orang-orang yang ia sewa pun masih belum memberikan kabar apapun. Benar-benar seperti buah simalakama.


Hati gelisah dengan pikiran tak menentu. Semua menjadi satu. Hanya menghela nafas yang bisa ia lakukan. Disaat seluruh rasa berubah menjadi kehampaan, tiba-tiba sekilas bayangan senyuman manis dengan tatapan polos sang istri siri datang menyapa, "Di saat aku merasa sendiri. Kenapa bayanganmu yang menemaniku. Apa hatiku mulai luluh denganmu? Adakah tempat yang tersisa di relung hati terdalam, sedangkan selama ini rasa cinta hanya untuk Hazel seorang."


"Mungkin, bisa jadi seperti itu. Aku merasa semua akan baik-baik saja. Apalagi, ketika mengingat dirimu. Semoga saja, semua seperti apa yang aku pikirkan. Satu hal yang menjadi harapan terakhir, tidak akan ada lagi, orang yang terluka. Meski aku sadar, semua ini hanyalah tentang kita. Dimana kamulah, orang yang paling terluka. Jika kejujuran dari kehidupanku terungkap."

__ADS_1


"Disaat aku mendengarkan kejujuranmu. Sungguh rasanya hatiku sakit. Bukan karena aku tidak menerima semua kebenaran di dalam hidupmu. Namun, rasa sesak di dadaku menyadarkan, akulah yang tidak bisa jujur. Bagaimana caraku mengatakan, jika aku telah menikah dan memiliki istri sah. Semua hanya demi perjanjian itu. Dimana memang hanya tentang seorang pewaris."


"Setelah aku pikir. Ternyata memang diriku bodoh. Bagaimana bisa dalam kemarahan mengancam dan memaksa seorang wanita yang begitu polos menjadi istri siri, lalu aku merenggut mahkotanya. Tidak sekalipun, aku berpikir bahwa perbuatan ku sangat menyakitimu. Pantaskah, pria brengsek ini mendapatkan kesempatan kedua darimu. Sungguh semua ini semakin berat dan tidak memiliki keadilan."


Monolog Bryant, begitu panjang kali lebar. Tanpa pria itu sadari, Hazel sang istri berdiri di balik pintu. Bukan suara bisikan yang wanita itu dengar karena saat ini, sang suami berbicara dengan suara yang cukup jelas menusuk telinga. Untuk pertama kalinya, ia sadar. Jika semua yang menjadi milik seorang istri bisa hilang dalam sekejap mata.


Tiba-tiba saja, ia teringat tentang malam keegoisan. Dimana malam itu dengan mudahnya mengucapkan kata izin untuk sang suami menikah kembali dengan alasan tidak ingin memiliki seorang anak untuk saat itu. Kini, hatinya merasa tercubit dan kali ini, ia merasa keputusannya sudah salah besar. Apakah mungkin, dia bisa mengubah keputusan yang telah berlalu? Terlebih, saat ini, dia sudah bisa hamil. Meskipun bukan anak Bryant.


Tidak akan kubiarkan, kamu menjadi milik wanita lain. Kamu adalah milikku! Baik kemarin, sekarang ataupun besok. Tidak seorangpun bisa mendapatkanmu. Lagi pula, aku hanya membutuhkan satu malam. Malam yang bisa digunakan untuk memanipulasi keadaan saat ini dan dengan satu langkah besar. Maka, akan kupastikan. Tidak seorangpun bisa memisahkan kita.~ batin Hazel, lalu berjalan meninggalkan tempatnya berdiri.


Waktu berlalu begitu cepat. Seakan tak ingin menyudahi semua masalah. Siang berlalu, berganti malam. Suasana rumah itu teramat sangat sunyi. Namun, di saat jarum jam di dinding menunjukkan pukul sebelas malam. Terdengar suara langkah kaki yang perlahan berjalan memasuki kamar tamu. Orang itu mengenakan gaun malam dengan tangan kanan yang memegang segelas wine. Tidak ada kata permisi ataupun suara ketukan pintu.


Orang itu terdiam sesaat mengamati pria yang sudah tertidur pulas. Siapa sangka, semua terjadi sesuai rencana. Setelah menikmati makan malam bersama. Dia dan sang suami memang sempat berpisah dan melakukan aktivitas masing-masing. Akan tetapi, pria itu tidak menyadari, jika di dalam minumannya telah dicampur sejenis obat tidur.

__ADS_1


"Selamat malam, Sayang. Tidur yang nyenyak, ya, karena malam ini akan menjadi momen yang tidak akan terlupakan," Ucap Hazel seraya memainkan jarinya di wajah Bryant, baru saja ia ingin berpaling. Tiba-tiba, sudah ada tangan yang melingkar di perutnya.


Aroma parfum yang sangat familiar, membuat wanita itu tersenyum penuh arti. Kemudian berbalik dan merangkul kan kedua tangan di leher sang pria yang menatap dirinya dengan intens, "Kamu sudah datang, Sayang. Bagaimana, apa semua pekerjaan lancar? Aku tidak sabar untuk membuat malam ini, menjadi malam istimewa kita."


Pria itu menikmati rayuan dari Hazel. Tangan lentik yang menari di wajahnya dengan aroma wine keluar dari bibir merah menggoda. Keduanya benar-benar tidak tahu malu. Apalagi ketika mereka sudah dalam keadaan yang berselimut kabut nafsu. Permainan baru saja dimulai. Kedua insan itu, sama sekali tidak memiliki pikiran jernih. Mereka hanya memikirkan, bagaimana akan memulai olahraga ranjang agar bisa saling memuaskan.


"Wanita nakal. Apa kita akan melakukan di sini. Ayolah, lihat suamimu saja masih terlelap. Jangan sampai, suara kita membangunkannya. Kamu tahu, itu tidak baik. Jadi, mari kita ke tempat yang memang hanya untuk bersenang-senang. Aku tidak sabar merengkuh kenikmatan dari kesayangan ku," bisik pria yang langsung merengkuh tubuh Hazel ke dalam gendongannya, bahkan wine yang ada di dalam gelas tumpah ke lantai.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reader's tersayang, jangan bosen ya, setiap hari, othoor kasih rekomendasi novel yang bisa menemani kalian di waktu senggang. Yuk kepoin, tinggalkan jejak juga 😁 mari kita sebarkan semangat. Berkat kalian, Author lanjut nulis, loh. 🤭

__ADS_1



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2