Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 16: Muel VS Ocy


__ADS_3

Pergulatan panas berakhir sepuluh menit yang lalu, dan Ara terlelap ke alam mimpi. Tentunya setelah tenaganya terhisap habis dalam goyangan ranjang suaminya. Sedangkan Bryant terlihat segar bugar karena mendapatkan asupan gizi yang jauh di luar imajinasinya.


Tubuh polos yang kini terbelenggu kedua tangan kekarnya seperti candu. Jika dirinya tidak ingat Ara bukanlah Hazel, maka sudah pasti wanita itu di gempur tanpa henti. Kebersamaannya bersama sang istri siri, membuat pria itu lupa belum memberikan kabar pada Hazel, dan memilih menyusul ke alam mimpi. Siapa tahu bertemu Ara di alam mimpi. Boleh lah bermain ranjang sekali lagi.


Lima jam kemudian.


Samuel baru selesai bersiap. Lalu bergegas meninggalkan kamar. Niat hati ingin membangunkan sang sahabat, tapi dibatalkan. Setelah melihat pesan singkat dari Bry yang mengatakan pemeriksaan ditunda esok pagi. Sedangkan waktu saat ini menunjukkan pukul tujuh malam, dan tidak ada makanan di dalam Villa.


"Sudahlah. Sebaiknya aku keluar mencari makanan saja." Muel menyambar kunci mobil di tempat biasanya yaitu sebuah piala yang menjadi wadah semua jenis kunci kendaraan yang ada di dalam garasi villa.


Pria berpenampilan seperti anak muda pada umumnya. Kaos yang tertutup jaket kulit hitam, celana levis denim, sepatu sneakers, dan jam tangan hitam merk gucci keluaran terbaru. Kalau anak jaman sekarang pasti bilangnya *Stylish boy*. Itulah Muel saat di luar jam kerjanya, tapi beda lagi jika saat mode kerja.


Langkah Muel berjalan menuju pintu utama villa. Beberapa saat fokusnya hanya untuk mencapai pintu di depan sana.


Tap!


Tap!


Tap!


Muel mengangkat tangan bersiap menarik gagang pintu yang panjang. Namun, belum sempat menyentuhnya, pintu sudah terbuka dan langsung membentur kepala pria itu.


Dug!

__ADS_1


"Auuuw!" Muel memegangi jidatnya dengan mata terpejam. "Sial@n! Kamu buta ya?"


"Ups, sorry gak sengaja bang." jawab suara lembut dengan nada ejekan, membuat Muel membuka matanya dan wajah paling menyebalkan di seluruh dunia berdiri tepat di depannya.


"KAMU!" seru Muel sedikit membentak orang yang menjadi penyebab jidatnya memerah.


"Heem, Bang. Ini aku, Ocy. Abang gak lupa ingatan 'kan?" Ocy spontan memegang kening Muel, tapi tangannya langsung di tepis pria itu dengan decakan kesal.


Muel menatap Ocy nyalang. Bagaikan kucing kelaparan. "OCY PRATIWI! Inget haram bagimu menyentuh kulitku."


"Bang Muel yang overdosis. Please ya, aku ini bukan mantan istrinya abang. Lah napa main kata haram aja? Nikah yuk, bang!" Ara dengan santainya membalas kekesalan pria yang menjadi sahabat bosnya tanpa rasa takut.


Sontak keberanian Ocy, membuka Muel menyingkirkan tubuh wanita itu. Kemudian keluar meninggalkan villa dengan hati geram plus frustasi akibat dari keabsurd-an seorang Ocy. Padahal dirinya pun tak ada bedanya, dan sama-sama absurd jika saling berhadapan.


"Why? Astaga Bry, kamu tega sekali mengundang nenek es batu kemari. Aku pikir cuma bertugas menjaga dan menjadi dokter pribadi istri barumu. Tak tahu nya, nenek es batu ikut stay di sini juga. Huft Muel hidupmu pasti menjadi neraka setelah malam ini." Muel menangkupkan wajahnya di stir.


Mobil masih terparkir di depan villa, karena Muel lupa arah tujuannya dan berdiam diri di dalam mobil menikmati rasa campur aduk yang bergejolak dari dalam hatinya.


Sementara di kota lain. Tepatnya di sebuah cafe Mulan, para pengunjung hilir mudik bergantian. Dua pintu kaca dengan hiasan kristal di depan pintu selalu berbunyi. Ketika pintu dibuka atau ditutup.


Criiing!


Criiing!

__ADS_1


Beberapa orang berpasangan, tapi ada pengunjung yang seorang diri menatap arloji di tangan kanannya dengan wajah tegang. Mata orang itu setia menatap pintu masuk seraya menyeruput teh macha yang pekat.


"Orangnya kemana, sih? Mana udah lewat dua jam lagi! Udahlah. Mending cabut aja." gumam orang itu, lalu mengambil selembar kertas merah, dan diletakkan ke atas meja.


Tap!


Tap!


Tap!


Srek!


"Sorry, Aku terlambat."


Penampilan tertutup rapat dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Siapa yang bisa mengenali sosok seperti itu? Pastinya tidak mungkin ada, termasuk pengunjung cafe yang baru saja bersiap bangun dari tempat duduknya.


"Siapa, Kamu?"


...----------------...


*Mampir yuk, ke karya othoor yang lain 🤭


Othoor tunggu support kalian ☺*

__ADS_1



__ADS_2