
"Aku hanya sedang duduk," Bryant menatap Hazel dengan keraguan di dalam hati, "Kamu, sudah mau pulang?"
Hazel mengangguk, lalu menggandeng lengan suaminya, "Ayo, kita pulang bersama."
Bryant seketika terdiam, karena sang istri meminta untuk pulang bersama. Ia tengah berpikir, bagaimana caranya menolak, tapi jika tidak pulang bersama. Pasti akan menimbulkan kecurigaan. Apalagi tatapan mata Hazel seperti terlihat tengah menyelidiki. Mau, tak mau, ia harus membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Bryant melepaskan tangan Hazel dari lengannya, lalu berganti dengan pegangan tangan.
"Baiklah. Ayo, kita pulang. Aku juga harus pergi ke kantor, jadi aku hanya mengantarmu sampai ke rumah. Setelah itu, aku akan kembali ke kantor," jelas Bryant berusaha untuk membujuk dan menetralkan keadaan.
Hazel tak ingin mengambil pusing dan hanya tersenyum seraya mengangguk. Kali ini, ia akan bersikap manis dan tidak perlu bersikap terlalu over. Keduanya berjalan beriringan meninggalkan lorong itu. Disaat tatapan mata Bryant tidak sengaja melihat Ocy yang baru saja kembali. Pria itu memberikan kode mata agar Ocy bersembunyi terlebih dahulu.
Langkah Bryant dan Hazel semakin menjauh, membuat oci yang bersembunyi di balik salah satu tembok keluar, "Kenapa wanita itu disini? Seingatku, dia seharusnya, ada di luar negeri dan melakukan foto model. Kok aneh, ya, ini malah dirumah sakit. Dia, ngapain, ya?"
Ocy meninggalkan persembunyiannya untuk kembali ke lorong. Di mana Ara tengah melakukan pemeriksaan. Wanita itu sudah membawa dua kopi. Seperti permintaan Bryant, si bos yang ingin dibelikan sesuatu, tapi ya percuma saja. Orangnya, juga udah pulang. Alhasil ia harus menunggu seorang diri, sembari menikmati kopi dan menatap dinding yang tidak mungkin bisa diajak bicara.
Tiba-tiba saja. Sebuah pencerahan menghampiri nya, ia mendapatkan ide yang cukup cemerlang. Pastinya ide itu hanya untuk, membuat keadaan keluarga baru sang bos semakin berwarna. Hanya saja, apa yang harus dilakukan saat ini. Bagaimana ia memberikan alasan tentang kepergian Bryant, agar tidak melukai Ara. Lagi pula, sudah pasti Bosnya kembali ke rumah lain. Dimana rumah yang jarang sekali memiliki canda tawa. Jadi ia harus mencari cara agar semua tetap berjalan baik.
Satu jam kemudian. Akhirnya, Ara, Kinara dan Samuel serta dokter Wina keluar dari ruangan pemeriksaan. Keempat orang itu, terlihat cukup tenang dan juga tidak ada ketegangan. Terlihat jelas raut wajah Ara juga bahagia. Tentu saja Ocy ikut tersenyum melihat semua itu, "Bagaimana, apa semuanya baik-baik saja?"
__ADS_1
Ocy berusaha bersikap santai. Wanita itu tidak menunjukkan ekspresi bingung ataupun tegang. Meskipun, ia merasa tidak enak hati karena sebentar lagi akan melakukan sebuah kebohongan. Ara begitu polos, sedangkan kehidupan bosnya masih dipenuhi jeruji besi. Tidak akan mudah menyatukan kebahagiaan bulan dan matahari. Bisa dipastikan sinar keduanya hanya bisa diwaktu yang sudah ditentukan.
Samuel mendekati Ocy, lalu ia menatap sang kekasih seraya memberikan kode mata, agar menjelaskan dimana keberadaan Bryant. Wanita itu, paham apa yang diinginkan oleh Muel. Akan tetapi, saat ini hanya bisa mengedipkan mata agar kekasihnya itu tenang. Semua pasti akan aman. Meskipun situasi tidak seperti kenyataan.
"Sebaiknya, kita jalan-jalan sebentar mencari makanan dan setelah itu kita bisa pulang. Ara, tadi Bos harus kembali bekerja. Tiba-tiba saja ada telepon darurat dan memang harus melakukan pertemuan penting. Jadi, dia titip salam untukmu. Aku harap, kamu tidak marah dengannya," jelas Ocy berusaha membuat keadaan tetap kondusif.
Ara mengangguk paham, ia cukup mengerti jika suaminya sangat sibuk. Pria itu, memiliki pekerjaan yang banyak. Lagi pula, selama beberapa hari ini. Ia juga mengamati bagaimana sistem kerja sang suami yang memang memiliki perusahaan. Kebersamaan mereka terlihat begitu akrab dan tidak ada rasa canggung sama sekali. Sementara dokter Wina merasa terasingkan. Meskipun begitu, ia bisa melihat bagaimana setiap orang di sekitarnya memperlakukan setiap anggota keluarga dengan baik.
"Ok, ayo, semuanya. Kita pulang. Sebentar lagi, waktunya untuk persiapan olahraga juga buat Ara. Oh ya, dokter Wina. Pastikan nomor ponsel Anda selalu standby, karena saya bisa menghubungi Anda kapanpun dan disaat saya membutuhkan Anda," Jelas Muel tegas, pria itu tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi.
"Siap, Dok. Apapun yang Anda butuhkan. Saya akan siap membantu, pastikan saja jangan sungkan," Jawab dokter Wina dengan pasti tanpa ada keraguan.
Wanita itu menatap sisi kiri, dimana diluar sana begitu banyak cafe di sepanjang jalan. Tiba-tiba saja, dari kejauhan ia melihat siluet tubuh seorang pria dengan wajah yang sangat familiar. Pria yang memberikan suapan manja serta usapan kepala untuk seorang wanita yang duduk di depan pria itu. Seketika, hatinya terasa nyeri. Apakah semua, yang dirinya lihat, itu nyata? Kenapa masih ada rasa sakit yang datang menyapa.
Sikap diam Ara dengan wajah yang sendu, membuat Muel yang tak sengaja melirik ke arah sang adik. Akhirnya, ikut berpikir. Apa yang terjadi pada wanita itu?
"Dek, kamu kenapa?" tanya Muel melirik ke arah Ara, membuat yang ditatap menoleh ke arahnya sesaat.
__ADS_1
...----------------...
*Hay reader's, 🥰
Do'ain ya, biar bisa up double trus, 😅
UP 1 SETIAP JAM 12.00
UP 2 SETIAP JAM 19.00
BERHUBUNG LAGI IKUT LOMBA UPDATE TEAM DAN MASUK TEAM A, OTHOOR HARUS RAJIN UP, KALAU MAU ADA YANG KASIH VOTE, SENENGNYA 😭
4 KARYA SENGAJA MASUK EVENT ITU, JADI AKU USAHA UP DOUBLE SEMUA 😅
Rasanya yah kaya minum kopi campur soda. 🤧
Nikmat nya, Alhamdulillah 😁*
__ADS_1
...----------------...