
"Bry, Aku hamil anakmu."
Sebuah pengumuman kah? Atau hanya mencari perhatian baru? Tanpa wanita itu sadari. Jika Bryant bukan suami bodohnya, lagi. Pria itu sudah kembali menjadi dirinya sendiri dengan akal sehat yang selama ini tertimbun kepalsuan cinta.
Namun, melihat wajah sedih dengan tatapan mata sendu Hazel. Bryant menetralkan ekspresi wajahnya berpura-pura terkejut dengan langkah kaki berjalan menghampiri sang mantan istri. Jika mau jujur, dia tidak sudi untuk menatap mata yang selalu menjadi penghianat, tetapi drama harus dihentikan.
Yea, pastinya Bryant akan luluh dengan air mata palsuku. Pria itu selalu menjadi melankolis. Apalagi yang diharapkan selama ini akan segera didapatkan. Thanks anakku, kamu penyelamat ku.~kata hati Hazel bersorak gembira berpikir jika pria itu mau bersamanya kembali hingga wanita itu menerima pelukan Bryant setelah perpisahan.
Yah, Bryant memeluk tubuh Hazel, tapi begitu pelukan tak menampakkan wajah sang mantan istri. Senyuman tipis yang tersungging berubah menjadi smirk. Senyuman yang terpantul di pintu kaca dan hanya Bryant yang bisa melihat itu.
"Congratulations for your baby, Miss Hazel Laurent. But, sorry, I am not your husband. So, how is this baby's mine? One again, congratulations. Goodbye, drama queen."
(Selamat atas bayi Anda, Miss Hazel Laurent. Tapi, maaf, aku bukan suamimu. Jadi, bagaimana saya milik bayi ini? Satu lagi, selamat. Selamat tinggal, ratu drama.)
Bisikan manis dengan suara lembut tanpa ada aura intimidasi yang terdengar begitu menusuk, membuat Hazel melepaskan kedua tangannya dari punggung Bryant. Bagaimana mungkin? Pria yang selalu tunduk, kini tak sedikitpun memiliki kepedulian. Apakah mungkin, Bryant sudah tahu jika anak di dalam rahimnya itu, bukan anaknya?
Pelukan itu berakhir, Bryant melangkahkan kaki mundur dengan tatapan masih terpatri pada mata Hazel yang terbelalak, "Setiap kata dari bibirmu hanya ada buih kepalsuan. Bagaimana kamu bisa berdiri dengan kakimu sendiri. Ketika hidupmu hanya sandiwara? Come on, Bryant suami ku sudah mati. Apa orang mati bisa memberikan anak?"
Sindiran pedas, bahkan mengalahkan cabe rawit. Jika pria di depannya adalah Bryant. Sudah pasti akan memberikan ribuan cinta kasih karena kebahagiaan yang akan dia berikan. Namun, semua seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Tatapan mata jijik dengan wajah dingin pria itu, sudah mengatakan, dimana posisinya saat ini.
Bryant tahu, jika Hazel tengah berpikir keras. Bagaimana? Kenapa? Sejak kapan? Sudah pasti banyak pertanyaan yang menghilangkan kepercayaan pada dirinya sendiri. Ntah ini akan berpengaruh pada bayi yang wanita itu kandung, atau tidak.
"Bry, Aku ....,"
Jangankan meneruskan ucapannya, Bryant bahkan tak sudi menatapnya lagi. Pria itu memilih mengibaskan tangan mengusirnya tanpa ada kata. Melihat itu, sisa emosi yang menggebu-gebu, membuat jiwa seorang Hazel kembali keluar. Niat hati tidak ingin bersikap frontal, tapi sudah terlanjur.
__ADS_1
Wanita itu melepaskan sepatu hak tingginya, lalu melemparkan ke arah Bryant. Dimana pria yang ada di depan meja kerja dalam posisi membelakangi. Sepatu itu melayang tepat sasaran dan hampir menyentuh kepala Bryant, tiba-tiba dari arah lain sebuah vas bunga melayang hingga menjadi tabrakan.
Buug!
Pyaar!
"Bos, kamu baik-baik saja?" Ocy berlari dengan rasa cemas, untuk pertama kalinya, dia lalai menjaga tuan muda. Untung saja, dia melihat semua yang terjadi di ruangan itu dengan ponsel yang memang sudah dipersiapkan oleh Bryant.
Bryant mengabaikan pertanyaan Ocy, tatapannya tertuju pada pecahan vas dengan satu sepatu hak tinggi. Dia ingat benar, jika sepatu itu adalah hadiah pertama darinya setelah bulan madu di Korea. Miris bukan?
Reaksi tuan muda, membuat Ocy mengalihkan perhatiannya. Dimana Hazel masih terdiam di tempat dengan tatapan bringas. Rasanya ingin sekali memberikan pelajaran, dorongan itu semakin kuat ketika sepintas ingatan melintas. Dimana dulu, si model mengatakan seorang bodyguard tidak layak diberikan kebebasan.
Tanpa sadar, Ocy berjalan menghampiri Hazel. Tidak peduli dengan tatapan mata sinis dari si model. Sebagai seorang bodyguard, dia berhak melindungi Bryant, sedangkan sebagai saudara Ara. Tentu harus memberikan pelajaran pada wanita yang sok cantik dan baik. Padahal hatinya dipenuhi ulat bulu.
Plaak!
Bryant menyingkirkan Ocy dari hadapan Hazel, dan membiarkan sang bodyguard untuk berdiri di belakangnya, "Aku akan memberikan satu saran padamu, Miss Hazel Laurent. Sedikit saja, hargai dirimu sebagai wanita. Maka, orang lain akan menghargaimu. Tetapi, aku lupa. Kamu adalah wanita egois dengan keras kepala diluar batas."
Sepatu yang ada di tangan, dikembalikan tanpa menyentuh Hazel. Kemudian, Bryant mengulurkan tangannya terarah tepat dimana pintu kaca ada dibelakang Hazel, "Silahkan keluar dan jangan pernah kembali. KEHIDUPAN KU DAN KEBAHAGIAAN KU, TIDAK MEMBUTUHKAN WANITA SEPERTIMU. Pilihlah, keluar sendiri atau,"
Lirikan mata Bryant tertuju pada Ocy, membuat sang bodyguard tahu apa yang harus dia lakukan. Melihat itu, Hazel menghentakkan kaki, bahkan wanita itu tidak sempat memakai sepatunya kembali. Mau, tak mau, langkah kakinya harus meninggalkan ruangan AC yang selalu menjadi mimpinya.
Aku pastikan, kalian berdua tidak bahagia. Jika aku tidak bisa mendapatkan Bryant, Ocy juga tidak boleh mendapatkannya.~batin Hazel yang harus menahan rasa malu karena menjadi tontonan para karyawan.
Bukan hanya itu, banyak bisik-bisik yang semakin memanaskan hatinya. Sebagai model terkenal dan banyak karyawan yang tahu, jika dirinya mantan istri sang bos. Bisa dibayangkan, seberapa besar pengaruh yang akan dia dapatkan? Apapun yang terjadi hari ini, bisa menjadi trending topic beberapa jam ke depan.
__ADS_1
Hari ini adalah hari penghinaan baginya. Bryant tidak peduli lagi, sedangkan kini hubungannya harus kandas. Dari semua yang terjadi, satu kenyataan yang tidak sanggup diterima akal sehatnya. Yaitu hubungan Bryant dan Ocy.
Wanita itu bergegas menutup pintu mobilnya, lalu menyalakan mesin, kemudian mulai menyetir meninggalkan parkiran perusahaan milik Bryant. Sementara dari lantai tertinggi, Bryant menghempaskan tubuhnya yang lelah ke sofa, membuat Ocy memberikan segelas air putih.
"Jadi, apa ini yang terbaik? Kenapa tidak mencabut semua fasilitasnya saja. Bos, uang itu bisa digunakan untuk dua hal. Satu untuk menolong, dan satunya untuk bertindak kejahatan. Sejauh yang ku tahu, Hazel wanita yang nekat. Jangan sampai, kita semua kena imbasnya." Ujar Ocy, wanita itu benar-benar merasa khawatir, tetapi bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Ara.
Bryant meneguk air tanpa menyisakan satu tetes pun, lalu meletakkan gelasnya ke atas meja, "Aku tahu, seperti apa Hazel. Alasanku, memintamu untuk menjadi pasangan pura-pura hanya demi menjaga keamanan Ara saat ini. Ocy, kamu bisa bela diri dan menjaga diri. Aku tidak pernah meragukanmu."
"Sementara Ara, Aku masih mencoba memahami istriku. Rasanya seperti bumi dan langit. Hazel yang suka shopping, sedangkan Ara hanya suka menikmati kebersamaan bersama keluarga. Aku berharap, pernikahan mu dan Sam jauh lebih bahagia agar keluarga semakin harmonis."
Ocy mengangguk paham akan semua yang Bryant curahkan. Untuk pertama kalinya, sebagai atasan dan anak buah. Keduanya menghilangkan rasa canggung bahkan bisa saling bertukar pendapat untuk mendapatkan banyak solusi dari setiap cabang kegelisahan.
"Bos, boleh aku jujur sesuatu." celetuk Ocy dengan suara bimbang, membuat Bryant mendongak karena wanita itu masih stay berdiri di depannya.
.
.
.
🍀🍀🍀🍀💕💕🔥💕💕🍀🍀🍀💕💕🔥🍀🍀🍀
*Happy reading reader's, Jangan lupa jejaknya ya, 🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Kuy, sembari menunggu, boleh kepoin karya temen othoor, 😃*