Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 63: LANGKAH PERTAMA - APA KEPUTUSANMU?


__ADS_3

Rasanya lebih baik aku mengoperasi pasien duapuluh empat jam, daripada harus menjadi patung diantara kehangatan kasih sayang keluarga. ~batin dokter Kinara.


"Permisi, sampai kapan kita berdiri di sini?" tanya Kinara mengalihkan perhatian semua orang.


Ara melepaskan diri dari dekapan Om Al, begitu juga dengan Ocy menjauhkan diri dari Muel. Lalu semuanya menunggu kunci yang ada di tangan sang pemilik rumah untuk membuka gerbang pertama kalinya. Suasana sangat tenang dengan kebahagiaan nyata.


"Ara, bukalah!" titah Om Al lembut, sedangkan Ocy memberikan kode mata pada sang kekasih agar membimbing adik angkatnya.


Benar saja, Muel berjalan mendekati Ara. Kemudian menemani sang adik memasukkan kunci pertama untuk membuka gerbang rumah barunya. Suara gerbang terdengar begitu didorong ke depan. Langkah Ara masuk ke halaman, begitu juga dengan yang lain.


Rumah atau istana? Bagi Ara, semuanya adalah mimpi. Kehidupan yang lalu, ia kehilangan seluruh harta bahkan rumah peninggalan sang ayah, dan kini Allah menggantikan jauh berkali-kali lipat. Sungguh, hidupnya memang jauh lebih baik. Bukan hanya memiliki kediaman yang sangat nyaman, tapi lihatlah. Di sisi kanan dan kiri ada orang-orang yang sayang padanya.

__ADS_1


Kebahagiaan sederhana, berbanding terbalik dengan wajah murka seorang wanita yang baru saja memuaskan pelanggannya. Setelah melayani dengan brutal. Bukan uang yang di dapat, tapi justru video ancaman. Bagaimana tidak murka? Siapa yang merasakan puas? Kenapa justru dirinya yang harus menanggung banyak kerugian.


"Jadi, apa keputusanmu?" tanya Seorang pria dengan tubuh setengah polos duduk di sofa menatap wanita yang masih saja memegang ponselnya.


Ponsel yang memiliki bukti pergulatan panas yang baru saja berakhir. Jelas sekali setiap adegan tanpa sensor. Suara erangan nikmat bahkan terdengar menggema. Untuk pertama kalinya. Ia merasakan jijik setelah memuaskan client.


Aku tidak akan mengalah semudah ini, tapi untuk sementara lebih baik aku bersikap baik. Bukan tidak mungkin, baj!ngan ini memiliki file cadangan. ~batin wanita itu, dan langsung membanting ponsel yang ada di tangan.


Paak!


"Sudah puas? Aku rasa kamu tidak sayang dengan karir mu. Ok, aku akan kirim bukti ke media massa." Ucap pria itu tanpa keraguan.

__ADS_1


Ucapan sang pria. Seketika mengubah ekspresi wanitanya. Wajah yang penuh amarah berubah memelas, bahkan wanita itu langsung berlari menghampiri prianya dengan lelehan air mata palsu. Apapun akan ia lakukan demi menjaga masa depan tetap bersinar. Termasuk sekali lagi menggoda client.


"Apa ini caramu setuju?" tanya pria itu setengah menahan diri dari tangan nakal wanita yang kini sudah duduk di pangkuannya.


Sang wanita menghentikan usahanya, lalu menangkup wajah prianya, "Apapun yang kamu mau. Aku akan menurutinya, tapi pastikan jangan ada yang tahu kisah percintaan kita."


"Semua tergantung kamu. Sampai kapan tubuh ini bisa membayar dan membungkam mulutku. Selama aku puas, kamu bebas," Pria itu merengkuh pinggang wanitanya dan mengikis jarak keduanya, "Baby, puaskan aku!"


Perintah itu terdengar biasa saja. Lagipula kehidupannya selalu tentang melayani nafsu para pria berduit. Jadi tidak ada yang salah. Tubuh indah adalah modal untuk menumpuk pundi-pundi uang. Tentu saja selain pekerjaan profesional yang ia geluti di luar sana. Pergulatan panas kembali memeriahkan ruangan kamar itu.


Waktu berlalu begitu cepat, ketika dunia dipenuhi kesibukan. Sang mentari masih setia menemani hingga awan jingga menyambut kepergiannya berganti kegelapan. Lalu lalang kendaraan di jalan raya tak membuat kesibukan semua orang berakhir.

__ADS_1


Lirikan mata tertuju pada jam di pergelangan tangan kiri. Sekarang pukul delapan belas lebih dua puluh lima menit. Seharusnya orang yang ia tunggu sudah di tempat pertemuan, tapi mungkin saja akan telat. Dari tempatnya menunggu hanya ada pepohonan rindang dengan sebuah kursi kayu tunggal.


"Ayolah, kenapa jadi nyamuk yang nemenin, sih. Ish, lupa bawa obat nyamuk lagi," keluh nya dengan mengusir nyamuk yang suaranya mengganggu sekali.


__ADS_2