
"Ara, apa kamu mencintai Bryant?" tanya Muel serius.
Pertanyaan itu, membuat Ara mengalihkan perhatiannya. Ia menatap sang pria, yang kini menjadi kakak angkatnya, "Kenapa, Kakak bertanya seperti itu? Bukankah aku ini istrinya dan berhak untuk mengkhawatirkan keadaan Bryant. Istri mana yang tega melihat suaminya jatuh sakit seperti ini?"
"Kamu, benar. Seorang istri memang harus khawatir, ketika suaminya jatuh sakit, tapi tatapan matamu. Apakah kamu tidak menyadari itu dan menanyakan pada diri sendiri. Apakah itu tatapan cinta atau hanya sekedar sebagai tugasmu menjadi seorang Istri?" Muel bertanya sekali lagi hanya untuk menyadarkan sang adik. Jika wanita itu sudah mulai jatuh cinta pada suaminya sendiri.
"Aku, tidak tahu. Apa itu cinta, setelah semua yang terjadi pada kehidupanku. Ka, saat ini yang ku tahu adalah aku seorang istri memiliki kewajiban untuk merawat suamiku ketika sakit. Saat ini, aku tidak ingin memikirkan tentang cinta. Aku hanya berpikir, bagaimana caraku untuk hamil dan memberikan hak suamiku untuk menjadi seorang ayah." Jawab Ara begitu tenang dan pasti saja Muel sedikit merasa tersindir, pria itu tahu benar, bagaimana sikap Bryant terhadap sang istri siri.
Muel mengusap kepala Ara, lalu ia menatap Bryant, "Kamu, tenang saja karena apapun yang terjadi nanti. Kamu tetap adikku. Di masa depan nanti, aku tidak akan pernah membiarkan hidupmu suram. Meskipun, kamu melahirkan pewaris keluarga Putra. Aku, tidak akan meninggalkanmu. Itu janjiku sebagai kakakmu."
"Kakak, terlalu baik padaku, bahkan aku tidak mengenal kakak. Sejauh Bryant mengenal kakak. Meskipun begitu, di sisi lain. Aku sangat bersyukur bisa menemukan orang-orang yang sangat menyayangiku tulus dan memberikan apa yang tidak pernah aku impikan. Kehidupan ini sangat rumit. Akan tetapi, apapun itu, aku masih diberikan kebahagiaan di sela-sela rasa yang mungkin tidak boleh aku rasakan.''
"Ara, hanya berharap. Semoga semua orang yang mencintaiku mendapatkan cinta kasih yang jauh lebih besar dari orang-orang yang mereka cintai." Sambung Ara, membuat hati Muel tersentuh, ia benar-benar semakin menyayangi adik angkatnya itu.
"Jadi, apa kamu sudah siap merawat suamimu yang sakit?" tanya Muel dengan senyuman tipis menggoda sang adik.
"Aku, siap Kak. Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya balik Ara penuh semangat, wanita itu ingin menjadi seorang istri yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Muel dengan sabar dan rinci menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak diperbolehkan Ara untuk merawat sang suami. Wanita itu mendengarkan dengan seksama dan tak ingin melewatkan satu kata puna dari kakaknya.
Ara memulai perawatan Bryant mengikuti instruksi sang kakak. Keduanya bekerjasama. Mulai dari mengompres, mengganti pakaian Bryant dan juga memberikan obat penurun panas sekali lagi. Muel yang melihat sang adik begitu telaten hanya bisa bersyukur di dalam hatinya. Kini kehidupan sahabatnya memiliki masa depan yang cerah.
Ya Allah, lindungi pasangan baru keluarga Putra. Semoga kebahagiaan senantiasa memeluk keluarga ku dengan kehangatan dan kasih sayang. ~batin Muel menatap Ara yang sibuk mengusap tangan Bryant.
Moment tuh memberikan Muel kesempatan untuk mengabadikannya. Pria itu diam-diam mengambil beberapa jepretan foto untuk dijadikan kenang-kenangan. Senyuman nakal yang jarang sekali tersinggung di bibir pria itu.
Kebersamaan Muel dan Ara untuk merawat Bryant. Terlihat sangat kompak. Kini tidak ada lagi suara berisik yang menggema di seluruh rumah. Kedamaian itu hanya ada di dalam kamar Tuan Muda, sedangkan di lantai bawah dipenuhi ketegangan. Wajah-wajah tegang tanpa mau meredam rasa kesal dan emosi mereka. Tatapan mata saling menyerang dengan gurat wajah masam.
__ADS_1
...----------------...
...Setiap rasa memiliki asa....
...Layaknya langit berbintang....
...Harapan itu ada....
...Jejak itu nyata....
...Selayaknya kisah cinta....
...Detik yang berlalu menjadi kenangan....
...Kini hanya untaian kata merajut mimpi....
...Selayaknya rintikan hujan....
...Selamat berjuang dan bertahan....
...Demi esok yang menjadi hari baru....
...----------------...
Yuk, kenalan bareng pemeran ISTRI SIRI TUAN BRYANT 😉
🥰PASANGAN PERTAMA 😘
__ADS_1
🍫 Bryant Angkasa Putra dan Ayesha Ramadahi🦋
🥰Pasangan Kedua😘
🍫Alkan Putra dan Bunga🦋
Othoor menatap semua pemerannya, ''Pesona si Om beuh cool, othoor aja ampe kalah😭."
Al menatap si othoor dingin, "Udah kabur aja, Thoor! Dibalik layar sono 🙄."
🥰Pasangan ketiga😘
🍫Samuel dan Ocy (Couple terimut) 🦋
🥰Pasangan Terakhir 😏
🍫Hazel dan Someone 🦋
Sisa couple yang blum ada bayangin aja sendiri ya 😅 papay readers.. 🏃♀️
__ADS_1
......................