
"Bos, bisa katakan. Kenapa tidak langsung tembak mati saja tawanan itu? Buat apa repot-repot mengotori tangan banyak orang," tanya seorang pria dengan laptop di atas pangkuannya, membuat sang bos menyambar pulpen, lalu melemparkan ke cermin di depannya yang berjarak empat meter.
Suara yang dihasilkan cukup memberikan kejutan, bahkan cermin menjadi retak, "Gunakan otak, bukan otot. Dia aset, bukan sampah. Disini, hanya peraturan ku yang bekerja. Jangan mencoba keluar jalur. Apa sudah selesai pekerjaanmu?!"
Sabar, Zack. Mode singa bos lagi aktif. Jangan sampai kepala sendiri yang dipenggal. ~batin Zack mengusap dadanya sendiri, lalu mengangkat laptop dari pangkuan, kemudian memberikan kepada Alkan yang duduk di sisi kirinya.
Al menerima laptop dan memeriksa hasil kerja tangan kanannya. Beberapa saat sibuk menganalisis dan juga memikirkan langkah selanjutnya. Saat ini, beberapa kenyataan telah terungkap. Mau, tidak mau, dia harus berhati-hati. Terlebih, salah satu dari pemain belakang yang menjadi selingkuhan Hazel ternyata menjadi pemimpin mafia juga. Semua bukti sudah lengkap, tapi bagaimana cara mengeksekusi tanpa harus melibatkan keluarga?
"Temukan lokasi Mr. Smith! Aku harus memulai dari pria bangka itu, rantai harus diputuskan dari anak panah terlemah. Satu lagi, apa kamu sudah mendapatkan tempat rekomendasi untuk acaraku?"
Zack mendengarkan dengan baik tanpa menyela, dan ia pikir bosnya akan melupakan tentang permintaan terakhir itu. Ternyata dugaannya salah, "Pulau Baros di Maldives. Pulau dengan pasir putih, pemandangan cerah menawan, hotel bintang lima, bisa untuk snorkling dan pasti cocok untuk honeymoon. Pemesanan bisa dilakukan hari ini dengan jadwal yang Anda inginkan. Apa aku harus memesan sekarang?"
"Pesan untuk sepuluh orang. Jika perlu sewa seluruh hotel agar tidak ada orang lain, selain keluarga ku. Pastikan juga keamanannya," Al menutup laptop, lalu mengambil ponsel dari saku celana. Disaat bersamaan pintu ruangan itu terbuka dengan kemunculan para anak buah yang menjadi algojo, "Zack, berikan mereka waktu istirahat dan pastikan tawanan tetap bernafas. Siksa dia, tapi jangan ambil lidah pria itu."
Glek!
Para anak buah yang mendengar ucapan santai Alkan langsung meneguk saliva masing-masing. Sepertinya salah waktu, lirikan mata Zack, membuat para anak buah mengangguk paham. Ternyata bos mereka lagi mode singa. Pantas saja, cara bicara seperti santai di pantai dengan ancaman seenaknya sendiri. Tanpa menunggu aba-aba, para algojo memilih untuk mengundurkan diri.
Ketegangan di ruangan itu, hanya dirasakan Zack seorang. Untung saja, pria itu sudah terbiasa. Kadang-kadang merinding sendiri, tapi ya sudahlah. Bos kan selalu berkuasa dan gaji pun juga dari sang pemimpin. Lagipula, selama menjadi tangan kanan. Tidak pernah dianggap sebelah mata. Al benar-benar membuat kelompok mafia nya menjadi persatuan dengan sistem kepercayaan dan juga support luar dalam.
Hening!
__ADS_1
Zack tengah melakukan tugas. Dimana ia harus menemukan lokasi dan semua informasi tentang Mr. Smith. Sementara Al sibuk menyelesaikan pekerjaan dari dalam ponselnya sendiri. Kedua pria itu sama-sama sibuk, sedangkan tawanan yang ada di ruangan pembantaian harus menikmati rasa sakit di sekujur tubuh. Setelah kepergian para algojo. Senyuman sinis berubah menjadi ringisan menahan perih dan pegal.
"Ck. S!al! Kenapa talinya sekencang ini, bagaimana caraku meminta bantuan? Lagian, siapa sih mereka. Kenapa menanyakan soal wanita ****** itu? Apa aku tidur dengan istri bos mereka. Bedeb@h," Sang tawanan masih mencoba untuk melepaskan diri, padahal kedua tangan terikat di tiang besi. Meski begitu, tetap saja tidak menyerah. Racauan yang keluar dari mulutnya, cukup terdengar jelas dari earphones yang tersambung di telinga Al dan Zack.
Benar, ruangan pembantaian di lengkapi dengan sistem virtual. Dimana di beberapa titik tersembunyi sudah terpasang alat seperti perekam yang akan terkoneksi dengan earphones, laptop dan juga komputer di ruangan operator. Jadi, untuk bisa melarikan diri dari penjara labirin. Kemungkinan hanya dua persen. Kenapa dia persen? Yah, bangunan itu tidak ada di atas tanah. Melainkan di bawah tanah dengan jalur terowongan. Dimana ujungnya, hanya mereka yang tahu.
Dua puluh menit, kemudian.
"Bos, apa Anda akan menemui Mr. Smith sendiri? Kenapa tidak biarkan aku saja yang menyelesaikan tugas ini," Zack berusaha membujuk Al, bukan karena ia bosan menepati labirin, tapi mengingat situasi bosnya sudah menikah. Jangan sampai karena sibuk menyelesaikan masalah sang keponakan, justru melupakan istrinya sendiri.
Alkan menyambar jas, lalu memasukkan ponsel ke saku kembali, kemudian melangkahkan kaki berjalan menjauhi Zack. Disaat tangannya sudah menyentuh knop pintu, ia menoleh ke belakang, "Pastikan tawanan itu buka mulut. Dua puluh empat jam, aku tunggu kabar baik darimu."
Kepergian Al, membuat Zack menarik nafas dalam, lalu merebahkan tubuh ke sandaran sofa. Tiba-tiba saja, kepalanya berdenyut. Ntah karena terbiasa begadang atau karena tumpukan pekerjaan yang semakin tidak terhitung. Sebenarnya, apa yang terjadi pada pikiran dan hati seorang pria lajang? Mungkin karena kurang refresing saja. Yah, bisa jadi. Tanpa ingin menambah pusing, pria itu memilih sejenak memejamkan mata agar kembali tenang.
Sementara Al berjalan menyusuri lorong labirin, membuat para penjaga setiap cabang memberikan hormat ketika melihat bos mereka, dengan cara menaruh telapak tangan kanan di dada. Labirin itu harus ditempuh dalam kurun waktu lima belas menit untuk sampai di sebuah pintu besi yang merupakan lift khusus. Bangunan yang dirancang sedemikian rupa, menjadikan markas tempat yang akan dan tidak terdeteksi.
"Sebelum pulang, aku harus bertemu dengan menantu pertama. Sudah waktunya menagih keputusan siluman cicak. Aku ingin tahu, apa dia sayang uang atau sayang reputasi. Seorang publik figur dengan jejak kelam. Jika saja sesama pria, sudah pasti meremukkan tulangnya."
Al sibuk dengan pekerjaan di luar rumah, pria itu terlalu larut dengan satu masalah. Akan tetapi melupakan tugas lain, membuat anggota keluarga lain mengalami kecemasan. Terutama Bunga, dimana gadis itu menjadi tidak selera makan. Jujur saja, sejak hari terakhir pertengkaran. Tidak ada lagi perbincangan antara suami dan istri.
Jangankan untuk meminta maaf, bertatap muka saja tidak bisa dilakukan. Kecemasan yang bercampur dengan rasa bersalah tidak bisa dihilangkan dari dalam hatinya. Benar-benar sesak di dada, tapi bibir terkunci rapat, hingga helaan nafas berulang kali terdengar menemani kesendiriannya. Ayunan kaki di dalam kolam renang menjadi pelipur lara.
__ADS_1
"Om, apa aku ini istrimu? Huft, sebaiknya aku kembali kuliah saja dan meneruskan mengajari anak-anak jalanan. Yah, daripada di rumah melamun tidak jelas. Biarkan saja, hubungan ini mengalir seperti air. Semoga takdir memang menjodohkan kita...,"
Bunga menghentikan keluhannya karena melihat bayangan seseorang dari dalam air. Wajah tegas dengan penampilan rapi. Sontak saja, ia mengeluarkan kaki dari dalam air, kemudian memeluk orang yang sangat dirindukan. Usapan lembut di kepala, semakin menghangatkan suasana. sudah lama sekali, rasa nyaman itu tidak ia rasakan.
"Miss you," ucap Bunga lirih.
πPulau Baros pantai (Baros Island beach)π
Pulau Baros terletak di tengah-tengah Atol Male Utara. Lokasi yang nyaman dan kedekatan bandara merupakan keunggulan yang tidak diragukan lagi dari resor ini, Anda dapat mencapainya hanya dalam waktu dua puluh menit dengan speed boat. Seluruh wilayah pulau ditempati oleh hotel bintang lima Baros Maldives , salah satu yang tertua di nusantara. Penemuannya terjadi pada tahun 1973, ketika pekerjaan utama penduduk setempat adalah memancing. Pada tahun 2005, rekonstruksi umum dilakukan, dan pada tahun 2013 - renovasi total sesuai dengan standar internasional modern. Sekarang hotel ini adalah salah satu resor romantis terbaik di Maladewa dan surga sejati untuk berbulan madu dan pasangan yang sedang jatuh cinta.
...****************...
...----------------...
Reader's tersayang, jangan bosen ya, setiap hari, othoor kasih rekomendasi novel yang bisa menemani kalian di waktu senggang. Yuk kepoin, tinggalkan jejak juga π mari kita sebarkan semangat. Berkat kalian, Author lanjut nulis, loh. π€
...----------------...
__ADS_1