Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 72: KEPUTUSAN MAMA BELLA - DOA HARAPAN ARA


__ADS_3

Kebersamaan Muel dan Ara untuk merawat Bryant. Terlihat sangat kompak. Kini tidak ada lagi suara berisik yang menggema diseluruh rumah. Kedamaian itu hanya ada di dalam kamar Tuan Muda, sedangkan di lantai bawah dipenuhi ketegangan. Wajah-wajah tegang tanpa mau meredam rasa kesal dan emosi mereka. Tatapan mata saling menyerang dengan gurat wajah masam.


Semua ketegangan itu karena kini Ocy sedang disidang. Wanita itu harus merasakan tatapan tajam dari tiga orang sekaligus. Alkan, Mama Bella dan juga Angkasa. Ketiga majikannya benar-benar terlihat murka. Terutama sang nyonya besar, "Ocy, Kamu tahu, tidak, apa kesalahanmu"


Mama Bella tak ingin menurunkan tatapan tajam matanya. Ia masih ingin memberikan pelajaran pada bodyguard yang sengaja dipekerjakan untuk menjaga putranya.


"Maaf, Nyonya. Ocy tidak bermaksud..." ucap Ocy pelan, tetapi seketika terhenti ketiga ada dewa penolongnya.


"Sudahlah, Ma. Lagian dengan ini, kita bisa menjadikan alasan untuk bertemu menantu baru. Setidaknya, Ocy berbuat baik untuk keluarga kita." Ujar Papa angkasa tak ingin mempermasalahkan hal yang sepele, pria itu juga memikirkan kebenaran yang ada di depan mata. Berkat Ocy hari ini Ara datang ke rumah. Jika tidak, ntah kapan lagi, mungkin saja tidak akan ada kesempatan yang lebih baik dari saat ini.


"Apa yang dikatakan, Kak Angkasa, itu benar dan mulai hari ini. Kita bisa membawa Ara kembali ke rumah, tapi jika aku pikirkan sekali lagi." Al menjeda ucapannya karena tak ingin mengecewakan kedua kakaknya lagi. Meskipun begitu, ia harus berkata jujur.

__ADS_1


"Aku tahu, kita semua sangat ingin melihat Bryant dan Ara bersatu. Akan tetapi, setidaknya untuk beberapa waktu. Biarkan Ara tetap tinggal di tempat yang kusiapkan. Aku, tidak mau ketika nanti Hazel datang. Justru pelampiasan ada pada istri baru Bryant."


"Al, kamu benar. Baiklah, aku tidak akan memaksa Ara untuk tinggal di sini atau memperkenalkan dia sebagai istri Bryant. Tetapi dengan satu syarat. Izinkan aku untuk menemuinya sesering mungkin."Ucap Mama Bella telah memutuskan apa yang ingin dia lakukan untuk kedepannya nanti dan menerima keputusan Al adik iparnya.


"Maaf, Nyonya, tapi jika Nyonya sering bertemu dengan Ara.Bukankah nanti Ara akan bertanya. Apakah hubungan yang ia punya sudah diketahui oleh keluarga. Setahuku, wanita itu masih sangat polos bahkan terlalu polos." Ocy menyela perbincangan para majikan tanpa rasa takut, wanita itu tak ingin membuat harapan palsu karena memang semua yang ia amati tentang Ara masih terlalu sangat minim.


"Oh, begitu, ya? Pasti ada cara lain 'kan buat aku mengenal menantu baruku. Setidaknya ada waktu, di mana kita bisa ngobrol bareng atau memasak bersama sebagai ibu dan anak," ujar Mama Bella tak ingin menyerah dengan keinginannya.


'Begini saja, Aku akan atur beberapa waktu pertemuan, tapi untuk itu, kita lihat situasi saat ini. Apakah dengan kedatangan Ara. Maka Bryan mau jujur dan mengakui wanita itu sebagai istrinya. Meskipun hanya seorang istri siri. Jika keponakanku berani jujur, aku akan pastikan Ara tinggal di rumah ini," Al berusaha meyakinkan Sang Kakak dan kakak iparnya.


"Boleh juga seperti itu. Aku tidak sabar, untuk mendengar Putraku memiliki istri yang baik hati," Mama Bella memiliki angan-angan yang begitu tinggi akan hubungan baru yang dijalani Bryant, sedangkan di kamar atas Ara dan Muel masih bekerja sama untuk menyadarkan Bryant.

__ADS_1


"Ka, suhu tubuh Bryant sudah mulai turun, tapi kenapa matanya masih terkejam. Apa ada yang kurang?" tanya Ara dengan perasaan khawatir.


"Ara, Bryant pasti akan sadar, kamu yang sabar dan tetap di sini! Aku akan turun untuk memberitahukan kabar baik dan satu lagi. Jangan buat kegaduhan karena Bryant memang tidak menyukai suara bising," Muel memilih untuk meninggalkan kamar setelah memberitahukan apa yang akan dia lakukan dan juga memberikan peringatan pada adiknya.


Suara pintu yang terbuka, lalu tertutup kembali membuat Ara menatap suaminya yang masih enggan membuka mata. Wajah pria itu terlihat tenang tapi pucat dan juga terdengar dengkuran halus. Artinya keadaan sang suami sudah membaik dan hanya terlelap karena efek obat yang diberikan Muel dua kali.


"Mas, cepatlah bangun. Aku tak sabar untuk melihat senyuman di wajahmu. Meskipun, aku tahu. Jika senyuman itu masih kamu paksakan. Andai, aku boleh jujur. Pasti ku katakan, aku sangat merindukanmu. Ya mungkin, rindu sebagai seorang teman atau mungkin rindu sebagai seorang istri. Aku hanya berdoa, semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Cepatlah kembali karena aku ada di sini menanti dirimu."


"Aku, sudah memutuskan untuk tetap bersamamu, hingga kamu memiliki hak seorang ayah dariku. Aku akan memberikan pewaris untukmu. Jika Allah berkehendak, jadi cepatlah sadar karena semua ini akan terjadi. Ketika kita berdua dalam keadaan baik, sehat dan tidak memiliki tekanan batin. Semoga hubungan ini memang ditakdirkan untuk memberikan kebahagiaan dan jika hubungan ini hanya memberikan luka. Aku berdoa, semoga kebahagiaan tetap bersamamu karena kamu terlalu baik untukku."


Doa harapan yang terdengar lirih, lembut dan juga tulus. Tanpa wanita itu sadari, Bryant mendengar semua. Pria itu bukannya tak sadar, tapi ia masih merasa sangat berat untuk membuka mata. Kini air mata yang tertahan berusaha tetap ia tahan. Rasa kecewa yang tengah menyelimuti hatinya karena perselingkuhan Hazel. Justru terbasuh dengan obat ketulusan Ara, yang hanya memiliki status sebagai istri siri.

__ADS_1


Terima kasih sudah setia bersamaku.~batin Bryant menahan diri agar air matanya tidak mengalir begitu saja.


__ADS_2