Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 27: MUEL-KINARA-BRYANT-ARA


__ADS_3

Kebersamaan pasutri itu terabadikan melalui sebuah kamera si pengawas. Senyuman lega terbit dari balik layar. Earphones kecil yang terjepit di telinga tak akan membuat orang lain mendengar percakapan dari seberang. Sementara dari arah lain, gerbang villa terbuka dan sebuah mobil jeep masuk ke halaman.


"Sudah dulu, ada yang datang." lapor si pengawas menutup panggilan video call dan kembali memasuki villa dengan perlahan-lahan agar tidak ketahuan.


Mobil berhenti di belakang mobil sang tuan rumah, lalu tak berselang lama dua orang keluar dari dalam mobil. Siapa lagi jika bukan Muel bersama dokter Kinara. Kedua dokter itu memasang wajah seperti kulkas tak berpintu. Meskipun matahari di atas kepala, senyuman pun tidak bisa terbit dari bibir mereka.


"Kamu, bawa aku, kemana sih?" tanya dokter Kinara dengan kesal.


Muel tak menggubris pertanyaan dokter Kinara, tapi menunjuk ke arah taman. Dimana dari sela-sela deretan bunga mawar putih, terlihat Bryant duduk bersama Ara saling berpelukan. Hal itu membuat sang dokter cantik memahami, jika pria dingin yang menculik dirinya berkata jujur.

__ADS_1


"Kita masuk dulu! Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama, ayo!'' ajak Muel mulai melangkahkan kaki menjauhi mobil, membuat dokter Kinara hanya menjadi ekor tanpa persetujuan.


"Mewah sekali villa nya. Apa kalian tinggal bertiga saja?" Kinara mengamati setiap sudut yang menyajikan desain eropa, dengan balutan nuansa alami.


"Ada yang lainnya, tapi setelah Bryant kembali ke Jakarta. Tugas kita baru dimulai. Pastinya untuk melakukan pengawasan dan juga melindungi istri tuan muda." Muel berhenti seraya mengangkat tangan kanannya. "Jadilah teman untuk Nona Ara, aku tidak mau dia tertekan dengan status doktermu."


Kejujuran Muel sontak menghadirkan senyuman tipis di bibir dokter Kinara. Ia merasa pria di depannya itu mulai memberikan perhatian meskipun hanya sekedar sebuah peringatan. "Baiklah, tapi bagaimana dengan pekerjaanku di rumah sakit?"


"Pekerjaan kalian hanya disini! Rumah sakit menjadi urusanku."

__ADS_1


Jawaban tegas dari arah belakang. Sudah jelas dari Bryant. Dimana pria itu membuat kedua dokter dingin berbalik, lalu memberikan salam dengan melambaikan tangan.


"Tuan, kenapa dokter itu disini?" tanya Ara polos.


Bryant mengalihkan perhatiannya menatap wajah sang istri yang terlihat lelah. "Nanti aku jelaskan. Sekarang aku antar kamu untuk istirahat. Ayo!"


Ara mengangguk pelan. Disaat kakinya belum sempat melangkah, tiba-tiba saja tubuh terasa melayang. Tatapan mata saling beradu, senyuman manis Bryant benar-benar membius dirinya. "Aku tidak mau, kamu kelelahan. Pastikan jaga dirimu, dan jangan lakukan hal yang berbahaya. Paham?!"


"Tuan, bisa turunkan aku?" tanya Ara seraya melirik ke Muel dan dokter Kinara yang justru tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Tidak ada jawaban. Langkah Bryant justru berjalan menuju pintu utama mansion, dan melewati dokter Kinara bersama Muel tanpa permisi. Siapapun yang melihat itu pasti lumer karena sikap romantis seorang Tuan Muda pada istrinya. Namun, ada satu hati yang akan selalu berdo'a agar semua kebahagiaan hari ini tetap nyata.


Terima kasih Ya Allah, Engkau hadirkan dia sebagai suami bertanggung jawab. Aku ikhlas menjalani pernikahan singkat kami. Lindungi mimpi kami, Ya Allah. Ameen. ~ Ara menyandarkan kepalanya seraya memejamkan mata, membiarkan sesaat menikmati kebersamaan sebagai seorang istri seseorang.


__ADS_2