Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 48: PENJELASAN BRYANT - TEKAD HAZEL


__ADS_3

"Sayang, ada apa?" tanya Hazel sekali lagi dengan wajah was-was.


Bryant meraih kedua tangan istrinya, lalu menatap mata jernih itu dengan serius. "Aku akan mengatakan sebuah kebenaran, tapi tenangkan dirimu."


"Kebenaran? Bryant, please jangan buat aku takut." Ucap Hazel dengan tatapan sendu.


"Aku sudah menikah lagi!"


"What's? Are you kidding me, Honey?" Hazel menatap Bryant tanpa berkedip, membuat keduanya saling menatap intens.


Tatapan Bryant sama sekali tak bergeming dengan ekspresi wajah kaku dan dingin. Jika suaminya bersikap tegas, serius dan bibir tanpa kata pembenaran. Maka apapun yang dia dengar bukanlah candaan. Sontak tubuhnya terhuyung ke belakang mengetahui kebenaran yang selama ini tidak pernah ada dalam bayangan. Yah, memang ia sendiri yang meminta agar sang suami menikah lagi demi mendapatkan anak. Tetapi sekarang rasa takut menggerogoti hati.


"Maafkan, Aku. Hazel sayang, aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu." Bryant merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukan. "Please tenang, aku ingin keluarga kita bahagia. Kejujuran menjadi dasar hubungan kita....,"


Hazel mendorong tubuh Bryant, tatapan sendu ia tunjukkan dengan lelehan air mata. "Sayang, kenapa kamu menikah secepat ini? Apa kamu tidak sabar memiliki anak? Dua tahun saja....,"


"Sayang, dengarkan aku. Aku sangat mencintaimu, tapi semua ku lakukan demi masa depan kita. Aku akan mundur, jika kamu mau mengalah." Bryant menangkup wajah Hazel. "Lepaskan pekerjaan mu, dan mari lakukan program kehamilan?!"

__ADS_1


Tanpa jawaban, Hazel menarik tangan Bryant dari wajahnya. Kemudian menyambar pakaian ganti yang ia sampirkan di kursi depan meja rias nya. Langkahnya tak lagi menengok ke arah sang suami, membuat pria itu menemukan jawaban tanpa harus memaksakan kehendaknya. Pintu kamar mandi terbuka, lalu tertutup kembali.


"Kamu yang memulai semuanya. Andai kali ini ada sedikit pengorbananmu demi rumah tangga kita. Akan kupastikan pernikahan kedua ku berakhir hari ini, tapi hubungan ini tak sepenting karirmu." ucap Bryant memilih meninggalkan kamarnya.


Suara pintu yang tertutup seperti dibanting sekuat tenaga, membuat Hazel yang di dalam kamar mandi terkejut. Wanita itu menatap pantulan wajahnya sendiri dari cermin bulat yang basah akibat ulahnya.


"Aaarrrggghhh! S!al! S!al! Bagaimana bisa aku kecolongan? Awas saja, aku tidak bisa kehilangan Bryant semudah ini, tapi sekarang aku harus apa?" keluh Hazel berpikir keras untuk rencana masa depannya, tiba-tiba saja percakapan semalam bersama sang kekasih kembali terngiang.


Beberapa jam lalu disaat bulan menyinari langit. Sepasang kekasih yang memadu kasih di dalam kamar mewah terhenti karena satu pertanyaan yang mengusik hati dan pikiran tuan rumahnya. Yah siapa lagi jika bukan Hazel yang mendapatkan pertanyaan dari kekasih gelapnya.


"Zel, apa kamu tidak mau hamil?" tanya pria yang mengunci tubuh Hazel di bawahnya.


"Come on, Baby. Suamimu tajir, pengusaha ternama dengan bisnis yang merajalela. Kalau bukan untuk pewarisnya, lalu untuk siapa lagi? Jangan sampai anak wanita lain justru menguasai harta suamimu." Jelas sang kekasih gelap, membuat Hazel termenung.


"Baby, apa yang kamu pikirkan?" tanya sang kekasih gelap melihat ekspresi wajah Hazel yang terlalu serius.


"Apa aku harus hamil?" Hazel bertanya pada dirinya sendiri. "Huft, sudahlah. Selagi semua aman, aku tidak perlu khawatir soal apapun."

__ADS_1


Braaak!


Hazel menggebrak wastafel, membuat air yang tergenang nyiprat kemana-mana. Tatapan mata semakin memendam api amarah. "Kamu menikah tanpa izin ku, maka aku bisa memiliki anak tanpa bantuanmu. Tidak akan kubiarkan semua usaha ku selama ini sia-sia."


"Hazel apapun yang terjadi. Semua harta suamimu hanya boleh untukmu, bukan wanita lain. Apalagi anak yang asal usulnya tidak jelas. Sekarang aku harus hamil."


Tekad istri sah Bryant terlambat. Ketika ia menolak melepaskan karirnya, maka saat itu juga suaminya telah pergi meninggalkan tanpa membutuhkan penjelasan lagi.


...----------------...


Malem guy's, othoor udah usaha buat nulis.


Tetapi keadaan masih menyakitkan, kesehatan benar' blum pulih.


Maaf, ya.


othoor tak bisa up selama berhari-hari 🥺

__ADS_1


Semoga cepat pulih dan bisa lanjutin semua karya yang harus di akhiri.


__ADS_2