Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 73: KARENA BUAH


__ADS_3

Terima kasih sudah setia bersamaku.~batin Bryant menahan diri agar air matanya tidak mengalir begitu saja.


Waktu berlalu begitu cepat. Dua hari setelah perawatan yang Ara berikan. Hari ini, keluarga itu berkumpul kembali. Meskipun Ara tidak menginap di rumah itu. Tetap saja, wanita itu diperbolehkan keluar masuk sesuka hati, jika ingin datang ke kediaman Putra.


"Nak, Kamu mau ke mana?" tanya Mama Bella melihat Ara membawa keranjang buah di tangannya.


"Saya ingin menawarkan buah ini, pada Tuan muda. Apa boleh?" tanya balik Ara bersikap baik dan sopan, wanita itu masih canggung untuk memanggil Mamanya Bryant dengan panggilan mama.


"Lihat, suamimu sudah turun. Bryant, kemari!Ayo, kita makan bersama dan setelah itu, kita bisa membuat salad buah. Bagaimana?" Mama Bella berusaha membujuk menantunya agar tetap memakan sarapan yang sudah di sarankan Muel.


Tatapan mata Ara benar-benar menginginkan buah-buahan yang ada di keranjang. Rasanya ingin sekali segera menyantap, tapi ia juga tidak bisa menolak permintaan sang mama mertua. Semua sudah tahu tentang statusnya dan kini ia diakui sebagai menantu. Meskipun begitu, tetap saja masih ada rasa sungkan di hatinya.


"Baik, Ma, tapi boleh tidak, aku makan satu buah saja," pinta Ara dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita itu, merajuk untuk diizinkan memakan satu buah apel yang ada di tumpukan buah teratas.


Percakapan kedua wanita itu, cukup terdengar jelas sampai ke telinga Bryant. Pria itu berjalan menghampiri kedua wanitanya, "Ada apa ini? Ara dan Mama, kenapa kalian saling menatap seperti itu, dan kenapa kamu membawa sekeranjang buah? Apa itu ingin kamu habiskan sekaligus?"

__ADS_1


"Ini, loh, Ara mau makan semua buah yang ada di keranjang dan juga menawarkan padamu untuk makan bersama." Mama Bella menjelaskan situasi dari awal agar putranya tidak salah paham.


"Kalau mau makan buah, ya, makan saja, tapi jangan lupa makan sarapan terlebih dahulu. Apa kamu dengar ucapanku?" Bryant mengingatkan sang istri agar tetap menjalani pola makan sesuai saran dokter.


Ara menunduk kepala, lalu mengembalikan keranjang buah yang ia bawa ke atas meja makan. Namun, tatapan matanya masih saja tertuju pada sekeranjang buah itu. Seakan itu yang memang dia inginkan. Sikap tak biasa sang istri, membuat Bryant cemas. Pria itu berpikir, apa yang terjadi pada istrinya.


"Ma, sebaiknya aku bawa istriku ke rumah sakit. Tunggu, aku telepon yang lain dulu. Muel dan Kinara harus datang kemari," Bryant mengambil ponselnya dengan rasa khawatir.


Perubahan Ara yang mendadak dan sering sekali cepat merajuk, membuat Bryant cemas. Sebenarnya, semua terlihat baik. Akan tetapi, tindakan Ara sangat-sangat jauh dari kebiasaan yang selama ini wanita itu lakukan.


"Mas, Aku mau apel." pinta Ara lirih dengan tatapan mata berkaca, ia tengah menahan air matanya.


Bryant meletakkan ponselnya ke atas meja makan, lalu membimbing sang istri untuk duduk di kursinya. Kemudian tak lupa menyambar satu buah apel dan juga pisau. Mama Bella yang melihat tindakan putranya hanya tersenyum bahagia. Pemandangan sepasang suami istri yang harmonis.


"Ayo, makan." ucap Bryant mengulurkan sepotong apel yang sudah dikupas, membuat Ara mendongak, lalu menerima suapan dari suaminya.

__ADS_1


Tatapan mata keduanya bertautan memberikan kenyamanan. Bryant dengan sabar menyuapi Ara, hingga satu buah apel ludes menyisakan kulit di atas meja. Sebagai balasannya, Ara tersenyum manis melebihi rasa manis apel itu sendiri. Kebahagiaan sang istri teramat sederhana, membuat Bryant mengusap kepala wanitanya.


"Teruslah tersenyum seperti ini, aku tidak mau melihat air matamu jatuh. Sekarang kita makan, ok," kata Bryant lembut.


...----------------...


Setiap hari dilema ku cuma satu.


Update double gak, ya. 🤔


Dahlah, kabur aja... 🏃‍♀️


Happy Reading READER'S.


📖

__ADS_1


__ADS_2