Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 95: GANTI RUGI KERJASAMA - ULURAN TANGAN


__ADS_3

Aku kembali. Kita lihat, siapa yang akan menyambut ku. Apakah pria tampan atau wanita kejam.~batinnya menyunggingkan senyuman nakal, lalu menyambar ponselnya yang tergeletak selama melakukan perjalanan.


Kaki jenjang berbalut sepatu hak tinggi melangkah keluar dari dalam mobil. Tubuh tinggi dengan proporsional ideal. Sebelas duabelas seperti postur tubuh Hazel. Wanita itu berjalan seperti model, jelas saja karena dia sahabat sekaligus manager dari istri pemilik rumah yang saat ini ia kunjungi. Rambut bergelombang dengan hiasan telinga panjang menyentuh pundak. Penampilan elegan dan glamor.


Meski jarang datang ke rumah sahabatnya. Bukan berarti, para pelayan di rumah itu tidak mengenal dirinya. Jadi, jangan heran kalau sikap semua orang ramah dan sopan. Pintu rumah utama yang terbuka, membuat wanita itu melengos masuk tanpa permisi. Akan tetapi, pandangan pertama yang dilihat. Justru seorang pria tengah duduk di sofa ruang tamu dengan memijat kepala dengan mata tertutup.


"Mr. Bryant, are you okay?" tanya wanita itu bergegas menghampiri sang tuan rumah yang langsung membuka mata, hingga tatapan mata keduanya saling beradu.


Bryant berusaha menetralkan perasaan di hatinya, ia tak ingin sahabat istrinya tahu tentang kecemasan yang saat ini melanda hati. Apalagi, wanita itu terlalu dekat dengan Hazel. Jangan sampai, semua yang telah direncanakan bocor begitu saja. Sementara permainan baru dimulai, ntah apa maksud dari kedatangan Natasya.


"Kamu disini? Hazel tidak di rumah." ucap Bryant to the poin.


Natasya mengabaikan ucapan Bryant, dan memilih langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang empuk. Lalu menguap dengan lirikan mata menyelidik ke arah tuah rumah. Boleh saja bersembunyi di balik wajah tenang, tapi sebagai seorang pengamat ekspresi di dunia perfilman. Dia tahu, wajah yang tenang atau berpura-pura tenang. Tatapan itu, membuat sang tuan rumah menghela nafas panjang.


"Come on, Mr. Bryant. Jangan tegang seperti itu, aku tidak naik ke atas ranjangmu. So, relax. Lagipula, aku kesini untuk menyampaikan berita terbaru. Jujur saja, awalnya kemarahan memenuhi hatiku, tapi melihat keadaanmu," Natasya menjeda ucapannya, ada yang ingin dipastikan dari reaksi sang tuan rumah, "Lebih baik, berita ini ditunda saja dan ya, tolong minta Hazel untuk melunasi biaya ganti rugi atas kerjasama yang dibatalkan secara sepihak."


"Tunggu dulu, apa maksud dari biaya ganti rugi? Hazel beberapa hari lalu berpamitan ke luar negeri untuk melakukan pemotretan. Jadi, kerjasama yang mana? Aku bahkan bisa menghitung jari, istriku berada di rumah ini...,"


"Tarik nafas, Mr. Bryant," Natasya menyela ucapan sang tuan rumah, lalu memainkan ponsel pintarnya, kemudian diberikan ke pria yang sangat polos baginya, "You can see, Hazel telah melanggar tiga kerjasama. Sebagai seorang manajer, tanggung jawabku memberikan peringatan dan berusaha melakukan negosiasi dengan para klien yang meminta ganti rugi."

__ADS_1


"Satu kerjasama dilakukan pelanggaran. Dimana Hazel hanya melakukan satu kali pekerjaan, lalu melepaskan sisa tanggung jawabnya dengan alasan harus menemani suami untuk bepergian ke luar kota. Kerjasama kedua, istrimu melakukan semua pekerjaan dengan baik, tapi justru memberikan ancaman ganda pada klien agar mau memberikan gaji tiga kali lipat. Kerjasama yang terakhir, klien yang berasal dari luar negeri benar-benar tidak mau bernegosiasi."


Ekspresi wajah Natasya perlahan berubah menjadi geram, tatapan mata tertuju pada meja kaca di depannya. Jelas sekali, wanita itu berusaha bersikap biasa. Namun, emosi yang tertahan mulai menunjukkan reaksinya. Bryant masih mendengarkan dengan membaca teliti setiap klausul perjanjian dari setiap kerjasama yang dilakukan Hazel. Tak lupa, ia juga memeriksa tanggal dan tempat untuk memudahkan penyelidikan nanti.


"Kerjasama ketiga yang seharusnya dilakukan seminggu di London. Ternyata Hazel tidak datang, batang hidung nya saja tidak kelihatan di bandara. Pihak sana menginformasikan, bahwa tiket dan segala sesuatu sudah dipesan, tapi tidak ada pemberitahuan lebih lanjut. Ntah berapa kali, kami mencoba menghubungi istrimu. But, nihil seperti hilang ditelan bumi. Jadi, sekarang bagaimana?"


Semua penjelasan yang diberikan Natasya seperti angin segar. Ntah kenapa, tapi ada celah yang bisa dirinya lihat. Apapun yang terjadi dulu, dan sekarang. Pasti saling berkaitan. Kini, satu jalan datang tanpa diminta. Jika ingin mengungkapkan jati diri Hazel. Kenapa tidak bekerjasama dengan manager istrinya saja. Pasti akan mempermudah mendapatkan bukti nyata dan hubungan yang dipenuhi kepalsuan, bisa segera diakhiri.


Bryant mengembalikan ponsel Natasya, lalu mengambil ponselnya sendiri. Tanpa memperdulikan tatapan tanda tanya dari wanita itu, ia melakukan panggilan. Sebuah nomor yang selalu menjadi kontak favoritnya. Panggilan itu tersambung dengan cepat, "Honey, kamu dimana? Ayo, kita makan malam bersama."


[Sayang, aku masih ditempat manager ku. Aku hubungi lagi, nanti, ya.] ~ jawab dari seberang, membuat Hazel mengepalkan tangannya.


"Mr. Bryant, kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Natasya gugup, untuk pertama kalinya. Dia melihat tatapan amarah seperti Bryant, padahal selama ini hanya melihat sikap tenang dan baik dari suami sahabatnya itu.


Bryant mengulurkan tangannya, tanpa menurunkan tatapan matanya dari netra Natasya, "Ayo bekerjasama denganku. Aku siap membayar semua ganti rugi itu, tapi dengan satu syarat. Kumpulkan semua bukti kegiatan Hazel selama menjadi model, meskipun bukti kecurangan atau permainan di balik layar kamera. Semua kerugian akan dilipatgandakan menjadi 2x keuntungan. Apa kamu setuju?!"


Natasya terkejut mendengar pernyataan Bryant. Niat hati hanya ingin mengingatkan tentang ganti rugi yang harus dilakukan Hazel. Justru berimbas dengan penawaran kerjasama. Jika boleh jujur, siapa yang tidak mau uang lebih banyak? Apalagi, total dari ganti rugi tiga kerjasama itu cukup fantastik. Setidaknya, ia bisa membeli mobil sport satu atau bisa digunakan untuk membuat sebuah usaha cafe bintang lima. Sungguh menggiurkan.


Meski begitu, ada satu pertanyaan. Kenapa Bryant harus perhitungan dengan uang yang akan dikeluarkan. Padahal Hazel itu istrinya, so, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa, seakan tengah bermain petak umpet. Beberapa pertanyaan menjadi jalan buntu karena tatapan pria di depannya masih menancap tajam, menunggu kepastian akan kerjasama yang ditawarkan.

__ADS_1


"Kurasa kamu tidak berminat, ok tidak apa. Urus saja ganti rugi itu sendiri," Bryant berniat menarik tangannya, tapi langsung ditangkap Natasya dengan penyambutan hangat. Wanita itu menganggukkan kepala tanda setuju dengan penawaran yang diberikan, "Pahami cara kerja ku. Tugasmu hanya bersikap biasa menjadi manajernya, dan soal ganti rugi ini. Biarlah sampai ke meja hijau. Mulai kumpulkan bukti konkrit dan kirim padaku."


"Satu bukti, kuhargai dengan hasil kerjasama berupa transfer sepuluh juta dan kamu bisa berbelanja sepuas hati. Satu hal lagi, pastikan Hazel tidak tahu tentang ini, dan atur pertemuan ku bersama tiga klien yang memiliki masalah kerjasama. Cukup. Hanya itu tugasmu, dan sisanya, aku sendiri yang akan bekerja," Bryant menarik tangannya, membuat Natasya menikmati irama dentuman dari jantungnya sendiri.


Bagaimana tidak shock, sepuluh juta adalah gaji satu bulan setengah dari Hazel. Namun, kali ini justru hanya dengan memberikan satu bukti permainan Hazel di balik kamera. Wow, bisa kaya mendadak. Meskipun, ia tidak kekurangan uang. Tetap saja, tidak ada salahnya menumpuk pundi-pundi uang lagi. Hidup masih berlangsung, jadi kebutuhan masih terus berjalan. Termasuk biaya perawatan agar tetap cantik mulus dan harum.


"Satu pertanyaan, kenapa kamu mau tahu seluk beluk dunia model yang dijalani istrimu. Padahal selama ini, kamu begitu percaya pada Hazel."


...****************...


...----------------...


Hay readers, 😁


Othoor mau kasih rekomendasi novel dari salah author temen nih, kepoin yuk, jejak juga ya, biar kita saling memberikan dukungan 😘🔥



...----------------...

__ADS_1


__ADS_2