Istri Siri Tuan Bryant

Istri Siri Tuan Bryant
Bab 94: PERENUNGAN DIRI


__ADS_3

Terkadang disaat seseorang siap melangkah ke masa depan. Masa lalu datang untuk menggoyahkan. Apakah cinta diantara dua hati mampu bertahan? Akankah kepercayaan masih sekuat baja, ketika keraguan menyusup? Bagaimana sikap dan keputusan disaat pikiran dan hati terbelenggu. Ini bukan hanya tentang Takdir Tuhan, tapi ini juga tentang seberapa besar cinta yang menjadi detakan jantung sepasang kekasih.


Obrolan di antara Nara, Ocy dan Ara berakhir dengan pelukan hangat. Ketiga wanita itu merajut ikatan hati menjadi saudara. Namun, tidak dengan seorang wanita yang diam-diam menelusup masuk ke dalam kamar seorang pria yang kondisinya tengah tertidur pulas. Tanpa pikir panjang, wanita itu melepaskan semua kain yang menghalangi keindahan tubuhnya.


Langkah kaki meliuk-liuk dengan pinggul bergoyang, tangannya menyambar sebuah remote di atas nakas. Remote yang bisa digunakan untuk mengatur suhu kamar dan beberapa sistem modern yang ada di kamar itu. Satu tombol ditekan, lalu remote dilemparkan ke sembarang arah. Seketika suara musik terdengar, membuat pria diatas ranjang menggeliat. Tatapan mata yang menggoda dengan kedipan mata menyambutnya.


"Hazel, kejutan yang menyenangkan, honey. Come here, burn me."


(Hazel, kejutan yang menyenangkan, sayang. Kemarilah, bakar aku.)


Pria itu adalah kekasih gelap Hazel. Benar, wanita yang frustasi karena tidak bisa mendapatkan bantuan dari keluarga mertua dan saudara sendiri. Pada akhirnya memilih menemui sang kekasih, demi mendapatkan benih untuk rahimnya. Lagipula, benih yang ia tanam di saat melakukan inseminasi buatan juga dari pria yang sama. Kenapa tidak membuat anak dengan cara yang menyenangkan dan memuaskan.


Pertemuan sepasang kekasih kembali menjadi pemanasan ranjang bergoyang. Suara musik mengalun menambah sensasi kebersamaan. Kedua insan itu tak pernah kehilangan semangat setiap kali memadu kasih. Liar dengan liukan tubuh beradu. Andai saja, Bryant melihat semua itu. Maka, sudah pasti membakar seluruh isi kamar pengkhianatan.


Istri yang menikmati sentuhan kekasih gelapnya, sedangkan sang suami terduduk diam di sofa sambil menatap foto pernikahan yang terpampang jelas di atas ranjangnya. Ironis bukan? Di dalam kamar megah dengan fasilitas lengkap. Perjalanan pernikahan Bryant dan Hazel dimulai. Hari ini, setiap kenangan menjadi putaran film di bioskop. Sejenak menarik nafas dalam, lalu menghembuskan secara perlahan.


"Malam pertama karena tragedi. Malam itu, aku hanya mengingat berkenalan dengan para model dari sebuah agency yang baru saja menyelesaikan proyek kerjasama. Lalu, seorang pelayan memberikan minuman jus jeruk. Tiba-tiba, kepala berdenyut dengan rasa aneh mengalir di tubuhku. Syukurlah, ada seorang wanita yang mau menolong dan membantu ku untuk kembali ke kamar."


Bryant memejamkan mata, kali ini dirinya ingin mengingat semua kenangan dari awal pertemuannya bersama Hazel. Mungkin saja, dari situ akan menemukan titik terang. Bisa saja, ada hal yang terlewat karena keadaan yang memaksakan untuk bertindak cepat di masa itu. Perlahan memori masa lalu kembali menyapa. Dimana malam berganti pagi, tiba-tiba terdengar suara teriakan.

__ADS_1


Tatapan mata seorang wanita yang ketakutan dengan menutupi tubuhnya menggunakan selimut tebal. Di saat kesadaran masih setengah, suara meminta pertanggungjawaban mengejutkan menjadi awal hubungan di antara dirinya dan Hazel. Di hari itu, janji untuk menjadikan model sebagai istri berakhir dengan penolakan keluarga besar. Meski begitu, pernikahan tetap berlangsung satu minggu setelah tragedi one night stand di hotel.


Perlahan, tapi pasti. Hubungan pernikahan itu, menjauhkan dirinya dari keluarga. Bukan karena tidak percaya pada orang tua serta sang paman. Akan tetapi, ia masih berusaha menepati janji sebagai seorang pria. Ia tak lupa, bagaimana berusaha belajar mencintai Hazel. Selama satu tahun awal pernikahan, hubungan semakin membaik dan harmonis. Namun, tiba-tiba saja, sang istri mulai sibuk dengan dunia modeling.


Tidak peduli seberapa besar usahanya untuk membujuk Hazel agar menjalani program kehamilan. Wanita itu kekeh menolak dengan alasan ingin go internasional dalam karir terlebih dahulu. Jika ditanya soal harta, dan fasilitas. Sudah pasti bukan masalah besar untuk seorang putra tunggal pewaris nomor dua dari keluarga Putra, memberikan kemewahan bagi istrinya.


Sayangnya, bukan itu yang menjadi poin utama. Hazel hanya tidak ingin tubuh untuk modal menjalani karir modelnya rusak. Pada akhirnya, justru memberikan ide gila. Wanita itu mengizinkan sang suami untuk melakukan pernikahan siri dan di saat amarah memuncak. Pikiran tidak lagi bekerja. Tanpa pikir panjang, Bryant meninggalkan kediaman kedua dan mencari tempat untuk mendapatkan calon istri yang bisa dibayar dengan uang.


Siapa sangka, disaat yang sama seorang wanita terbuang di tempat yang menjadi pusat kesenangan dunia. Satu hati dipenuhi amarah, dan satu hati lagi dipenuhi luka. Amarah Bryant menyambar luka dihati Ara, hingga pernikahan menjadi awal ikatan keduanya. Pernikahan siri yang mengubah hidupnya secara pasti. Namun, ia tak lupa dengan tragedi malam pertama. Dimana tanpa sadar merenggut mahkota istri baru dalam keadaan mabuk berat.


Semua kenangan menjadi satu, tiba-tiba Bryant membuka mata. Ada sesuatu yang mengusik hati dan pikirannya. Ntah kenapa, hal sepenting itu bisa terlewati selama bertahun-tahun. Apakah mungkin, apapun yang terjadi di antara dirinya dan Hazel sudah direncanakan? Sekali lagi, mencoba memejamkan mata mengulang tragedi di dalam hotel, lalu menyatukan dengan malam dimana ia merenggut mahkota Ara.


"Apakah mungkin, malam itu bukan kecelakaan? Jika bukan, apa ini berarti Hazel merencanakan semuanya hanya untuk menikah dengan ku. Jika benar, tapi kenapa aku yang menjadi targetnya? Kenapa bukan pengusaha lain, di acara itu banyak sekali pria sukses. Apapun itu, aku harus mencari tahu yang sebenarnya. Yah, untuk mendapatkan bukti. Maka, semua harus jelas dari awal."


"Aku harus memulai penyelidikan, tapi sebelum itu. Sebaiknya aku pasang CCTV tersembunyi di rumah ini, jangan sampai kecolongan lagi. Hazel, kepercayaanku untukmu semakin tak tersisa. Semakin aku berusaha untuk percaya, keraguan ini memenuhi hati dan pikiran ku. Ya Allah, tunjukkan hamba jalan yang benar. Semoga ini langkah yang tepat untuk menyatukan keluarga."


Bryant mengakhiri perenungan diri dengan memutuskan memulai penyelidikan. Pria itu bergegas memanggil petugas keamanan untuk melakukan pekerjaan pertama. Suasana rumah yang sepi, dan hanya ada beberapa pelayan, membuat semua berjalan lancar. Hanya membutuhkan waktu satu jam. Kini rumah mewahnya sudah bisa dipantau melalui ponsel pintar. Kemudian, para pelayan diminta untuk berkumpul di ruang utama.


"Mulai hari ini, PERINTAH DI RUMAH INI HANYA BERLAKU SATU ORANG DAN ITU HANYA AKU. INGAT SATU HAL, HAZEL TIDAK MEMILIKI WEWENANG UNTUK MEMBERIKAN PERINTAH DAN LARANGAN PADA KALIAN. Lakukan pekerjaan kalian seperti biasa, dan tetap anggap istriku sebagai nyonya rumah. Tolong, digarisbawahi. IKUTI SEMUA ATURAN BARUKU."

__ADS_1


Para pelayan mengangguk paham dengan ultimatum Tuan Muda. Sementara, di luar rumah. Sebuah mobil baru saja memasuki gerbang, bahkan para satpam membungkukkan tubuh hanya untuk memberikan penghormatan. Setelah mobil berhenti, sebuah tangan nampak bersamaan dengan pintu mobil yang terbuka. Tatapan mata tertuju ke depan. Dimana bangunan mewah berdiri tegak menantang.


Aku kembali. Kita lihat, siapa yang akan menyambut ku. Apakah pria tampan atau wanita kejam.~batinnya menyunggingkan senyuman nakal, lalu menyambar ponselnya yang tergeletak selama melakukan perjalanan.


...****************...


...----------------...


Hay reader's ku tersayang, seperti yang othoor bilang ya, seminggu bakalan crazy up 🥰.


Tapi, sembari menunggu up nya kesayangan kalian.


yuk kepoin karya temen othoor, jangan lupa tinggalkan jejak kalian. 🥰


Semoga dengan saling mendukung memberikan keberkahan 🤲



...----------------...

__ADS_1


__ADS_2